Burung air

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Burung air adalah burung yang hidup bergantung pada atau tinggal di daerah perairan. Perairan yang dimaksud adalah daerah rawa, paya, hutan bakau, muara sungai, danau, sawah, sungai, bendungan, dan pantai (Hancock dan Elliot 1978 dalam Hermansyah 2007). Habitat adalah hasil interaksi dari sejumlah komponen baik fisik maupun biotik. Komponen fisik terdiri dari air, udara, iklim, topografi, tanah dan ruang sementara komponen biotik terdiri dari vegetasi, mikro dan makro fauna serta manusia (Alikodra 2002) Secara umum, burung memanfaatkan habitat sebagai tempat mencari makan, berkembang biak, beraktifitas, dan berlindung (Welty 1982 dalam Hermansyah 2007). Burung air di Indonesia terdiri dari 20 famili salah satunya adalah suku Rallidae. Suku Rallidae merupakan suku burung yang memiliki paruh lurus dan kuat, kaki panjang dengan jari-jari sangat panjang. Sayap pendek, terbang lemah dan mengepak, lebih suka berjalan, dan kebanyakan dapat berenang (Mackinnon 1996). Termasuk di dalam suku Rallidae adalah Tikusan, Kareo, dan Mandar. Burung dapat menempati tipe habitat yang beranekaragam, baik habitat hutan maupun habitat bukan hutan. Bentuk habitat yang baik untuk kelangsungan hidup burung adalah habitat yang mampu melindungi dari gangguan maupun menyediakan kebutuhan hidupnya (Hernowo dan Prasetyo 1989). Kampus IPB Darmaga memiliki berbagai tipe habitat seluas 256,97 Ha dan di dalamnya terdapat 108 jenis burung (Kurnia 2003). Salah satunya adalah Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus). Pembangunan gedung di kampus IPB salah satunya di Danau LSI telah mempengaruhi komponen penyokong biotiknya yaitu habitat Kareo Padi. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik habitat Kareo Padi di Danau LSI untuk kelestarian Kareo ABSTRAK Makalah ini membahas habitat Kareo padi (Amauroernis phoenicurus) secara spesifik mengenai tempat mencari makan Kareo Padi di danau LSI Institut Pertanian Bogor. Kawasan kampus dapat menjadi habitat penting bagi satwa karena beberapa faktor pendorong salah satunya adalah kelimpahan pakan. Danau LSI merupakan habitat yang tepat bagi kelangsungan hidup burung air seperti Kareo Padi karena menyediakan tiga fungsi utama habitat bagi Kareo Padi yaitu tempat perlindungan, tempat berkembangbiak dan tempat mencari makan. Laporan ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik habitat terutama tempat mencari makan burung Kareo Padi serta Mengidentifikasi faktor-faktor biotik yang mendukung kawasan danau LSI sebagai langkah awal penunjang dalam menjaga kawasan Danau LSI untuk kelestarian burung Kareo Padi. Pengamatan dilakukan pada bulan November setiap pagi dan sore dengan menggunakan metode jelajah di Danau LSI IPB dengan beberapa titik pengamatan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Danau LSI memiliki kelimpahan pakan burung Kareo Padi yaitu biji rumput serta ikan ikan kecil sehingga masih memungkinkan untuk menjadi habitat burung Kareo Padi. Kata kunci : Burung Kareo Padi, tempat mencari makan, danau LSI IPB BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Lokasi dan waktu Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 5 hari dan dilakukan dari tanggal 31 Oktober 2011 hingga 4 Oktober 2011 pada pagi hari pukul 05.30 WIB sampai pukul 07.30 WIB dan sore hari pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB. 2.2 Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan selama pengamatan meliputi kamera, binokuler, buku lapang, alat tulis. 2.3 Metode Pengambilan Data 2.3.1 Jenis Data yang Dikumpulkan a. Data Primer Metode yang digunakan adalah pengamatan secara langsung di habitat Kareo Padi di danau LSI Institut Pertanian Bogor. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik habitat Kareo Padi terutama habitat sebagai penyedia pakan dan jenis-jenis tanaman yang menjadi pakan Kareo Padi. b. Data Sekunder Data sekunder yang dikumpulkan adalah kondisi fisik dan kondisi biologi kawasan Kampus Institut Pertanian Bogor Darmaga terutama di sekitar danau LSI. Kondisi fisik meliputi luas dan letak lokasi penelitian dan kondisi biologi meliputi vegetasi di danau LSI. 2.3.2 Metode Pengumpulan Data Metode penelitian menggunakan metode ekplorasi atau jelajah yaitu, dengan mengamati secara langsung prilaku makan Kareo Padi. Jalur jelajah yang akan disurvey ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan kondisi fisik kawasan. Pada pelaksanaan kegiatan ini jalur pengamatan terletak di danau LSI sesuai dengan dugaan sebaran habitat burung Kareo Padi. Pada sepanjang jalur pengamatan diidentifikasi jenis-jenis pohon atau semak yang merupakan sumber pakan. Selain habitat dicatat juga perkiraan jumlah jenis dan populasi burung Kareo Padi yang ditemui. Pengamatan dilakukan antara pukul 5.30 WIB-7.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB pengamatan dilakukan sebanyak lima kali. Pengamatan tumbuh-tumbuhan yang berpotensi sebagai pakan Kareo padi diamati secara langsung pada saat jenis burung tersebut sedang makan. 2.3.2.2 Studi Pustaka Studi ini dilakukan untuk mengumpulkan pustaka – pustaka yang memuat informasi mengenai Serak jawa seperti: Skripsi, field guide, jurnal dan website mengenai bahasan yang berhubungan dengan Serak jawa sebagai pembanding. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN Habitat adalah kawasan yang terdiri dari beberapa kawasan baik fisik maupun biotik, yang merupakan satu kesatuan dan digunakan sebagai tempat hidup serta berkembangbiaknya satwaliar. Habitat mempunya fungsi dalam penyediaan makanan, air, dan pelindung. (Alikodra, 2002) Dari segi komponennya habitat terdiri dari komponen fisik dan komponen biotik. Komponen fisik dan biotik ini membentuk sistem yang dapat mengendalikan kehidupan satwaliar. Suatu habitat merupakan interaksi dari berbagai komponen. Komponen fisik terdiri dari : air, udara, iklim, topografi, tanah, dan ruang sedangkan komponen biotik terdiri dari vegetasi, mikro dan makro fauna serta manusia (Alikodra, 2002) Habitat merupakan suatu bagian dari ekosistem, sehingga untuk menjamin kelestarian habitat berarti kelangsungan dari setiap hubungan di dalam sistem harus dipertahankan. Rusaknya hubungan dalam sutau sistem akan mempengaruhi sistem lain sehingga secara langsung atau tidak langsung akan merusak habitat. Kerusakan habitat dapat disebabkan beberpa hal antara lain aktifitas manusia, gangguan satwaliar dan manusia serta bencana alam (Alikodra, 2002) Satwaliar memerlukan air untuk berbagai proses, yaitu pencernaan makanan dan metabolisme, mengangkut bahan-bahan sisa, dan untuk pendinginan dalam proses evaporasi. Jenis-jenis satwaliar mendapatkan air dari berbagai sumber yaitu : (1) Air bebas yang tersedia di danau, kolam ataupun sungai, (2) bagian vegetasi yang mengandung air, (3) embun, dan (4) air yang dihasilkan dari proses-proses metabolisme lemak maupun karbohidrat dalam tubuh. (Alikodra, 2002). Peranan habitat bukan saja merupakan tempat tinggal, tetapi harus menyediakan tempat berlindung dari segala gangguan, makanan yang cukup, tempat istirahat, tempat tidur dan bermalam, tempat berkembang biak serta membesarkan anak. Selain itu , masing-masing jenis burung memerlukan dan memilih tempat tertentu untuk memberi makan, bersarang, bertelur, tumbuh dewasa, dan menghindari dari pemangsa Burhanuddin (1989). Penyebaran burung Kareo Padi yang ada di sekitar kawasan Kampus IPB Darmaga tersebar di beberapa titk antara lain disekitar Danau LSI biasanya burung Kareo Padi bertengger di atas gedung tepatnya diatap Gedung LSI, atau pohon pohon sekitar danau bahkan tempat tempat tersebut berfungsi sebagai tempat berlindung sekaligus berkembang biak. 3.1 Taksonomi Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Gruiformes Famili : Rallidae Genus : Amaurornis Spesies : Amaurernis phoenicurus 3.2 Morfologi Kareo padi memiliki ciri-ciri utama seperti tingginya sekitar 20 cm, dengan panjang 15 cm, untuk burung dewasa memiliki warna hitam dan putih yang mencolok , mahkota dan tubuh bagian atas abu-abu; muka, dahi, dada dan bagian atas perut putih; bagian bawah perut dan ekor bagian bawah merah karat. Iris merah, paruh kehijauan dengan pangkal merah, kaki kuning. Dengan kaki yang cukup kurus dan tinggi daripada proporsi tubuhnya dan diselimuti warna kuning. Pada saat muda warna dominannya yang menutupi tubuh adalah warna hitam atau abu-abu. 3.3 Habitat dan Penyebarannya Penyebaran burung Kareo padi secara global tersebar luas di India, Cina selatan, Asia tenggara, Filipina pada ketinggian 1600 m dpl. Penyebaran lokal pada, Sunda Besar, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Semarang, Bulusan, Tembalang, Pedalangan, Banyumanik,Jrakah, Tugu, Wanawisata Penggaron. Biasanya ada di daerah mangrove, tambak, sawah, sungai, rawa, danau. Penyebaran burung Kareo padi yang tersebar disekitar kawasan Danau LSI, Kampus IPB Darmaga. 3.4 Letak dan Luas Kampus IPB Darmaga terletak pada 9 km arah Barat dari pusat Kota Bogor. Secara administrasi,kampus in termasuk kedalam wilayah Desa Babakan Kecamatan Darmaga Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Batas-batas kawasannya adalah : 1. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Babakan 2. Sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Ciapus dan Sungai Cisadane 3. Sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Cihideung 4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Raya Bogor-Jasinga. Luas kampus IPB Darmaga secara keseluruhan adalah 256,97 ha. Secara geografis kampus ini terletak antara 6° 32’ 45”-6° 33’ 45” LS dan 106° 42’ 43”-106° 44’15” BT (Jaya 2003 dalam Nurcahyo). Kampus ini berada pada ketinggian antara 145-195 m dpl. 3.5 Kondisi Biologi • Flora Secara umum vegetasi di Kampus IPB Darmaga adalah semak berumput, tegakan karet (Hevea brasilliensis), hutan pinus, hutan campuran, hutan percobaan, arboretum, tanaman pekarangan, perumahan dosen dan taman (Hernowo et al. 1991 dalam Nurcahyo). Jenis vegetasi yang mendominasi antara lain : Karet (Havea brasilliensis), Mahoni (Swietenia macrophylla ), Jati (Tectona grandis), Jati Belanda (Gmelina arborea), Akasia (acacia sp.), Cemara aru (Casuarina sumatrana), Eboni (Diospyros celebica), Ketapang (Terminalis catappa), Puspa (Schima noronhae), Sengon (Paraserianthes falcataria), Pinus (Pinus merkusii), Bambu (Bambusa sp.), Meranti (Shorea sp.), dan Nangka (Artocarpus heterophyllus), dan berbagai jenis rumput-rumputan (Nurcahyo 2007). • Fauna Menurut Hernowo et al. 1991 dalam Nurcahyo, kawasan Kampus IPB Darmaga memiliki kelimpahan satwaliar berupa 12 jenis mamalia, 68 jenis burung, 37 jenis reptilian, dan 4 jenis ikan. Jenis mamalia yang biasa dijumpai antara lain, bajing kelapa (Calloscirus notatus), kelelawar (Chinopterus brachyotis), cucurut (Suncus murinus), Tikus rumah (Rattus rattus), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix javanica), berang-berang (Lutra sp.), bajing-terbang ekor-panah (Petinomys saggita), kucing hutan (Felis bengalensis) dan garangan (Herpestes javanica). Jenis-jenis burung yang sering dijumpai dan memiliki penyebaran yang luas di Kampus IPB Darmaga, antara lain Bondol jawa (Lonchura leucogastroides), wallet linchi (Collocalia linchi), cabai jawa (Dicaeum trochileum) dan cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster). Jenis reptilian yang paling mudah dijumpai , antara lain kadal (Mabouya sp.), cicak terbang (Draco volans),bunglon (Calotes jubatus), tokek (Gecko gecko), ular pucuk (Dryophis prasinus), ular tali (Ahaetulla ahaetulla), dan ular kobra (Nurcahyo2007) 3.6 Kondisi Fisik Curah hujan rata-rata bulanan di kawasan kampus IPB Darmaga dan sekitarnya sekitar 326,82 mm dan suhu udara rata-rata tahunan 25,7°C sehingga dapat dikatakan bahwa kawasan kampus IPB Darmaga berkelembapan tinggi. Topografi Kampus IPB Darmaga sebagian besar adalah datar samoai bergelombang dengan lereng-lereng pada daerah yang berbatsan dengan sungai. Kondisi perairannya meliputi sebuah Danau kecil yang bermana Situ Leutik yamg berada di dekat gedumg utama (Danau Rektorat), Sungai Cihideung, Sungai Cisadane, Rawa berumput atau lahan basah dekatasrama sylva sari,kolam perikanan, arborretum dan beberapa mata air (Nurcahyo 2007). 3.7 Peta Lokasi Pengamatan 3.8 Hasil Pengamatan Tabel 1. Kegiatan Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus) di sekitar danau LSI IPB No Hari/Tanggal Uraian Kegiatan 1. Senin, 31 Oktober 2011 (pagi) 06.19 seekor burung Kareo Padi di tanah berumput, sedang mencari makan 2. Senin, 31 Oktober 2011 (sore) 16.00-17.30 Hujan deras, tidak ada burung Kareo Padi yang terlihat 3. Selasa, 1 November 2011 (pagi) 17.17 Ditemukan tiga ekor Kareo Padi, ditemukan di semak pinggir danau LSI, mematuk sejenis rumput dan biji rumput, sedang mencari makan. 4. Selasa, 1 November 2011 (sore) 16.00-18.00 hujan cukup deras, lima ekor burung Kareo Padi sekitar satu meter dari air, hanya berdiri diam. 5. Rabu, 2 November 2011 (pagi) 06.13 Dua Kareo padi kurang lebih lima meter. Substrat air dangkal dan tanah sedang mencari makan (mematuk matuk di antara semak-semak) 06.28 Seekor Kareo Padi terbang rendah ke air lalu masuk ke semak belukar yang tumbuh di atas air di dekat gedung FPIK. 07.09 Semak belukar di air dangkal dekat gedung OFAC, sedang membersihkan diri. 6. Rabu, 2 November 2011 (sore) 16.05 Seekor Kareo Padi mencari makan di bawah pohon bambu di pinggir danau antara FPIK dan LSI. 16.18 Seekor Kareo Padi anakan berlari di antara semak semak dekat MKDU. 16.55 Seekor burung Kareo hinggap di antara ranting-ranting bambu yang rendah. 17.15 Dua ekor burung Kareo Padi mancari makan di belakang danau LSI. 7. Kamis, 3 November 2011 (pagi) 05.30-17.30 cerah, tidak ada burung Kareo Padi yang terlihat. 8. Kamis, 3 November 2011 (sore) 16.30 Tiga ekor burung Kareo Padi sedang mencari makan di antara semak-semak air dangkal. 9. Jumat, 4 November 2011 (pagi) 06.31 seekor Kareo Padi di pinggir danau LSI terbang menanjauh dari pengamat. 06.45 seekor burung Kareo Padi berjalan di atas air dangkal sedang mencari makan. 10. Jumat, 4 November 2011 (sore) 05.32 Terlihat seekor burung Kareo Padi terbang rendah ke semak-semak dekat gedung FEM. 05.48 Seekor burung kareo Padi berjalan di bawah pohon Palem, kemudian naik ke tanah yang lebih tinggi di bawah pohon Karet. 06.11 Tiga ekor burung Kareo Padi (satu dewasa dua anakan) di bawah pohon pinus dekat jembatan MKDU sedang mencari makan di antra semak-semak yang berair dangkal. 06.30 dua ekor Kareo Padi dewasa sedang mencari makan di pinggir danau (di antara semak-semak). Ketika didekati salah satu Kareo Padi terbang ke arah seberang danau dan yang seekor lagi masuk ke semak-semak. 06.31 Seekor Kareo Padi terlihat sedang mencari makan di bawah pohon Karet lalu turun ke danau dan berenang di pinggir danau sambil mencari makan. 06.32 Mencari makan di antara semak-semak.

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer