PENENTUAN KADAR GLUKOSA DALAM DARAH

Laporan Praktikum Hari/tanggal : Selasa, 13 Desember 2011 Biokimia Umum Waktu : Pukul 08.00-11.00 WIB PJP : Waras Nurcholis, S.Si, M.Si Asisten : Rizki Ayu Kartini Fahry Irwan Dhaniar Astri Esti Sahifa PENENTUAN KADAR GLUKOSA DALAM DARAH Kelompok 10 Nydia Ainur Surwenda G34100063 Nita Ayu K G34100120 DEPARTEMEN BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011 PENDAHULUAN Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri. Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda. Alat spektonik-20 adalah suatu alat yang mempunyai rentang panjang gelombang dari 340nm sampai 600nm. Alat ini hanya dapat mengukur absorbansi dengan sampel larutan yang berwarna. Sehingga apabila didapatkan sampel yang tidak berwarna maka sampel itu harus dikomplekkan sehingga sampel itu dapat berwarna. Larutan yang berwarna dalam tabung reaksi khusus dimasukan ke tempat cuplikan dan absorbansi atau persen transmitansi dapat dibaca pada sekala pembacaan. METODE PRAKTIKUM Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 13 Desember 2011, pukul 08.00 s.d 11.00 WIB di Laboratorium Pendidikan Departemen Biokimia FMIPA IPB Dramaga, Bogor. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini, yaitu kertas saring, penanggas air, pipet tetes, pipet mohr berukuran 5 ml, 10 ml, dan 25 ml, gelas erlenmeyer, gelas piala, tabung reaksi, spektronik-20, serta corong. Sedangkan bahan yang digunakan, yaitu darah ayam, akuades, Na-wolframat, H2SO4 0,67N, standar glukosa, dan kupritartat. Prosedur Percobaan Pertama, pipet 1 ml darah ke dalam erlenmeyer kecil. Kemudian darah tersebut ditambahkan dengan 7 ml akuades, 1 ml Na-wolframat, dan 1 ml H2SO4 0,67N (sebanyak 20 tetes). Larutan tersebut kemudian dicampurkan dan dibiarkan selama 10 menit. Setelah 10 menit, larutan tersebut disaring dengan kertas saring, kemudian siapkan 3 tabung Folin Wu. Tabung pertama diisi dengan 1 ml filtrat dan 1 ml kupritartat. Tabung kedua diisi dengan 1 ml standar glukosa dan 1 ml kupritartat. Tabung ketiga diisi dengan 1 ml akuades dan 1ml kupritartat. Setelah itu ketiga tabung tersebut dipanaskan dalam air mendidih selama 8 menit tepat. Kemudian didinginkan dan diencerkan dengan 7 ml akuades. Tambahkan 1 ml fosfomolibdat pada setiap tabung, serta dibaca intensitas warnanya pada panjang gelombang 660 nm. HASIL DAN PEMBAHASAN  KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA Kuchel P. 2006. Biokimia. Jakarta: Erlangga. Girindra A.1993. Biokimia I. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Lehninger A.1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I. Jakarta: Erlangga. Matjesh S.1996.Kimia Organik II.Jakarta: Depdikbud Pine HS.1998.Kimia Organik.Bandung : ITB Press Poedjiadi A. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press. Suwandi.1988.Kimia Organik Edisi I.Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran UI

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer