PENGENALAN JAMBU KRISTAL di INDONESIA
KARYA TULIS
DISAMPAIKAN DALAM LOMBA KARYA TULIS ILMIAH LKTI TINGKAT MAHASISWA HIMAGRI WIL II dan TINGKAT SMA SE-BOGOR
KOTA BOGOR TAHUN 2011
Chikameirani Adhannisa
Putri Andhita
Shinta Rizkidewi
Sekolah Menengah Negeri 6 Kota Bogor
Jalan Walet no 13 Tanah Sareal Kota Bogor 16161
1. Latar Belakang Masalah
Belakangan ini kita sering mendengar tentang buah Jambu Kristal. Jambu Kristal merupakan buah yang berasal dari Taiwan dan buah ini masuk kedalam klasifikasi jambu biji (Psidium guajava). Jika dilihat dari struktur buahnya, jambu ini hampir mirip dengan buah peer. Bila kita tinjau melalui observasi, Jambu Kristal ini memiliki banyak kelebihan bila kita bandingkan dengan jambu-jambu biasanya, seperti struktur buahnya yang besar dibandingkan dengan jambu-jambu lokal yang beredar. Jambu ini memiliki massa berkisar antara 400-500 gram per buahnya, daging buah yang tebal dan biji yang hampir jarang ditemukan di setiap buahnya, kulit buah dari jambu Kristal ini terkenal sukar akan hama karena memiliki permukaan yang licin juga tebal, dan rasa yang lebih manis dari jambu-jambu lokal, sehingga kita lebih tertarik untuk mengkonsumsi jambu tersebut dibanding dengan jambu kualitas lokal. Kandungan yang terdapat didalam buah Jambu ini sangat kaya, meliputi vitamin C, beberapa jenis mineral yang mampu menangkis berbagai jenis penyakit dan menjaga kebugaran tubuh. Daun dan kulit batangnya mengandung zat anti bakteri yang dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Selain Vitamin C, jambu Kristal juga mengandung Potassium dan besi.
Pada saat ini banyak permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan di era globalisasi yang sering menyerang masyarakat. Kesadaran akan peningkatan daya tahan tubuh pun menurun karena dianggap remeh dan tidak penting. Berkenaan dengan hal tersebut, kami memiliki ide untuk menggunakan Jambu Kristal sebagai alternatif untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti menyembuhkan luka, diare, dan antioksidan. Seperti yang kita ketahui banyaknya polusi udara yang ada disekitar kita.
Cara pembudidayaan yang mudah pun, dapat dipertimbangkan. Karena, jambu Kristal ini dapat ditanam dimana saja, menanamnya pun mudah, tanpa harus memiliki perawatan khusus, dan siapapun bisa menanamnya. Jika masyarakat dapat membudidayakan buah dengan baik, maka akan meningkatkan taraf pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri.
1.1 Rumusan Masalah
Banyak permasalahan yang berkaitan dengan pengenalan jambu kristal ini, yang dapat diidentifikasi, di antaranya:
• Bagaimana menyosialisasikan jambu Kristal ini agar lebih dikenal oleh masyarakat?
• Bagaimana caranya agar kita dapat memasarkan jambu ini kepada masyarakat?
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Tujuan
(1) Menyosialisasikan tentang buah jambu Kristal agar lebih banyak masyarakat mengetahui tentang buah ini
1.2.3 Manfaat
(1) Sebagai alternatif pengganti vitamin C.
2. Sejarah Jambu
Jambu batu (Psidium guajava) atau sering juga disebut jambu biji, jambu siki, dan jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu batu memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam manis. Buah jambu batu dikenal mengandung banyak vitamin C.
2.1 Jenis Jambu Biji
1. Jambu Biji Kristal
Jambu Biji Kristal merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak, ditemukan pada tahun 1991 di District Kao Shiung -Taiwan. Diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1991oleh Misi Teknik Taiwan. Jambu Kristal sebetulnya tidak benar-benar nirbiji, jumlah bijinya kurang dari 3% bagian buah, sepintas Jambu Biji Kristal hampir tidak berbiji.
2. Jambu Pasar Minggu
Jambu pasarminggu memiliki dua varian: berdaging buah putih dan merah. Yang berdaging putih, dikenal sebagai jambu 'susu putih', lebih digemari karena rasanya manis, daging buahnya agak tebal, dan teksturnya lembut. Yang berdaging buah merah kurang disukai karena buahnya cepat membusuk dan rasanya kurang manis. Kulit buahnya tipis berwarna hijau kekuningan bila masak. Bentuk buahnya agak lonjong dengan bagian ujung membulat, sedangkan bagian pangkal meruncing. Jambu pasarminggu merupakan ras lokal.
3. Jambu Getas Merah
Jambu Getas Merah adalah varian jambu biji yang berdaging hijau sampai kekuning kuningan dan berisi merah muda. Jambu ini beda dengan jambu pasar minggu, jambu ini bentuknya agak melonjong dan rasanya kurang manis, tetapi jambu ini memiliki hasiat yang baik karena mengandung Tanin, quersetin, glikosida quersetin, flavonoid, minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin yang lebih banyak. kelebihannya lagi jambu getas merah ini tidak mengenal musim, dan selalu berbuah setiap saat dan dan kebanyakan kikembangbiakkan dengan pencangkokan. jambu ini sudah banyak di budidayakan di daerah Kendal, asalnya dari Getasblawong Pageruyung Kendal.
4. Jambu Australia
Jambu biji australia dikenalkan dari Australia. Kekhasannya adalah daunnya berwarna merah keunguan. Walaupun buahnya dapat dimakan, biasanya orang menanam di pekarangan lebih sebagai tanaman hias. Buahnya manis bila sudah masak, tetapi tawar bila belum matang.
5. Jambu Sukun
Kata sukun berarti tidak berbiji. Jambu varietas unggul ini memang tidak memiliki biji; kalaupun ada hanya 2-3 biji. Daging buahnya putih kekuningan dengan rasa manis agak asam. Teksturnya agak keras, renyah, dan beraroma wangi. Bentuk buahnya mirip apel, dengan ukuran panjang antara 4-5 cm. Kulit buahnya bila matang berwarna hijau keputihan. Jambu sukun dapat berproduksi terus menerus sepanjang tahun, meskipun relatif sedikit. Namun demikian, jenis jambu ini relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit
6. Jambu Bangkok
Jambu bangkok merupakan sebutan untuk jambu biji dengan buah yang besar. Beberapa memang dikenalkan dari Thailand. Salah satunya adalah 'jambu sari'. Bentuk buahnya bulat sempurna dengan garis tengah sekitar 10cm. Ukuran buah mentahnya lebih besar daripada ketika matang.
2.2 Jambu Kristal
Jambu berbentuk buah simetris sempurna dengan bobot rata-rata 500 g. Bahkan ada yang mencapai 900 g. Jauh lebih besar ketimbang jambu biji lokal yang cuma seukuran bola biliar. Kulit buah hijau, mulus, dan dilapisi lilin yang cukup tebal. Itu membuat jambu kristal sulit ditembus hama. Warna daging buah putih dengan tekstur renyah dan empuk saat matang. Buah nyaris tak berbiji. Kadar kemanisan mencapai 11-12 briks.
Jambu kristal memiliki daun yang lebih besar ketimbang jambu biji lain. Tekstur daun pun lebih kaku sehingga relatif lebih tahan terhadap gangguan hama penyakit dan kekeringan. Percabangannya banyak dengan dompolan bunga muncul di setiap ujung cabang. Dengan karakter itu jambu kristal mampu berbuah lebat sepanjang tahun. Bagi pecinta buah, jambu kristal layak menjadi koleksi istimewa.
3. PENGENALAN JAMBU KRISTAL DI INDONESIA
3.1 Pengertian Pengenalan Jambu Kristal di Indonesia.
Untuk memperkenalkan jambu Kristal agar dikenal oleh masyarakat, kita memerlukan strategi agar jambu Kristal dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Pengenalan jambu Kristal di Indonesia adalah salah satu cara untuk dapat memperkenalkan jambu Kristal terhadap masyarakat Indonesia
3.2 Permasalahan yang Ada
Permasalahan yang ada adalah kurangnya sosialisasi dari pemerintah mengenai jambu Kristal. Pengenalan yang kurang terhadap masyarakat menimbulkan pertanyaan bagaimana bentuk, rasa, dan warna dari buah tersebut. Masyarakat pun jadi merasa bingung karena, ketidaktahuannya terhadap buah ini. kami pernah menemukan, ada seorang pembeli yang ingin membeli jambu Kristal. Tetapi karena penjual tidak mengetahuinya, dia pun bertanya kembali bagaimana bentuk jambu Kristal itu. Dari kejadian tersebut, dapat kita simpulkan, bahwa tidak semua masyarakat Indonesia mengetahui betul tentang jambu Kristal. Oleh karena itu pengenalan terhadap masyarakat menjadi sangat penting, agar masyarakat dapat lebih mengenal jambu Kristal. Seperti halnya member tahu struktur dari buah Jambu Kristal yang besar dan daging buat yang banyak dengan sedikit biji bahkan hampir tidak ditemukan sama sekali. Kemudian, memang harga masih relative mahal akan tetapi kekurangan ini dapat ditutupi oleh kelebihan kelebihan yang dimiliki buah ini seperti yang sudah disebutkan.
Setelah disosialisasikan tentang keunggulan dari buah jambu ini, kita dapat memulainya dengan mendistribusikan bibit unggul kepada masyarakat yang berminat untuk membudidayakannya. Kemudian, setelah si Pembudidaya mendapatkan hasil dari bibit tersebut disitulah interaksi ekonomi terjadi. Akan tetapi, keuntungan masih belum terjadi karena pembudidayaan masih di tahap awal dimana si Pembudidaya masih mengawali usahanya dalam penanaman bibit Jambu Kristal ini. Lalu setelah pembibitannya itu berhasil dengan baik dan menghasilkan buah dengan kualitas tinggi, maka dimulailah keuntungan itu dengan cara mendistribusikan dan menawarkannya kepada masyarakat luas.
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah penyusun telaah permasalahan yang ada di dalam masyarakat Indonesia tentang jambu kristal, penyusun menyimpulkan bahwa kita harus melakukan sosialisasi tentang cara pembudidayaan, dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki jambu Kristal. Kemudian, mengajak masyarakat untuk mengetahuin cara pembudidayaan yang baik dan benar, juga membantu mereka dalam memasarkan buah Jambu Kristal ini di kalangan masyarakat luas.
4.2 Saran
Berikut ini saran-saran yang dapat penyusun sampaikan :
a). Pemerintah pusat mengadakan sosialisasi ke berbagai daerah di Indonesia, dilanjutkan oleh pemerintah daerah untuk mensosialisasikannya ke pelosok-pelosok daerah.
b). Mengadakan kunjungan ke tempat pembibitannya. Dengan ini, masyarakat Indonesia dapat mencoba menanam, memelihara, hingga panen. Bahkan jika mereka sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari buah ini, mereka dapat mebuatvarietas baru.