Drugtrafficker

Praktikum ke-2 Hari/Tanggal :Senin,12 September 2011 Mata Kuliah Sosiologi Umum (KPM 130) Ruang : RKV 2.02 Drugtrafficker dari Cianjur Karya : Irfan Budiman Disusun Oleh : Kukuh Pratama Asisten Dosen: Rizka Amalia/I34090030 Septiana Nurhanifah/I34090057 I.RESUME Meski raut wajah Merika Franila alias Ola tampak terlihat cerah namun sesungguhnya dia masih bersedih dengan vonis yang dijatuhkan hakim kepadanya. Begitu pula dengan sepupunya Rani, dia merasa vonis yang diberikan hakim kepadanya tidak tepat. “Saya enggak tahun perasaan saya sekarang, antara sedih, marah dan kecewa. Saya inikan cuma kurir. Kok dihukum seberat ini”. Ujar Rani jum’at siang pekan lalu. Awal mulanya dia mengenal Tajudin alias Tony secara tak sengaja di bilangan kampungbali, Jakarta Pusat. Pria Nigeria tersebut adalah pria yang kemudian menjadi suami Ola. Awalnya rumah tangga mereka berjalan harmonis. Namun, berapa tahun kemudian sifat asli Tony mulai muncul. Dia mulai sering memperlakukan Ola secara kasar seperti menyundut anggota tubuh Ola dengan puntung rokok, memukul kepala, punggung, dan paha Ola. Meskipun demikian, Ola mengaku masih mencintai suaminya. Dia menuturkan ada semacam gaya magic yang dimiliki suaminya. Akhirnya Ola pun mengetahui bahwa suaminya yang tadinya mengaku mempunyai bisnis pakaian jadi sebenarnya dia mempunyai bisnis narkotika. Naasnya Ola diajak suaminya pula untuk turut andil dalam bisnisnya, tapi apa boleh buat Ola hanya bisa menganggukan perintah suaminya. Tak berapa lama posisi Ola pun meningkat menjadi drugtrafficker dengan bayaran sekitar US$ 200 utnuk setiap kali mengirim kurir keluar negeri. Semenjak kondisi ekonomi Ola-Tony juga terus melonjak. Dengan kondisi yang demikian, beberapa kerabat Ola pun meminta bantuan yang diantaranya adalah kedua sepupunya, Rani andriani dan Deni Setia Maharwan. Namun akhirnya mereka terjebak pula dalam komplotan bisni obat-obatan terlarang tersebut. Dengan terpaksa mereka menjadi kurir karena tidak mampu melunasi hutang dari Ola-Tony. Ola bersama kedua sepupunya diringkus polisi saat berada di bandara Soekarno – Hatta pada tanggal 12 Januari 2003. Pada hari yang sama, Tony bersama 4 temannya tewas dalam baku tembak dengan polisi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan II. ANALISIS 1. Struktur sosial yang terjadi di sini adalah ikatan perkawinan antara Ola dan Tony. Tony yang berperan sebagai suami mempunyai semacam kekuasaan untuk mengatur istrinya dan Ola sebagai istrinya pun hanya bisa menuruti apa yang diperintah Tony. Selain itu , ikatan darah daging juga terdapat pada hubungan antaqra Ola dan sepupunya, Rani. 2. Menurut Saya tindakan sosial dari bacaan “drugtrafficker dari Cianjur” dapat dibagi menjadi empat tipe ideal yaitu: a. rasional instrumental : dengan terpaksa Ola menuruti perintah suaminya agar tidak lagi disiksa Tony. selain itu karena lilitan hutang kepada Ola-Tony akhirnya Deny dan Rani menjadi kurir narkotika dan bekerjasama dengan mereka. b.rasional berorientasi nilai : setelah menikah dengan Tony akhirnya mereka berpindah ke rumah orang tua Ola. c. tindakan tradisisonal :Ola mengaku ada semacam kekuatan magis yang membuatnya tunduk pada suaminya. d. tindakan afektif : akhirnya sikap dingin Tony terlihat. Terbukti dia sering melakukan penganiayaan kepada Ola. 3. Dari bacaan “drugtrafficker dari Cianjur” integrasi fungsional yang dapat diketahui adalah dalam komplotan narkotika tersebut diperlukan kurir, drugtrafficker, dan pemeran lainnya, sehingga apabila salah satu anggota tertangkap polisi maka yang lainnya pun dengan mudah akan tertangkap. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam grup/komplotan tersebut terdapat hubungan saling ketergantungan yang dapat berpengaruh kepada anggota lain. 4. Unsur kekuasaan dalam bacaan “Drugtrafficker dari Cianjur” sangat dominan dipengaruhi oleh pihak Tony yang terus menerus menekan Ola. 5. Unsur kebudayaan dalam “drugtrafficker dari Cianjur” adalah sikap tolong menolong antara Ola dan sepupunya, Rani. Hal tersebut adalah nilai kebudayaan yang sudah mendarah daging. 6. Sedangkan aras yang dipakai pada bacaan “drugtrafficker dari Cianjur”termasuk pada cara masalah sosial yang membahas tentang masalah-masalah sosial dalam masyarakat keluarga. 7. Pandangan subjektif dalam cerita tersebut adalah sikap Rani yang tidak senang dengan keputusan hakim. Hal tersebut terbukti pada pernyataan Rani , “Saya enggak tahu perasaan saya sekarang, antara sedih, marah dan kecewa. Saya inikan cuma kurir. Kok dihukum seberat ini”. 8. Ditinjau dari pandangan objektif, kalau dipandang dari hukum yang berlaku di Indonesia, posisi atau peran Rini patut divonis mati. III. DAFTAR PUSTAKA Sosiologi Suatu Pengantar Karya Soejono Soekanto

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer