agribisnis pangan
Pendahuluan:
Dalam memajukan perekonomian Indonesia yang berbasis agribisnis, maka segala subsistem dalam agribisnis harus terangkai dengan baik. Salah satu faktor yang sedang digalakan oleh pemerintah adalah sektor pemasaran. Sektor ini cukup strategis dalam meningkatkan perekonomian nasional, karena penambahan nilai pada suatu barang produksi dapat terjadi di sektor ini. Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi yang pas dan efisien di dalam pemasaran agar tercapai tujuan dari kegiatan bisnis tersebut.
Tujuan: Mahasiswa mampu memahami konsep pangan, ketahanan pangan dan peranan agribisnis dalam perekonomian dan pemnbangunan nasional
Pertanyaan 1:
Masa Lalu Masa Kini
Subsistem pemasaran dipandang secara terpisah dari kegiatan produksi Secara umum pemasaran menjadi satu kesatuan sistem kegiatan produksi, khususnya pada sistem agribisnis
Identifikasi sektor pemasaran masih sederhana, sehingga kurang efisien ketika akan menganalisis permasalahan yang ada Identifikasi sub-subsketor pemasaran sudah tertata lebih rapi, sehingga jelas apa bila ada kesalahan atau gangguan pada alur produksi ke konsumen
Alur anatara hasil produksi sampai ke konsumen terlalu jauh atau lama, sehingga resiko cenderung lebih besar. Selain itu tingkat harga di konsumen juga akan meningkat Sektor pemasaran dipandang secara utuh kedalam sistem agribisnis, sehingga alur yang terjadi lebih terintegrasi, sperti hubungan kemitraan antara petani dengan supermarket.
Faktor kesejahteraan petani kurang diperhatikan Kesejahteraan petani menjadi salah satu parameter pengambilan keputusan