Fisiologi Darah

HASIL & PEMBAHASAN Jumlah butir darah putih per mm3 darah = 20 x 10/4 x 142 butir = 142 x 50 butir = 7100 butir Butir-butir darah pada preparat darah kelinci Butir-butir darah pada preparat darah ayam Persentase jenis-jenis butir darah putih kelinci Neutrofil = 13 % Eosinofil = 16 % Basofil = 24 % Limfosit = 12 % Monosit = 35 % Jumlah 100 butir = 100 % Trombosit unggas = Trombosit x Σ E = 75 x 3000000 = 450000 butir/mm3 T+Eritrosit 500 Dalam menghitung jumlah butir darah putih digunakan larutan pengencer Turk. Larutan Turk mengandung asam cuka glasial untuk memecah membran dan gentiana violet untuk mewarnai inti. Dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 6000-10000 butir darah putih (Wikipedia, 2011). Dalam sediaan apus darah kita mengamati berbagai macam bentuk butir-butir darah, yaitu butir darah merah, butir darah putih, serta platelet (trombosit). Butir darah putih terdiri atas agranulosit dan granulosit. Granulosit terdiri atas limfosit dan monosit. Granulosit terdiri atas neutrofil, eosinofil, dan basofil. Persentase jenis-jenis butir darah putih pada kelinci. Limfosit sebanyak 30-50 %. Neutrofil sebanyak 30-50 %. Monosit sebanyak 2-16 %. Eosinofil sebanyak 0.5-5%. Basofil sebanyak 2-8 % (Ref Kozma et al., 2011). Adapun hasil yang ditunjukkan dalam percobaan tidak terlalu sesuai, mungkin karena perbedaan metode penghitungan dan atau pengenceran yang dilakukan. Limfosit memiliki inti sel heterokromatik berbentuk lonjong hingga bulat, sitoplasma bersifat basofilik, limfosit kecil berukuran 6-9 mikron dengan inti besar sedikit berlekuk dan sitoplasma sedikit, limfosit besar berukuran 12-15 mikron dengan inti besar dan pucat dan sitoplasma banyak. Limfosit merupakan sel utama dalam sistem kekebalan. Monosit merupakan sel leukosit terbesar (5-20 mikron) dengan inti berbentuk seperti ginjal atau tapal kuda, sitoplasma bersifat basofilik, kadang-kadang terlihat memiliki pseudopodia. Monosit berfungsi dalam fagositosis, respon imun, sekresi, dan proses penyembuhan. Neutrofil (mikrofag) berukuran 12-15 mikron, inti bergelambir 2-5 dengan sitoplasma bergranul eosinofilik dan basofilik. Neutrofil merupakan lini pertahanan pertama (first line defense), berperan dalam fagositosis. Eosinofil berukuran 1.2-8 mikron dengan inti bergelambir 2 (seperti kacamata). Eosinofil meningkat pada infestasi parasit. Basofil berukuran 10-12 mikron dengan inti tidak teratur bergelambir 2-3, sitoplasma berwarna biru tua sampai dengan ungu. Basofil berfungsi membangkitkan reaksi hipersensitifitas dengan sekresi yang bersifat vasoaktif. Platelet (trombosit) merupakan benda darah terkecil dengan ukuran 2-4 mikron. Tidak memiliki inti sel (mammalia) dan tidak motil. Lama hidup pada mammalia selama 8-10 hari. Trombosit berfungsi dalam pemeliharaan endotelium, pembekuan darah, juga memfasilitasi fagositosis. KESIMPULAN Jumlah butir darah putih pada kelinci adalah sekitar 7100 butir/mm3. Dalam membuat sediaan apus darah dapat menggunakan pewarna Giemsa, Wright, Hematoksilin Eosin. Pada preparat darah perifer dapat dilihat jenis-jenis butir darah putih, yaitu limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil, dan basofil. Kita dapat menghitung persentase jenis-jenis butir darah putih pada kelinci. Jumlah trombosit unggas adalah sekitar 450000 butir/mm3. JAWAB PERTANYAAN Tujuan dilakukannya penghitungan jumlah butir darah putih adalah untuk mengetahui apakah jumlahnya sedang dalam keadaan normal. Jika kadarnya tinggi, umumnya berarti tubuh sedang melawan infeksi. Jika kadarnya rendah, artinya ada masalah dengan sumsum tulang. Leukosit rendah disebut leukopenia atau sitopenia, berarti tubuh kurang mampu melawan infeksi (Spiritia, 2011). Perbedaan bentuk butir darah merah (BDM). BDM manusia berbentuk bikonkaf, tidak memiliki inti, dibagian konkaf tampak gelap dan dibagian cembung tampak terang, berukuran lebih kecil dari BDM ikan dan BDM katak. BDM kambing berbentuk bikonkaf, berukuran 5-6 µm, bagian tengah berwarna lebih pucat, jangka hidup sampai 130 hari, bentuk badan Rouleuax pada kambing termasuk sesuatu yang tidak biasa (Douglass Weiss, 2010). BDM katak berbentuk lonjong (bikonfeks), berukuran besar, memiliki inti yang terletak di tengah. BDM ikan berbentuk oval (bikonfeks, memiliki inti yang terletak di tengah, berwarna merah kekuningan, ukurannya lebih kecil daripada BDM katak dan lebih besar daripada BDM manusia. Persentase eosinofil di dalam darah akan meningkat pada infeksi parasit (seperti kecacingan), penyakit kulit, asma, alergi serta beberapa infeksi ringan. Jumlahnya akan menurun bila tubuh mengalami stres, infeksi berat, luka bakar, serta shock (Argiwiyanto, 2010). >>Bagus<< >>kalau yg perbedaan ini mau diganti pake kata”, ganti aja<< >>yg ayam belum diisi<< >>thx<< Perbedaan bentuk butir darah putih (BDP). BDP kelinci Neutrofil Eosinofil Basofil Limfosit Monosit BDP ayam DAFTAR PUSTAKA Argiwiyanto. 2010. Jenis dan Fungsi Sel-Sel Darah. http://balitasehatcerdas.blogspot.com/2010/09/jenis-dan-fungsi-sel-sel-darah.html (5 April 2011). Kozma Ref, et al. 2011. Hematology. http://ehs.uc.edu/lams/data/Rabbits/9003/03_020.html (1 April 2011). Spiritia. 2011. Hitung Darah Lengkap. http://www.spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=121 (5 April 2011). Wikipedia. 2011. Sel Darah Putih. http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih (5 April 2011). Douglass Weiss, K. Jane Wardrop. 2010. Schalm's Veterinary Hematology. http://books.google.com/books?id=7h293sAA2JYC&dq=normal+sheep+leukocyte+picture&source=gbs_navlinks_s (5 April 2011).

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer