Macam-Macam Angin Yang Mempengaruhi Keadaan Cuaca di Suatu Daerah
Pengertian Angin
Angin yaitu udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara(tekanan tinggi ke tekanan rendah) di sekitarnya. Angin merupakan udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah atau dari suhu udara yang rendah ke suhu udara yang tinggi.
Sifat Angin
Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin disekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Diatas tanah udara menjadi penas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.
Terjadinya Angin
Gradien barometris:
Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.
Letak tempat:
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.
Tinggi tempat:
Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.
Waktu:
Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari.
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Perbedaan suhu dan tekanan udara akan terjadi antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, yang berakibat akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.
Angin – angin mempunyai mempunya nama.
Adanya angin memberi kesan yang bermacam-macam. Oleh karena itu orang membedakan angin dengan memberi nama. Berbagai cara dan dasar digunakan untuk memberi nama angin antara lain :
1. berdasarkan arah bertiupnya
2. kecepatan atau kekuatannya
3. waktu bertiupnya
4. sifat dan dampaknya,serta masih banyak lagi yang lainnya.
Berasarkan kebiasaan arah datangnya dikenal angin baratan dan angin timuran :
Angin baratan adalah angin yang arahnya selalu dari barat, tetapi berbeda dengan angin barat. Kenyataanya di musim angin barat , laut sekeliling pulau Sulawesi selalu mengamuk. Ombak setinggi 2 meter lebih. Dan dalam kondisi seperti ini,hampir dipastikan tidak ada nelayan yang berani melaut. Kecuali mereka yang cukup nekad dan bernyali besar. Sebab keselamatan jiwa dan perahu pecah adalah taruhannya. Alhasil mata pencaharian para penduduk yang sebagian besar nelayan otomatis lumpuh. Kondisi ini terjadi di seluruh pulau-pulau di selat makassar, bahkan lebih parah karena sulit dijangkau, yang mengakibatkannya terisolir dari bantuan yang datang. Hujan dan badai memang selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sebagai penduduk pulau. Kami mafhum jika laut mengamuk di musim angin barat ini.
Makassar, 04 januari 2008
Angin timuran adalah angin yang arahnya selalu dari timur tetapi berbeda dengan angin timur.
Dari arahnya dan sekaligus dari tempatnya dikenal angin baratan khatulistiwa, angin baratan subtropik, angin timuran kutub.
Angin baratan khatulistiwa adalah angin baratan yang terdapat di sekitar khatulistiwa yang memisahkan angin pasat belahan bumi utara dan pasat belahan bumi selatan.
Angin baratan subtropik, adalah angin baratan yang terdapat di pinggiran menghadap kutub dari kawasan subtropik.
Angin timuran kutub adalah angin timuran yang terdapat di kawasan kutub.
Angin pasat, adalah nama angin di kawasan tropik yang berasal dari daerah tekanan tinggi subtropik yang berpusat di sekitar 30o – 40olintang utara dan di sekitar 30o – 40o lintang selatan. Angin tersebut bertiup dari suatu arah hampir sepanjang tahun. Di bagian belahan bumi utara arah umumnya dari timur laut, dan di bagian belahan bumi selatan dari arah tenggara. Angin pasat timbul karena adanya daerah dengan tekanan tinggi luar tropik di belahan bumi utara dan selatan dan yang lebih tinggi dari pada tekanan udara di kawasan tropik. Angin pasat terlihat jelas di atas lautan Pasifik dan di atas lautan Atlantik.
Dari perubahan arahnya dikenal angin menganan dan angin mengiri.
Angin menganan adalah angin yang arahnya berubah ke arah kanan atau searah dengan arah putaran jarum jam. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi utara ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi selatan.
Angin mengiri adalah angin yang arahnya berubah ke arah kiri atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi selatan ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi utara.
Dari tempatnya, dikenal banyak nama angin :
Angin lokal.. Nama angin yang biasa bertiup di suatu tempat disebut “angin lokal atau angin setempat”.
Angin lorong, angin lokal kencang diujung terowongan atau celah diantara dua bukit,
Angin laut, angin lokal di kawasan pantai yangterjadi pada siang hari; arahnya dari laut menuju daratan karena perbedaan suhu ketika permukaan darat lebih tinggi dari pada suhu di atas laut yang bersebelahan. Umumnya angin laut lebih kuat dibandingkan angin darat. Angin laut dapat memasuki daratan sampai sekitar 30 km dari pantai, sedangkan angin darat hanya mencapai sekitar 10 km dari pantai ke arah laut.
Angin darat, angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada malam hari; arahnya dari daratan menuju lautan karena perbedaan suhu ketika permukaan laut suhunya lebih tinggi dari pada suhu di atas daratan yang bersebelahan.
Angin gunung, angin lokal di pegunungan yang terjadi pada malam hari dari puncak gunung menuju lembah ketika udara di puncak gunung menjadi dingin dan rapat massanya lebih besar dibandingkan dengan yang ada di lembah. Angin gunung juga disebut angin katabatik.
Angin lembah, angin lokal yang di pegunungan yang terjadi pada siang hari dari lembah ke arah puncak gunung ketika lereng gunung mendapat banyak penyinaran matahari, sehingga udara naik sepanjang lereng gunung. Angin lembah disebut pula angin anabatik.
Angin permukaan, adalah angin yang bertiup di dekat permukaan bumi. Pengukuran angin tersebut dilakukan pada ketinggian 10 meter dari permukaan bumi di kawasan terbuka.
Berdasarkan waktu terjadinya, dikenal angin musim,
Angin musim adalah nama angin yang bertiup secara musiman. Dalam sebagian tahun bertiup dari satu arah, dan sebagian tahun lainnya bertiup dari arah yang berlawanan. Angin musim tersebut terdapat di banyak daerah, misalnya di Afrika, Arab, India, Indonesia. Di Indonesia bagian tengah dan timur pada umumnya dikenal angin musim barat dan angin musim timur. Angin musim barat berlangsung mulai sekitar bulan Oktober dan berakhir sekitar bulan Maret; angin musim timur berlangsung sekitar bulan April sampai sekitar bulan September. Di sebagian Indonesia bagian barat, di India, dikenal angin musim barat daya dan angin musim timur laut. Angin musim barat daya berlangsung dari sekitar bulan Mei sampai sekitar bulan September, dan angin musim timur laut berlangsung sekitar bulan Oktober sampai sekitar bulan April. Pergantian arah angin tersebut berkaitan dengan musim panas dan musim dingin di benua Asia. Musim angin timur laut berkaitan dengan musim dingin di Asia, dan musim angin barat daya berkaitan dengan musim panas di Asia.
Dari sifat udara yang dibawa dikenal nama-nama angin :
Angin jatuh (fohn), angin lokal yang terdapat di tempat-tempat tertentu di balik gunung. Angin tersebut sering sangat kencang, panas dan kering yang timbulnya pada musim tertentu. Angin tersebut timbul ketika udara yang dibawah dingin dan di atas panas melewati gunung. Setelah melewati gunung udara turun dengan kencang seperti angin jatuh. Angin jatuh tersebut bertiup kencang dan berlangsung terus-menerus sampai berhari-hari sehingga menimbulkan dampak yang sangat terasa di daerah yang dilewati. Biasanya terjadi pada musim kemarau yang sangat kering. Karena dampak yang sangat terasa tersebut penduduk setempat memberi nama menurut kesan yang dirasakan.
Di Indonesia angin jatuh yang terkenal adalah
angin bohorok di Tapanuli Sumatra Utara;
angin kumbang di daerah Cirebon Jawa Barat,
angin gending di daerah Pasuruhan Jawa Timur,
angin barubu di Sulawesi Selatan,
angin wambraw di daerah Manokwari.
angin taku yakni angin timur-timur laut kuat di Juneau Alaska yang biasanya bertiup dalam waktu antara bulan Oktober dan Maret
Angin anabat, adalah angin lokal yang bertiup naik sepanjang lereng gunung yang panas karena sinar matahari.
Angin gravitas, adalah gerak udara dingin dari tempat yang tinggi ke arah pantai laut di dekatnya yang panas. Angin gravitas juga sering diserupakan dengan “angin jatuh” atau angin katabat.
Angin hitam, adalah angin yang kuat, sangat bergolak-galik, kering yang bertiup ke bawah di lereng gunung; angin tersebut terkenal di Kurdistan selatan, Persia, dan dinamai juga dengan angin reshabar.
Angin katabat adalah angin turun sepanjang lereng gunung yang timbul karena dalam arah horizontal kerapatan udara di sepanjang lereng lebih besar daripada kerapatan udara di sekitarnya. Perbedaan kerapatan tersebut karena pendinginan permukaan lereng mendinginkan udara di sekatnya.
Angin krakatao adalah lapisan angin timuran di atas wilayah tropik pada ketinggian 18 – 24 km. Lapisan tersebut menempati puncak dari angin baratan troposfer tengah yang tebalnya sampai 6 km dan kira-kira 2 km di atas tropopauze. Nama angin tersebut dikenali ketika adanya debu letusan gunung Krakatao pada tahun 1883.
Di kalangan pelayaran dan penerbangan dikenal nama-nama angin yang diberikan menurut kesan pada pelayaran atau penerbangan, misalnya:
Angin buritan adalah nama angin yang bertiup dari arah belakang searah dengan arah gerak kapal atau pesawat terbang; disebut pulaangin turutan.
Angin haluan atau angin sakal adalah angin yang bertiup dari depan arah kapal atau pesawat terbang. Baik angin buritan maupun angin sakal keduanya disebut angin membujur.
Angin lambung adalah angin yang bertiup dari arah samping kapal atau pesawat terbang; disebut pula angin silang yalah angin yang mempunyai komponen berarah tegaklurus terhadap arah gerakan kapal atau pesawat terbang.
Mengapa angin dapat menumbangkan pohon?
Angin mempunyai kecepatan dan energi yang dapat mendorong benda-benda yang dilewatinya. Kecepatan angin dinyatakan dalam km/jam, m/detik, atau dalam knot ( 1 knot = 1 mil/jam = 1,8 km/jam ). Dalam pelayaran lazimnya menggunakan ukuran kecepatan knot dan dalam penerbangan selain knot juga digunakan ukuran km/jam atau m/detik.
Angin mempunyai energi yang besarnya setara dengan kecepatannya; makin kencang makin besar energi yang dibawanya. Berkaitan dengan energi tersebut oleh Admiral Beaufort dari angkan laut Inggris pada awal abad-19 angin dibedakan tingkatnya menurut dampak yang ditimbulkan, dan menyusunnya dalam skala yang selanjutnya dikenal dengan “skala Beaufort”. Kenudian pada tahun 1906 G.C. Simpson dalam Meteorological Office Publication no. 180, London, mengemukakan hubungan antara skala Beaufort dan kecepatan angin dalam rumus : V = 0,836 B3 /2, dengan V = kecepatan angin dinyatakan dalam m/dt, dan B besarnya skala. Dengan skala Beaufort dikenali tanda-tanda seperti berikut :
Skala Beaufort 0 : Keadaan tenang; asap dari cerobong industri kelihatan
Skala Beaufort 12: Angin sangat kencang yang kecepatannya lebih dari 60 knot. Di darat banyak menimbulkan pohon tumbang dan di laut menimbulkan gelombang sangat tinggi.
Berdasarkan kecepatannya angin diberi tingkatan yang diberi nama:
Angin teduh, adalah angin yang kecepatannya kurang dari 1 knot.
Angin ribut, adalah angin yang luar biasa kekuatannya lebih dari 28 knot.
Angin ribut kuat, adalah angin ribut yang kecepatannya 41 sampai 47 knot.
Angin ribut hebat, adalah angin ribut yang kecepatannya lebih dari 48 knot.
Angin ribut lemah, adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot.
Angin ribut sedang, adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot.
Bebagai nama angin juga diberikan berdasarkan sifat fisis dan berdasarkan teori atau disebut angin teoritik, antara lain :.
Angin geostrofik adalah angin mendatar yang secara teori dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan landaian mendatar tekanan. Dalam fisika keseimbangan tersebut dinyatakan dengan rumus : Vg = – g/f Ó˜p/Ó˜n; dengan g = percepatan gravitas bumi, f = faktor Corioli, p = tekanan atmosfer, dan Ó˜p/Ó˜n = landaian tekanan sepanjang arah garis n tegaklurus isobar. Angin geostrofikk arahnya hampir sejajar dengan arah isobar.
Angin alobar adalah (1). Komponen angin yang secara teori dihasilkan oleh ketidak seragaman perubahan lokal dari tekanan mengikut waktu. (2). Kecepatan angin yang timbul dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan percepatan angin geostrofik.
Angin isalobar, adalah angin yang secara teori ditimbulkan oleh perubahan lokal tekanan mengikut waktu.
Angin landaian adalah komponen kecepatan angin yang tegaklurus garis kontur tekanan tetap di suatu titik pada peta ketinggian. Secara teori angin landaian (Vgr) dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan gaya sentripetal dengan landaian mendatar tekanan, dan dinyatakan dengan rumus : Vgr2/R + f Vgr = – g Ó˜p/Ó˜n; dengan R = jejari lengkungan lintasan, f = faktor Corioli, g = percepatan gravitas bumi, Ó˜p/Ó˜n = landaian tekanan tegaklurus isobar.
Angin langkisau adalah angin kuat yang mendadak terjadi dalam waktu singkat yang kemudian diikuti keadaan tenang (ta ada angin); umumnya hanya disebutkan langkisau saja.
Angin membujur setara adalah angin khayalan, dalam penerbangan, yang diwujudkan seperti angin sebenarnya dengan kecepatan seragam sebesar kecepatan rata-rata pesawat terbang terhadap bumi dan selalu sejajar dengan lintasannya.
Angin pilin adalah badai angin kecil dengan udara di dalamnya berputar mengelilingi pusat yang bertekanan rendah; kadang-kadang putaran udara menjulur ke atas sampai beberapa ratus meter dan menimbulkan pilin debu bila terjadi di padang pasir.
Angin puyuh, adalah putaran kuat turus udara berbentuk juntaian yang terdapat pada bagian bawah awan Kumulonimbus dan hampir selalu tampak sebagai awan corong. Pusarnya bergaris tengah beberapa ratus meter. Biasanya berputar siklonal (mengiri bila dilihat dari atas) dengan kecepatan sekitar 150 – 500 km/jam. Angin puyuh termasuk fenomena atmosfer skala lokal yang mempunyai potensi kekuatan sangat merusak. Di Indonesia angin puyuh disebut juga “puting beliung”.
Angin semu, adalah angin yang arah dan kecepatannya diukur dari benda yang bergerak. Besar arah dan kecepatannya sama dengan beda vektor antara angin sebenarnya dan kecepatan benda yang bergerak.
Angin sakal setara, sama dengan angin membujur setara.
Angin termal adalah angin yang secara teori diturunkan dari perbedaan suhu dan tekanan dalam lapisan atmosfer yang rumusnya :
Dalam praktik angin termal dinyatakan sebagai beda vektor angin di suatu paras dan vektor angin paada paras dibawahnya. Misalkan pada paras 500 mb vektor angin V5 dan pada paras 700 mb V7 maka angin termal dalam lapisan antara paras 700 mb dan 500 mb ditulis :
VT = V5 – V7
Di lintang tengah dan tinggi belahan bumi utara, di sekitar daerah dingin, arah angin termal adalah siklonik (mengiri), dan di sekitar daerah panas antisiklonik (menganan). Sebaliknya di belahan bumi selatan, di sekitar daerah dingin arah angin termal adalah antisiklonik (mengiri), dan di sekitar daerah panas siklonik (menganan). Meskipun penaksiran tersebut hanya untuk lintang tengah dan tinggi, tetapi dapat digunakan untuk menaksir imbasnya di kawasan tropik atau Indonesia.
Dengan angin termal dapat ditaksir adanya lataan suhu atau energi dan arah penjalarannya. Dalam lapisan batas (dari permukaan sampai sekitar 3 km atau paras 700 mb) , proyeksi ujung vektor angin termal membentuk garis spiral yang disebut spiral Ekman. Bila bentuk spiral sangat lengkung dalam lapisan tersebut udara bergolak-galik besar.
Angin sebagai petunjuk cuaca.
Dari angin dapat dikenali bebagai fenomena cuaca. Misalnya, di daerah mengumpulnya angina di dekat permukaan bumi udara cenderung bergerak ke atas sehingga menimbulkan banyak awan dan hujan. Sebaliknya di daerah angina menyebar udara cenderung bergerak ke bawah sehingga di atas daerah tersebut awan sulit tumbuh. Bila ngin kencang terus-menerus bertiup di atas lautan dapat menimbulkan gelombang besar. Bila di suatu daerah arah angina sejajar tetapi kearah samping kecepatannya banyak berbeda menimbulkan gesekan sehingga udara berputar; demikian pula dapat menimbulkan putaran bila arah angina di suatu sisi berlawanan arah dengan angin di sisi sebelah.
Source: Wikipedia dan berbagai Sumber yang lainnya
http://phenomenaalam.blogspot.com/2010/11/macam-macam-angin-yang-mempengaruhi_12.html
Selasa, 07 Desember 2010
Senin, 01 Maret 2010
Istilah Arah dan Kecepatan Angin
Angin yang bertiup disuatu daerah terbatas, kurang dari 100 km, dan disebabkan oleh kondisi lokal atau angin yang untuk beberapa lama memperoleh ciri-ciri khusus yang disebabkan oleh kondisi lokal. Di berbagai daerah tropis angin lokal ini sering terjadi dan berlangsung teratur [Prawirowardoyo S, 1996]. Dimana angin dapat terjadi ” jika pada suatu saat terjadi perbedaan tekanan udara pada dua lokasi dalam arah mendatar, maka akan terjadi gerakan perpindahan massa udara. Perpindahan ini terjadi dari tempat yang memiliki tekanan udara relatif tinggi ke tempat yang memiliki tekanan udara relatif rendah ”. Gerakan perpindahan massa udara pada arah mendatar tersebut biasa disebut dengan angin [Soepangkat, 1994].
Arah angin adalah ”arah darimana angin berhembus atau darimana arus angin datang dan dinyatakan dalam derajat yang diukur searah perputaran jarum jam dan dimulai dari titik utara bumi dengan kata lain sesuai titik kompas”[Soejitno, 1975].
Arah angin yang diamati adalah arah rata-rata selama 10 menit sebelum sampai dengan waktu peramatan. Arah angin pada umumnya tetap dari suatu arah tertentu untuk waktu yang agak lama. Kadang-kadang arah angin yang tetap ini, kemudian berubah baik secara berangsur-angsur maupun secara tiba-tiba atau mendadak.
Kecepatan angin adalah ”kecepatan dari menjalarnya arus angin dan dinyatakan dalam knots atau kilometer per jam maupun dalam meter per detik ”[Soepangkat, 1994]. 1 knots sama dengan 1 mile laut per jam, atau sama dengan 0,51 meter per detik. (Mile laut biasa disebut nautical mile atau disingkat n.m) [Soejitno, 1975]. Karena kecepatan angin umumnya berubah-ubah, maka dalam menentukan kecepatan angin diambil kecepatan rata-rata dalam periode waktu selama 10 menit dengan dibulatkan dalam harga satuan knots yang terdekat. Keadaan ditentukan sebagai angin teduh (calm) jika kecepatan kurang dari satu knots. Angin permukaan (lokal) salah satunya dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu pertama, angin darat dan angin laut, kedua, angin gunung dan angin lembah.
Angin darat dan angin laut dapat terjadi karena disebabkan oleh perbedaan sifat termal antara permukaan daratan dan permukaan air seperti lautan dan danau. Oleh karenanya terjadi reaksi atau tanggapan yang berbeda terhadap radiasi matahari yang jatuh kepadanya.
Angin darat terjadi pada malam hari terjadi pendinginan sebagai akibat pemancaran radiasi gelombang panjang dari permukaan lautan dan daratan. Dimana angin darat terjadi sekitar dua jam setelah matahari terbenam. Ketebalan dan kecepatran angin darat lebih kecil daripada ketebalan dan kecepatan angin laut, yaitu ketebalannya dapat mencapai 100 m dan kecepatannya 2 m/dtk. Meskipun angin darat kekuatannya kecil daripada angin laut, dapat menimbulkan gejala atmosfer yang dahsyat berupa sederetan awan Cb dengan disertai badai guntur.
Angin laut mulai berhembus beberapa jam setelah matahari terbit dan mencapai maksimalnya pada waktu lewat tengah hari. Kekuatan angin laut bertambah dengan bertambah kuatnya penyinaran matahari. Efek angin laut kadang-kadang dapat dirasakan sampai 50 km ke arah pedalaman. Oleh karena itu angin laut berkembang paling baik pada musim kering di daerah tropis dan pada musim panas di daerah lintang tinggi. Angin laut dapat menimbulkan pembentukan awan cumulus, tetapi awan ini jarang cukup berkembang untuk menghasilkan hujan. Angin laut dapat mencapai ketebalan atau tinggi 1 km dan kecepatan antara 4-7 m/dtk. Setelah angin melemah mulailah angin darat berhembus dalam arah kebalikannya [Prawirowardoyo S, 1996].
Angin ini serupa dengan angin darat dan angin laut, mempunyai periode 1 hari. Pada siang hari, angin bertiup mendaki gunung dan disebut ”angin lembah”. Sebaliknya pada malam hari, angin turun dari gunung dan disebut ”angin gunung”.
Angin lembah terutama terjadi di pegunungan yang mempunyai lembah yang dalam dan luas. Di daerah pegunungan yang biasa hanya terdapat angin lereng yang naik dan yang turun. Meskipun terjemahannya kurang tepat, namun sampai sekarang masih dipakai istilah angin lembah dan angin gunung.
Pada siang hari angin lembah berhembus kira-kira jam 10.00 pagi sampai matahari terbenam, sesudah itu berhembus angin kebalikannya yaitu angin gunung. Cuaca dan iklim di daerah pegunungan sebagian besar dipengaruhi oleh angin-angin lokal ini [Bayong, 1991].
http://cuacapontianak.blogspot.com/2010/02/istilah-arah-dan-kecepatan-angin.html
Senin, 01 Maret 2010
~ Alat Pengukuran angin
Kumpulan Artikel - 103 - Energi Angin / Wind Turbine / Wind Mill
E-mail Cetak PDF
Proses terjadinya Angin dan Alat Pengukuran
Jenis-jenis Angin Dan Proses Terjadinya Angin
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.
Contoh – contoh alat pengukur angin:
Meskipun pada kenyataan angin tidak dapat dilihat bagaimana wujudnya, namun masih dapat diketahui keberadaannya melalui efek yang ditimbulkan pada benda – benda yang mendapat hembusan angin. Seperti ketika kita melihat dahan – dahan pohon bergerak atau bendera yang berkibar kita tahu bahwa ada angin yang berhembus. Dari mana angin bertiup dan berapa kecepatannya dapat diketahui dengan menggunakan alat – alat pengukur angin. Alat–alat pengukur angin tersebut adalah :
1. Anemometer, yaitu alat yang mengukur kecepatan angin.
2. Wind vane, yaitu alat untuk mengetahui arah angin.
3. Windsock, yaitu alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan angin. Biasanya ditemukan di bandara – bandara.
Selain dengan menggunakan alat–alat pengukur angin, arah dan kecepatan angin juga dapat diukur/diperkirakan dengan menggunakan tabel Skala Beaufort.
Contoh tabel Skala Beaufort:
Skala Beaufort
Kategori
Satuan dalam km/jam
Satuan dalam knots
Keadaan di daratan
Keadaan di lautan
0
Udara Tenang
0
0
Asap bergerak secara vertikal
Permukaan laut seperti kaca
1~3
Angin lemah
≤ 19
≤ 10
Angin terasa di wajah; daun-daun berdesir; kincir angin bergerak oleh angin
riuk kecil terbentuk namun tidak pecah; permukaan tetap seperti kaca
4
Angin sedang
20~29
11~16
mengangkat debu dan menerbangkan kertas; cabang pohon kecil bergerak
Ombak kecil mulai memanjang; garis-garis buih sering terbentuk
5
Angin segar
30~39
17~21
pohon kecil berayun; gelombang kecil terbentuk di perairan di darat
Ombak ukuran sedang; buih berarak-arak
6
Angin kuat
40~ 50
22~ 27
cabang besar bergerak; siulan terdengar pada kabel telepon; payung sulit digunakan
Ombak besar mulai terbentuk, buih tipis melebar dari puncaknya, kadang-kadang timbul percikan
7
Angin ribut
51~ 62
28 ~33
pohon-pohon bergerak; terasa sulit berjalan melawan arah angin
Laut mulai bergolak, buih putih mulai terbawa angin dan membentuk alur-alur sesuai arah angin
8
Angin ribut sedang
63~ 75
34~ 40
ranting-ranting patah; semakin sulit bergerak maju
Gelombang agak tinggi dan lebih panjang; puncak gelombang yang pecah mulai bergulung; buih yang terbesar anginnya semakin jelas alur-alurnya
9
Angin ribut kuat
76~ 87
41~ 47
kerusakan bangunan mulai muncul; atap rumah lepas; cabang yang lebih besar patah
Gelombang tinggi terbentuk buih tebal berlajur-lajur; puncak gelombang roboh bergulung-gulung; percik-percik air mulai mengganggu penglihatan
10
Badai
88~ 102
48~ 55
jarang terjadi di daratan; pohon-pohon tercabut; kerusakan bangunan yang cukup parah
Gelombang sangat tinggi dengan puncak memayungi; buih yang ditimbulkan membentuk tampal-tampal buih raksasa yang didorong angin, seluruh permukaan laut memutih; gulungan ombak menjadi dahsyat; penglihatan terganggu
11
Badai kuat
103 ~117
56~ 63
sangat jarang terjadi- kerusakan yang menyebar luas
Gelombang amat sangat tinggi (kapal-kapal kecil dan sedang terganggu pandangan karenanaya), permukaan laut tertutup penuh tampal -tampal putih buih karena seluruh puncak gelombang menghamburkan buih yang terdorong angin; penglihatan terganggu
12+
Topan
³118
³64
Udara tertutup penuh oleh buih dan percik air; permukaan laut memutuh penuh oleh percik-percik air yang terhanyut angin; penglihatan amat sangat terganggu
http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin--wind-turbine--wind-mill/2926--alat-pengukuran-angin.html
Tekanan-Udara-Dan-Angin
TEKANAN UDARA DAN ANGIN
Tekanan Udara
Tekanan Udara Normal, tekanan kolom udara setinggi lapisan atmosfer bumi pada garis lintang 45 o dan suhu 0 0C. Besarnya tekanan udara dinyatakan dalam atm. atm. Tekanan udara diukur berdasarkan tekanan gaya pada permukaan dengan luas tertentu (1 cm2, 1 m2, dll) Tekanan 1 atm setara dengan tekanan yang diberikan oleh kolom air raksa setinggi 760 mm.
1 atm = 760 mm Hg = 14.7 psi = 1.013 mbar Psi (pound per square inchi)
Pengukuran Tekanan Udara
Alat Pengukur Tekanan udara = Barometer Tekanan udara berkurang dengan naiknya ketinggian tempat (elevasi atau altitude) Persamaan laplace
h = k (1 +
t)log [ o/
h)
h = ketinggian tempat K = konstanta (18.400) = koefisien pemuaian udara (0.000367) t = suhu rata-rata antara permukaan laut sampai pada rataketinggian h o = Tekanan udara pada permukaan laut h = Tekanan udara pada permukaan ketinggian h
Hubungan Ketinggian dengan Tekanan Udara
Hubungan antara tekanan udara dengan ketinggian tempat dipakai untuk merancang alat untuk pengukuran tinggi tempat = ALTIMETER Tekanan udara umumnya menurun untuk setiap bertambah ketinggian 100 m
Tekanan Udara di Daerah TROPIS
Tekanan udara dipengaruhi oleh suhu. suhu. Daerah tropika, dengan perbezaan suhu musim tropika, yang kecil, membuat tekanan udara relatif adalah kecil, konsisten. konsisten. Tekanan udara yang tidak mengalami perbezaan yang nyata membuat kelajuan angin di kawasan dekat equator umumnya rendah. rendah. Daerah dengan tekanan udara yang sama isobar. dihubungkan dengan garis isobar. Garis isobar secara umum paralel dengan garis kontur rupa bumi
Pola Tekanan Udara
1.
2.
3.
Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh Garis edar matahari, menyebabkan fluktuasi suhu matahari, musiman. Suhu mempengaruhi pemuaian dan penyusutan volume udara. Jika udara memuai maka volume udara renggang sehingga tekanannya menurun, sebaliknya, jika volume udara menyusut maka maka kerapatan udara menjadi tinggi akibatnya tekanannya meningkat. Bentangan Laut, sebagai pemasok uap air ke udara Laut, (evaporasi). Penambahan uap air ke udara menyebabkan tekanan udara meningkat. Terjadi fenomena angin laut (siang) dan angin darat (malam) Ketinggian tempat
Pusat Tekanan Udara
Pusat tekanan udara dipengaruhi oleh unsur-unsur yang unsurmempengaruhi perbedaan tekanan udara (garis edar matahari, bentangan laut dan ketinggian). PusatPusat-pusat tekanan udara bersifat temporer. Pusat tekanan rendah disebut siklon, depresi atau low. siklon, low. Pusat tekanan tinggi disebut antisiklon atau high. high. Pusat tekanan rendah yang memanjang disebut palung atau rough. rough. Pusat tekanan tinggi yang memanjang disebut ridge (punggung bukit/mountain). bukit/mountain)
ANGIN
Angin = massa udara yang bergerak Angin bergerak secara vertikal dan horisontal dengan kecepatan yang dinamis dan fluktuatif. Pendorong bergeraknya massa udara adalah perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat yang lain. Angin selalu bertiup dari tempat dengan tekanan udara tinggi ke tempat dengan tekanan udara yang lebih rendah. Pengaruh perputaran bumi terhadap angin disebut dengan pengaruh Cariolis (Cariolis Effect) (Cariolis Effect) Cariolis Effect, angin bergerak searah jarum jam Effect, mengitari daerah bertekanan rendah di belahan bumi selatan, sebaliknya bergerak berlawanan jarum jam mengitari daerah bertekanan rendah di bumi utara.
RAGAM ANGIN
Angin yang mengikuti pola umum sirkulasi udara = prevailing wind Prevailing wind pada daerah tropis disebut trade wind, beriklim sedang, westerlies wind, wind, wind, daerah kutub, polar wind
RAGAM ANGIN
Angin musiman (seasonal wind) (seasonal wind) Angin moonsoon, angin berubah sesuai moonsoon, musim. Angin bertiup dari arah timur laut selama periode 6 bulan dan dari arah barat daya selama 6 bulan berikutnya
RAGAM ANGIN
Angin di dekat permukaan bumi, kecepatannya bumi, lebih rendah dibandingkan dengan lapisan udara yang kebih tinggi. tinggi. Terjadi karena hambatan akibat geseran dengan permukaan bumi. bumi. Arah Angin pada ketinggian lapisan udara yang tinggi juga lebih bervariasi. bervariasi. Pada ketinggian 6 12 km, dapat dijumpai angin dengan kecepatan samapi 300 km/jam yang umumnya berhembus dari barat, disebut jet barat, stream. stream.
Angin Darat dan Angin Laut
Terjadi akibat perbedaan suhu udara dia tas laut (atau danau) dengan udara di atas wilayah daratan. Siang hari, diatas daratan lebih panas dibanding lautan sehingga angin berhembus dari arah laut ke daratan, ANGIN LAUT. Malam hari, daratan lebih dingin sehingga tekanan udaranya lebih tinggi, menyebabkan angin berhembus dari daratan ke arah lautan, ANGIN DARAT
Angin GUNUNG dan Angin LEMBAH
Siang hari, bagian pun cak gunung menerima radiasi matahari lebih banyak sehingga suhunya lebih tinggi, angin berhembus dari lembah ke LEMBAH. puncak gunung, ANGIN LEMBAH. Malam hari, angin akan bergerak dari puncak ke arah lembah karena udara di puncak lebih dingin dibanding lembah akibat kehilangan panas melalui radiasi gelombang panjang ke atmosfer. Angin dari arah puncak pada malam hari disebut ANGIN GUNUNG. GUNUNG.
ANGIN LOKAL
Angin foehn, angin yang melintasi foehn, pegunungan, mengalami tekanan karena turun dari elevasi tinggi ke ke levasi rendah. Angin bersifat kering dan panas. Angin chinook yang berhembus di lereng timur pegunungan Rocky (USA) dan Santa Ana di California Selatan, dapat merusak tanaman pertanian. Angin Bohorok, Sumut.
FUNGSI ANGIN
1.
2. 3.
Tiga sifat Angin: Angin menyebabkan tekanan terhadap permukaan yang menentang arah angin tersebut Angin mempercepat pendinginan dari benda yang panas Kecepatan angin sangat beragam dari tempat ke tempat lain dan dari waktu ke waktu.
Profil angin logaritmik di atas kanopi
FUNGSI ANGIN
Fungsi lain: pencampur lapisan udara, antara udara panas dan udara dingin, udara lembab dan udara kering, udara yang kaya dengan CO2 dengan udara dengan CO2 yang rendah. Fungsi tersebut, maka siklus hidrologi dapat berlangsung, dan keracunan CO2 pada pusat kota dan kawasan industri dapat dihindari.
TURBULENSI ATMOSFER
Angin dalam pergerakannya tidak mengikuti garis lurus tetapi berkelok-kelok sesuai dengan medan berkelokyang dilewatinya. Angin akan menghindar (berbelok ke arah lain) jika kekuatan dorongnya lebih rendah dari hambatan yang dimiliki oleh struktur fisik benda yang diterpanya. Kecepatan angin juga tidak stabil, pergerakan angin akan lebih cepat jika hambatan/resistensi media yang dilaluinya rendah. Fenomena arah dan kecepatan angin yang TURBULENSI. berubahberubah-ubah disebut TURBULENSI.
Variasiarah dan kecepatan angin yang disebbkan oleh kekasaran permukaan, Turbulensi Mekanis. Turbulensi yang terjadi disebabkan perbedaan suhu lapisan atmosfer, turbulensi termal/t. konvektif. Turbulensi termal, terjadi pada saat udara panas pada permukaan bergerak ke atas secara vertikal karena resistensi dari lapisan udara di atasnya. Kecepatan angin turbulensi mekanis fluktuasinya lebih kecil tetapi frekuensinya lebih tinggi dibandingkan fluktuasi akibat t. termal.
KECEPATAN ANGIN
Kecepatan angin: kecepatan angin horisontal pada ketinggian 2 m dari permukaan tanahnyang ditanami rumput. Alat pengukur = ANEMOMETER Kecepatan angin ditentukan oleh perbedaan tekanan udara antara tempat asal dan tujuan angin dan resistensi medan yang dilaluinya. u = [u*/kk].Ln[Z + ZM d)/ ZM )]
Dimana u = kecepatan angin (m/det) u* = velositas friksi (m/det) Kk = konstanta von Karman (0.4) Z = ketinggian dari permukaan tanah ZM = parameter kekasaran momentum (momentum rougness parameter) d = keringgian alihan permukaan (zero plane displacement) Untuk tanaman/vegetasi yang seragam, d = 0.4 h , Zm = 0.13 h, dimana h = tinggi vegetasi rata-rata rata-
www.scribd.com/doc/49947745/Tekanan-Udara-Dan-Angin
3 maret 2011
BENTUK MUKA BUMI
Tenaga eksogen
Tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi. Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:
• • •
Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin. Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya. Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.
Di permukaan laut, bagian litosfer yang muncul akan mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen yaitu dengan jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula bukit dihancurkannya melalui tenaga pelapukan, kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin, gletser atau dengan hanya grafitasi bumi. Hasil pengangkutan itu kemudian diendapkan, ditimbun di bagian lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan bantuan hancur dari yang kasar sampai yang halus. Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan pantai menjadi dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit batu yang kian hari semakin kecil akibat tiupan angin. Ada pun siklus geologi yang berlangsung sepanjang masa.
A Daratan
Daratan adalah bagian dari permukaan bumi yang tidak digenangi air. Wilayah yang termasuk daratan meliputi pegunungan, perbukitan, dataran, dan lembah. Bumi banyak mengandung air. Permukaan daratan pun ada yang tergenang air dan ada yang kering. Bagian daratan yang kering adalah padang pasir, dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan. Bagian daratan yang tergenang air, misalnya rawa, danau, dan sungai.
1. Gunung Gunung adalah bagian tanah yang paling tinggi, bentuknya menyerupai kerucut. Gunung terdiri atas puncak yang dibatasi oleh lereng. Lereng adalah sisi yang landai atau miring. Gunung-gunung terbentuk dalam waktu jutaan tahun. 2. Pegunungan Pegunungan adalah rangkaian gunung yang bersambung. Daerah yang tinggi tidak selalu berupa pegunungan. Daerah yang lebih rendah daripada gunung disebut bukit. Daerah yang banyak bukitnya disebut perbukitan. 3. Dataran Dataran ialah daratan yang perbedaan ketinggian antara satu daerah dan daerah lainnya hampir tidak ada. Dataran ada dua, yaitu dataran tinggi dan dataran rendah. Dataran tinggi adalah dataran yang terdapat di daerah pegunungan. Ketinggiannya dari 500 meter sampai 1.500 meter di atas permukaan laut. Misalnya, daerah Dieng, Bukittinggi, dan kota Bandung. Dataran rendah adalah dataran yang terdapat di daerah pantai. Ketinggiannya dari 0 sampai 500 meter di atas permukaan laut. Misalnya, dataran rendah pantai utara Jawa dan dataran rendah pantai timur Sumatra. 4. Lembah, Jurang, dan Ngarai Lembah adalah daratan yang rendah di antara bukit-bukit. Lembah, biasanya, dialiri sungai. Contohnya, lembah Karmel di Jawa Barat dan lembah Kuyawagi di Papua. Lembah yang dalam, sempit, dan memiliki dinding yang curam disebut jurang. Adapun ngarai adalah lembah yang dalam dan luas di antara dua dindingnya. Contohnya, ngarai Sianok di Sumatra Barat dan ngarai Kalipanur di Jawa Tengah.
B Lautan
Permukaan bumi banyak mengandung air. Sekitar 2/3 permukaan bumi merupakan lautan. Permukaan dasar laut pun tidak rata. Di dasar laut terdapat bukit laut dan gunung laut. Jurang yang sangat dalam di dalam laut disebut palung laut.
Wilayah lautan terdiri atas: 1. Laut, merupakan cekungan dalam yang berisi air. 2. Teluk, merupakan lautan yang menjorok masuk ke daratan. 3. Selat, merupakan lautan sempit di antara pulau-pulau. 4. Samudra, merupakan lautan yang sangat luas dan dalam. Sejak zaman dahulu, orang-orang bepergian melintasi lautan. Kemudian, perjalanannya mereka gambarkan. Gambaran itu dipakai sebagai dasar pembuatan peta bumi. Sekarang, hal itu cukup dilakukan dengan satelit. Pernahkah kamu melihat benda pada Gambar 8.4? Benda tersebut dinamakan globe. Globe adalah peta dunia yang digambarkan pada benda bulat seperti bola. Bentuk permukaan bumi dapat digambarkan pada sebuah globe dan peta. Peta adalah gambar dua dimensi suatu tempat di permukaan bumi. Peta harus memiliki simbol, arah mata angin, skala, dan penunjuk.
Pada globe dan peta, bagian-bagian permukaan bumi yang merupakan daratan diberi warna hijau dan kuning. Warna hijau merupakan dataran rendah, sedangkan warna kuning merupakan dataran tinggi. Pegunungan diberi warna kuning kecokelatan. Lautan, danau, dan sungai diwarnai biru. Berdasarkan yang kamu lihat pada globe, permukaan bumi manakah yang paling luas, daratan atau lautan?
SIKLUS BATUAN
Sebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa membentuk batuan sedimen. Batuan juga bisa melebur atau meleleh menjadi magma dan kemudian kembali menjadi batuan beku. Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau ROCK CYCLE.
Semua batuan yang ada di permukaan bumi akan mengalami pelapukan. Penyebab pelapukan tersebut ada 3 macam: 1. Pelapukan secara fisika: perubahan suhu dari panas ke dingin akan membuat batuan mengalami perubahan. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi. 2. Pelapukan secara kimia: beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah “hujan asam” yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia. 3. Pelapukan secara biologi: Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. Akarakar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi. LIPATAN
Geometri dan Pengelasan Lipatan
•
Lipatan merupakan struktur seperti gelombang yang terhasil akibat canggaan perlapisan, foliasi dan permukaan planar yang lain pada skala yang berbagai. Lipatan terbentuk di persekitaran canggaan yang berbagai, daripada permukaan kerak bumi yang rapuh hingga ke bahagian dalam bumi yang mulur. Lipatan boleh berbentuk secara terbuka dan landai hingga ke sangat ketat dan berlaku secara berasingan atau berkumpulan. Batuan mungkin mengalami satu episod perlipatan atau lebih, sehingga menyebabkan pertindihan beberapa generasi lipatan. Semasa mengkaji lipatan, ada tiga skala digunakan untuk memudahkan penerangan, iaitu struktur mikroskopik (dilihat di bawah mikroskop), mesoskopik (saiz daripada sampel tangan hingga singkapan) dan makroskopik (saiz peta atau lebih besar). Kebanyakan kajian geometri lipatan melibatkan pengukuran pada skala mesoskopik, dan skala yang lain menguatkan lagi cerapan kita. Biasanya struktur berskala kecil akan menyerupai struktur berskala besar dan sebaliknya.
•
•
•
•
•
•
Variasi daripada buckling adalah kinking. Kinking ini biasanya berasosiasi dengan batuan skis dan membentuk lipatan chevron. Ia terhasil akibat daripada proses gelincir fleksur yang terkekang. Mekanisma aliran fleksur (flexural flow) berlaku bila sebahagian lapisan bersifat mulur dan sebahagian bersifat rapuh. Lapisan yang bersifat rapuh mempengaruhi bentuk lipatan yang terhasil. Mekanisma aliran pasif (passive flow) melibatkan aliran mulur pada keseluruhan batuan. Perlapisan, foliasi atau jalur hanya menjadi lapisan petunjuk. Aliran pasif ini hanya berlaku pada batuan di mana tidak ada perbezaan kemuluran antara lapisan dan menghasilkan lipatan serupa. Kombinasi antara beberapa mekanisma di atas sering berlaku atau bersaingan pada persekitaran tekanan dan suhu yang berbagai. Dekat permukaan bumi, gelincir fleksur dan buckling biasa berlaku. Bila lipatan menjadi lebih ketat, geseran antara lapisan meningkat dan gelinciran sukar berlaku. Pada peringkat ini mekanisma yang menghasilkan ira mengambilalih untuk proses canggaan seterusnya.
•
•
•
•
Jenis 1 - Struktur Kotak Telur atau Corak Kubah dan Lembangan. Ia berlaku bila dua set lipatan tegak bertemu atau berinteraksi pada sudut besar. Jenis 2 - Corak Boomerang Ia berlaku bila lipatan yang dengan paksi permukaan miring (e.g. lipatan isoklinal) dan lipatan dengan paksi permukaan tegak (e.g. lipatan tegak) bertemu/berinteraksi pada sudut yang besar. Jenis 3 - Corak Hook Ia berlaku bila lipatan isoklinal yang ketat dilipat semula pada paksi yang sama, pada berbagai skala.
•
Kombinasi ketiga-tiga jenis di atas juga boleh berlaku. Satu jenis boleh bertukar secara beransur-ansur ke jenis yang lain. Lipatan yang bertindih ini penting untuk menentukan sejarah canggaan sesuatu kawasan. Kita boleh mengenalpasti pertindihan lipatan ini bila kita membuat permerhatian dan pemetaan struktur secara terperinci sesuatu kawasan. Biasanya, satu kawasan yang telah mengalami dua arah perlipatan menunjukkan perubahan arah jurus dan miringan yang agak mendadak tetapi sistematik..
•
•
•
Anatomi Lipatan Ringkas
Rabung – Crest; Palung – Trough; Sayap – Limb; Engsel – Hinge; Garis Engsel – Hinge Line; Paksi Lipatan – Fold Axis; Garis Paksi – Axial Line; Satah Paksi – Axial Plane; Tunjaman – Plunge; Lipatan Menunjam – Plunging Fold; Arah rebahan lipatan tidak simetri – Vergence;
Pengelasan Lipatan
•
Ada beberapa pengelasan yang digunakan oleh pengkaji tertentu dengan penekanan yang berbeza. Ada yang berdasarkan kepada bentuknya dan ada berdasarkan kepada mekanisma pembentuknya. Antara yang lebih terkenal adalah pengelasan John Ramsay, di mana beliau menggunakan isogon sebagai petunjuk secara tidak bias kelas lipatan tertentu. Isogon adalah garis yang menyambung titik pada sayap lipatan yang mempunyai kemiringan yang sama. Taburan garis isogon ini samada selari, mencapah atau menumpuh menjadi asas pengelasan ini. Mengikut pengelasan Ramsay ada 3 kelas lipatan. Kelas pertama menunjukkan isogon yang menumpuh, sementara kelas 2 dan 3 menunjukkan isogon yang selari dan mencapah, masing-masing.
•
•
•
Mekanik Lipatan
•
Perlipatan dipengaruhi oleh suhu, tekanan, cecair dan sifat badan batuan (komposisi, tekstur dan sifat setiap lapisan). Mekanisma perlipatan merangkumi pemampatan atau pemendekkan (buckling), pembengkokkan (bending), aliran fleksur (flexural flow) dan aliran pasif (passive flow). Setiap mekanisma ini disertai oleh gelincir fleksur (flexural slip). Untuk lapisan mengekalkan ketebalannya semasa ia dilipat, gelincir fleksur berlaku sepanjang sempadan perlapisan. Kesan gelinciran ini diperhatikan daripada kehadiran kesan gores-garis (slickenside) pada permukaan lapisan. Mekanisma pembengkokkan melibatkan arah canggaan yang tegak dengan sesuatu lapisan dan biasanya menghasilkan lipatan yang terbuka, seperti kubah, lembangan dan gerbang. Pembengkokkan boleh berlaku bila ada objek tertentu (seperti intrusi batuan igneus, struktur dupleks) berada di bawah sesuatu lapisan. Pemampatan/Pemendekkan (buckling) melibatkan arah canggaan yang selari dengan perlapisan. Pada suhu yang rendah, buckling disertai oleh gelincir fleksur. Sebelum buckling berlaku lapisan biasanya dipendekkan secara mendatar dan ditebalkan secara menegak dengan lapisan. Variasi daripada buckling adalah kinking. Kinking ini biasanya berasosiasi dengan batuan skis dan membentuk lipatan chevron. Ia terhasil akibat daripada proses gelincir fleksur yang terkekang. Mekanisma aliran fleksur (flexural flow) berlaku bila sebahagian lapisan bersifat mulur dan sebahagian bersifat rapuh. Lapisan yang bersifat rapuh mempengaruhi bentuk lipatan yang terhasil. Mekanisma aliran pasif (passive flow) melibatkan aliran mulur pada keseluruhan batuan. Perlapisan, foliasi atau jalur hanya menjadi lapisan petunjuk. Aliran pasif ini hanya berlaku pada batuan di mana tidak ada perbezaan kemuluran antara lapisan dan menghasilkan lipatan serupa.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Kombinasi antara beberapa mekanisma di atas sering berlaku atau bersaingan pada persekitaran tekanan dan suhu yang berbagai. Dekat permukaan bumi, gelincir fleksur dan buckling biasa berlaku. Bila lipatan menjadi lebih ketat, geseran antara lapisan meningkat dan gelinciran sukar berlaku. Pada peringkat ini mekanisma yang menghasilkan ira mengambilalih untuk proses canggaan seterusnya.
•
Lipatan Kompleks
•
Lipatan kompleks berlaku apabila satu set lipatan ditindih oleh satu atau lebih set lipatan baru, samada akibat arah daya yang sama atau berlainan. Bentuk lipatan bertindih ini adalah berkaitan dengan orientasi kedua-dua set lipatan itu dan juga sifat fizikal batuan yang tercangga. Dua episod perlipatan boleh dipisahkan oleh masa beberapa saat sahaja atau berjuta tahun, atau berlaku secara berterusan. Batuan bersifat mulur membolehkan lipatan kompleks terhasil. Keadaan ini biasanya terdapat di kawasan teras pergunungan, di kawasan zon subduksi dan kawasan sesar transform di mana mampatan, metamorfisma dan ricihan berterusan berlaku.
•
•
•
Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan dimana bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan tetapi karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat kita amati langsung dengan dekat maka banyak halhal yang dapat pula kita ketahui dengan cepat dan jelas. Salah satu diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun oleh beberapa jenis batuan yang berbeda satu sama lain. Dari jenisnya batuan-batuan tersebut dapat digolongkan menjadi 3 jenis golongan. Mereka adalah : batuan beku (igneous rocks), batuan sediment (sedimentary rocks), dan batuan metamorfosa/malihan (metamorphic rocks). Batuan-batuan tersebut berbeda-beda materi penyusunnya dan berbeda pula proses terbentuknya. Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil.
Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite Batuan sediment atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan. Batuan sediment ini bias digolongkan lagi menjadi beberapa bagian diantaranya batuan sediment klastik, batuan sediment kimia, dan batuan sediment organik. Batuan sediment klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik bervariasi dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu lempung. Batuan sediment kimia terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Contohnya anhidrit dan batu garam (salt). Batuan sediment organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini biasanya menjadi batuan induk (source) atau batuan penyimpan (reservoir). Contohnya adalah batugamping terumbu. Batuan metamorf atau batuan malihan adalah batuan yang terbentuk akibat proses perubahan temperature dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. Akibat bertambahnya temperature dan/atau tekanan, batuan sebelumnya akan berubah tektur dan strukturnya sehingga membentuk batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula. Contoh batuan tersebut adalah batu sabak atau slate yang merupakan perubahan batu lempung. Batu marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. Batu kuarsit yang merupakan perubahan dari batu pasir.Apabila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan meleleh maka akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan kembali dan menjadi batuan-batuan baru lagi. Proses-proses tersebut berlangsung sepanjang waktu baik di masa lampau maupun masa yang akan datang. Kejadian alam dan proses geologi yang berlangsung sekarang inilah yang memberikan gambaran apa yang telah terjadi di masa lampau seperti diungkapkan oleh ahli geologi “JAMES HUTTON” dengan teorinya “THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST” 1. Dampak Positif Tenaga Endogen dan Eksogen Dampak positif tenaga endogen antara lain sebagai berikut. a. Tenaga endogen memiliki dampak positif yang dapat kita rasakan melalui proses pembentukan patahan dan lipatan yang menyebabkan adanya keanekaragaman bentuk permukaan bumi seperti adanya danau, pegunungan, sungai dan dataran. Hasil bentukan ini dapat kita nikmati sebagai suatu keindahan alam dan juga memberi manfaat besar bagi manusia. Contoh manfaat tersebut misalnya, pegunungan yang memengaruhi cuaca di sekitarnya, atau aliran sungai yang airnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. b. Selain itu, proses vulkanisme karena tenaga endogen dapat menyuburkan tanah, karena letusan gunung api biasanya memuat debu vulkanik. Pembentukan batuan juga memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, misalnya granit dan fosfat yang menjadi bahan-bahan dasar industri. c. Dampak positif lainnya, misalnya dapat ditemukan pada pembentukan logam-logam di perut bumi yang bermanfaat, semacam besi, baja, timah. Dampak positif tenaga eksogen, antara lain sebagai berikut.
a. Di daerah pesisir, tenaga eksogen menghasilkan delta-delta di muara sungai yang subur sangat bermanfaat bagi manusia. b. Hasil erosi dan sedimentasi di pesisir sangat baik untuk pertanian, dan perikanan. Di pantai utara Pulau Jawa banyak dijumpai sawah-sawah yang subur di sepanjang pantai. Demikian juga tambak-tambak udang dan bandeng. 2. Dampak Negatif Tenaga Endogen dan Eksogen Selain dampak-dampak positif tersebut, kita tetap harus mewaspadai beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh tenaga endogen dan eksogen. Misalnya peristiwa vulkanisme atau tektonisme dapat menyebabkan gempa yang dapat mengancam keselamatan manusia. Selain itu, lava yang keluar dari pusat erupsi biasanya diikuti oleh proses hujan debu dan awan panas. Dampak negatif akibat tenaga endogen dan eksogen yaitu sebagai berikut. a. Gunung yang meletus akan mengeluarkan lava, awan panas, dan material vulkanis yang dapat merusak lingkungan yang terkena seperti hutan, lahan pertanian, dan permukiman penduduk. Contoh meletusnya Gunung Merapi. b. Gempa tektonik mengakibatkan rusaknya bangunan, retaknya tanah memutus jalan, listrik dan sarana-sarana lainnya, serta korban jiwa yang banyak. Contohnya gelombang tsunami di Naggroe Aceh Darussalam dan gempa di Jogjakarta. c. Gas beracun yang keluar dari letusan gunung berapi dapat mengancam penduduk di sekitarnya. d. Keadaan relief Indonesia yang kasar dan banyak memiliki gunung, mengakibatkan banyak kejadian erosi dan tanah longsor. e. Tenaga eksogen lain yaitu angin yang dapat mengakibatkan dampak negatif yaitu angin ribut yang merusak pemukiman, sarana umum, dan pertanian. Dampak negatif lain tenaga eksogen adalah sebagai berikut. a. Kesuburan tanah makin berkurang akibat erosi. b. Selain subur dan bermanfaat, sedimentasi di muara sungai menyebabkan pendangkalan. Akibatnya lalu lintas air terhambat dan mengakibatkan banjir. c. Abrasi yang terus-menerus terjadi mengakibatkan garis pantai makin maju ke arah daratan. Akibatnya banyak rumah di pantai yang hancur dan terendam laut. d. Longsor tanah atau lahan di daerah berlereng yang mengakibatkan kerusakan lahan dan bangunan. e. Angin kencang dan angin puting beliung mengakibatkan kerusakan tanaman dan bangunan. 3. Upaya Menanggulangi Dampak Negatif Tenaga Endogen dan Eksogen Dampak-dampak negatif tenaga endogen dan eksogen dapat dikurangi bahkan dihilangkan dengan upaya-upaya yang dilakukan manusia. Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut.
a. Menanggulangi Dampak Negatif Tenaga Endogen Gempa bumi, baik tektonik maupun vulkanik tidak dapat dicegah. Tetapi kerugian dan kehancurannya dapat dikurangi dengan langkah-langkah sebagai berikut. 1) Pos-pos pengamatan gunung api dibangun untuk mengukur dan mencatat aktivitas gunung api. Diharapkan dengan adanya pos pengamatan tersebut dapat memberikan peringatan awal akan terjadinya letusan gunung. Dengan begitu kerugian lebih besar dapat dikurangi. 2) Selain di gunung api, pos pengamatan dan penyelidikan gempa juga perlu dibangun di daerah-daerah patahan dan pertemuan lempeng baik di darat maupun di laut atau pantai. Peringatan akan terjadinya gelombang tsunami dapat segera diinformasikan kepada masyarakat untuk mengurangi korban jiwa. 3) Lereng-lereng yang curam dan rawan gempa tidak digunakan sebagai permukiman. Begitu juga daerah yang rawan longsor dan tanahnya labil. 4) Di daerah-daerah rawan gempa, masyarakat harus selalu mengikuti informasi tentang akan terjadinya gempa. Selain itu konstruksi bangunan juga diusahakan tahan gempa. b. Menanggulangi Dampak Negatif Tenaga Eksogen 1) Untuk menanggulangi dampak negatif tenaga eksogen akibat abrasi dapat dilakukan. Dengan membuat pemecah ombak atau tanggul laut, serta penanaman kembali hutan mangrove yang telah rusak untuk mengurangi dampak abrasi dan tsunami. 2) Hutan-hutan di lereng gunung yang telah rusak harus diperbaiki dan dilakukan reboisasi untuk mencegah banjir dan tanah longsor. 3) Pembuatan teras-teras atau sengkedan pada lahan pertanian di lereng gunung juga bermanfaat mengurangi erosi dan longsor lahan. 4) Sungai-sungai yang mengalami sedimentasi dikeruk kembali untuk memperlancar aliran sungai dan mencegah banjir. 5) Penggunaan teknologi canggih seperti satelit sangat bermanfaat dalam memprediksi bencana dan badai. Dapatkah kamu menyebutkan upaya-upaya lain untuk
www.scribd.com/doc/45991026/BENTUK-MUKA-BUMI
Palung adalah jurang yang berada di dasar laut. Palung yang terdalam di bumi adalah palung Mariana, barat laut Samudra Pasifik, tepatnya berada di Kedalaman Challenger yang memiliki kedalaman 10.923 meter
http://id.wikipedia.org/wiki/Palung
27 Oktober 2010.