Tugas koperasi

Tugas koperasi bagian pembahasan dilihat dari aspek : a. ekonomi Desa Cibanteng memiliki potensi ekonomi dalam aktivitas ekonomi seperti : ternak kelinci dan telur asin. Dilihat dari potensinya, desa ini cocok untuk mengembangkan ternak kelinci dan terur asin. Pengembangan ternak kelinci dan telur asin ini didukung oleh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sebagai penyedia dana pinjaman. Melalui peran LKM ini, masyarakat banyak yang dapat memulai usaha. Selain kegiatan utama ternak kelinci dan telur asin, pemberian modal juga untuk kegiatan usaha yang lain, seperti : pemberian modal untuk pedagang cireng, gado-gado, dan sembako. Jadi, Desa Cibanteng ini memiliki potensi pengembangan usaha yang sangat potensial, yaitu ternak kelinci dan telur asin. Kegiatan usaha ini akan berjalan dengan baik jika didukung dengan dana LKM dan kemauan dari masyarakat yang ingin memulai usaha. Bentuk kegiatan usaha ini adalah budidaya kelinci dan produksi telur asin. Masyarakat yang beternak diberi modal yang berasal dari KLM. Dalam jangka waktu enam bulan, warga yang meminjam modal harus mengembalikan keuntungan kepada Posdaya dengan perbandingan 30 persen untuk Posdaya dan 70 persen untuk warga tersebut. Dana yang diperoleh dari sistem bagi hasil tersebut akan digunakan oleh Posdaya untuk pengelolaan dan biaya operasional. Pelaku yang terlibat dalam pengembangan posdaya ini adalah : pengurus Posdaya dari mulai ketua sampai para stafnya, serta masyarakat yang memerlukan dana untuk memulai usaha. Adapun potensi komoditi yang diusahakan yang utama adalah kelinci dan telur asin. Mengingat ternak kelinci memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Hal ini terlihat dari masih jarangnya masyarakat daerah lain yang belum banyak membudidayakan kelinci. Sehingga Desa Cibanteng ini memiliki visi ntuk menjadi sentra kelinci di Kota Bogor. Jadi, usaha ternak kelinci ini sangat memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan serta dijadikan komoditi andalan desa tersebut. Sedangkan jenis pasar yang dihadapi adalh jenis pasar monopsoni dimana penjual kelinci banyak di daerah bogor ini. Sehingga perlu adanya upaya untuk mempromosikan kelinci dari Cibanteng yang memiliki keunggulan tersentu dibanding dengan ternak kelinci di daerah lain. b. aspek produksi Proses kegiatan yang terdapat di kelembagaan tersebut berupa budidaya ternak kelinci dan produksi telur asin. Budidaya ternak kelinci dilakukan oleh warga desa Cibanteng. Dari tahap indukan sampai tahap pembesaran. Dari tahap indukan sampai pembesaran, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya : pemberian vaksin, jenis makanan, dan konsentrat. Hal ini agar membuat kelinci tumbuh dengan sehat serta pada saat dipanen, kelinci yang dihasilkan berkualitas baik.Ketika kelinci siap dipasarkan, warga yang memasarkan langsung ke konsumen. Sedangkan proses produksi dari pembuatan telur asin, yaitu : mencuci telur asin hingga bersih, memeramnya dengan abu yang dicampur dengan garam, didiamkan selama 20 hari, dibersihkan dari abu, direbus atau dikukus, dan dikemas semenarik mungkin.

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer