Pot Dekomposer

Lembah Pinus Pot Dekomposer Pot Dekomposer Pot dekomposer yang dimaksud pada tulisan kali ini adalah pot tanaman yang ditambahkan fungsinya untuk tujuan pengolahan sampah organik dapur menjadi kompos Pot dekomposer memiliki potensi yang luar biasa jika diaplikasikan secara bersama di dalam suatu lingkungan. Dengan adanya pot dekomposer pada setiap rumah tangga maka biaya pengelolaan sampah lingkungan dapat ditekan secara signifikan. Selain penghematan biaya pengelolaan sampah lingkungan, pot dekomposer memiliki keuntungan lain, yaitu - Mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir sampah - Waktu pemrosesan cepat - Tidak berbau - Dapat memproses air bekas cucian sayuran/ikan/daging bahkan kuah sisa sayuran - Tidak mengeluarkan ulat / belatung - Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghijaukan lingkungan tempat tinggal Pot yang dapat digunakan adalah pot yang masih memiliki ruang sisa di bagian atas cukup banyak, atau sekitar 1/3 volume pot yang akan digunakan sebagai ruang dekomposer, untuk pot dekomposer ini LembahPinus.Com menggunakan pot tanaman mangga dengan diameter 60cm, ukuran yang cukup besar untuk menampung hingga 5-6 Kg kompos matang. Untuk menghindari agar sampah dapur tidak menimbulkan bau busuk selama proses pengomposannya, maka proses dekomposisi sampah harus di rancang agar berjalan dalam suasana fermentasi aerob. Proses pengomposan dapat berjalan dalam dua proses, proses pembusukkan dan proses fermentasi. Proses pembusukkan adalah adalah proses dekomposisi yang berjalan secara anaerob atau tanpa oksigen dimana proses akan menimbulkan bau busuk menyengat, sedang proses fermentasi adalah proses dekomposisi yang berjalan secara aerob hingga tidak menimbulkan bau busuk. Untuk mensiasati agar proses pengomposan berjalan secara aerob, maka media pengomposan perlu dikondisikan agar bersifat porus dan pengadukkan media sehingga memungkinkan suplay oksigen untuk mikroorganisme pengurai tercukupi. Untuk menciptakan kondisi seperti ini, campuran terbaik yang dapat digunakan sebagai campuran media adalah sekam atau sekam bakar. Sekam bakar sangat baik digunakan karena memiliki kesamaan fungsi dengan karbon aktif yang mampu menyerap cairan dan bau selain menciptakan kondisi porus yang diperlukan untuk terjadinya proses fermentasi aerob. - Mikroorganisme Pengurai Secara normal, pupuk kandang sudah mengandung mikroorganisme pengurai yang diperlukan pot dekomposer untuk mengurai sampah organik rumah tangga. Tetapi jka produksi sampah organik dapur cukup tinggi maka tambahan mikroorganisme perlu diberikan pada media untuk mempercepat proses pengomposan. STARDEC adalah koloni mikroorganisme pengurai yang bekerja secara aerob yang sangat direkomendasikan oleh LembahPinus.Com untuk ditambahkan pada pupuk kandang media pengomposan. Dengan stardec, proses pengomposan yang normalnya berlangsung sampai 60 hari dapat dipersingkat menjadi hanya 3 - 4 minggu saja. Penggunaan EM4 dan koloni mikroorganisme sejenisnya tidak disarankan oleh LembahPinus.Com karena mikro organisme pada EM4 bekerja secara anaerob sehingga diperlukan material penutup untuk menutupi sampah organik tadi untuk menciptakan lingkungan anaerob. - Memperkecil Ukuran Sampah Agar tampilan pot tidak menjadi buruk karena timbunan sampah dan untuk mempercepat proses dekomposisi, maka sampah dapur perlu dipotong-potong hingga berukuran 1- 2 cm. Perajangan ini akan memperluas bidang kontak sampah organik dengan media dekomposer sehingga proses pengomposan akan berjalan dalam waktu yang lebih cepat. Alat & Bahan - Pot tanaman diameter 50 - 60 Cm atau lebih besar - Pupuk Kandang - Sekam bakar http://www.lembahpinus.com Powered by Joomla! Generated: 14 November, 2011, 01:15 Lembah Pinus - Starter Media - STARDEC - Sendok semen Pembuatan - Pot Tanaman Ukuran pot tanaman ideal yang baik digunakan untuk pot dekomposer adalah pot dengan diameter 50 - 60Cm. Jika kita memiliki tanaman buah di dalam pot berdiameter 40 Cm atau lebih kecil, kita perlu memindahkannya terlebuh dahulu ke pot yang lebih besar ini dengan menyisakan ruang di atas permukaan tanah setinggi 1/3 volume pot. - Media Media dekomposer dapat dibuat dengan cara mencampurkan 2 - 4 Kg pupuk kandang, 1/2 Kg sekam, dan ditambahkan 2 sendok makan STARDEC. Masukkan media kedalam pot dan aduk hingga tercampur merata. Jumlah volume media haruslah setidaknya 2 kali dari jumlah volume sampah organik dapur setiap harinya. Campuran 4 kg pupuk kandang + 1/2 kg sekam + 2 sdm STARDEC dapat digunakan untuk memproses sampah dapur dari keluarga berjumlah sampai 8 orang setiap harinya. - Sampah Hampir semua sampah organik dapur dapat dimasukkan ke dalam pot dekomposer ini termasuk tulang, hanya saja tulang perlu ditumbuk halus jika nantinya ingin digunakan sebagai pupuk. Sampah yang menimbulkan bau menyengat seperti kulit udang dapat dikomposkan dengan membenamkannya pada media pot dekomposer. Kulit udang mengandung senyawa kimia khitin dan khitosan yang jika dihubungkan dengan gugus amino dan hidroksil yang terikat, akan menyebabkan khitin dan khitosan mempunyai reaktifitas kimia yang tinggi dan menyebabkan sifat polielektrolit kation sehingga dapat berperan sebagai penukar ion (ion exchanger) dan dapat berperan sebagai absorben terhadap logam berat dalam air limbah ( Hirano, 1986). Masukkan sampah organik / sampah dapur yang sudah dipotong halus kedalam pot, aduk hingga tercampur merata dengan campuran media. - Panen Kompos Kompos yang dihasilkan oleh pot dekomposer dapat di panen setelah pot penuh dengan kompos dan menyisakan secukupnya di dalam pot untuk pemrosesan berikutnya. Karena kompos yang baru dipanen bercampur dengan sampah baru, maka disarankan kompos yang baru saja dipanen untuk didiamkan terlebih dahulu di suatu wadah selama 2 minggu agar sampah baru juga terdekomposisi. Jika STARDEC tidak ditambahkan di dalam pot dekomposer, maka akan diperlukan waktu sedikit lebih lama untuk 'mematangkan' kompos yang baru dipanen ini. - Semoga bermanfaat - http://www.lembahpinus.com Powered by Joomla! Generated: 14 November, 2011, 01:15

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer