Vitamin dan Mineral Bagi Tubuh
Dwi Erra E.
zat inorganic yang merupakan komponen
esensial dari enzim-enzim, hormon-hormon
dan sel-sel tubuh, yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan optimum, pembentukan otot dan
fungsi syaraf.
Senyawa organik yang ditambahkan dari luar
tubuh dalam jumlah sedikit atau yang dapat
disintesa didalam tubuh sapi perah dan
diperlukan untuk reaksi metabolik spesifik di
dalam sel agar terjadi keseimbangan produksi,
reproduksi dan kesehatan optimum.
Sapi perah membutuhkan:
17 suplemen (mineral makro dan mikro)
6 jenis vitamin yang meliputi vitamin yang
ditambahkan didalam ransum
◦ (A, D dan E),
◦ vitamin yang disintesis oleh mikroba rumen (B dan
K) dan
◦ vitamin yang disintesis di dalam jaringan tubuh
(vitamin C).
Mineral yang diperlukan sapi perah :
Mineral Makro
◦
Ca, P, Mg, K, Na, Cl dan S.
Mineral Mikro
◦
I, Fe, Co, Cu, Mn, Zn dan Se.
Ketersediaan mineral secara biologis
menggambarkan tingkat kecernaan dan
penggunaan mineral oleh ternak dalam
menunjang produksi.
Tabel 1. Ketersediaan Relatif Mineral dalam Beberapa Sumber Mineral
Sumber
Ketersediaan
Relatif
Mg Tepung tulang Monocalcium phosphate Magnesium oxide Calcium
sulfate
Monosodium phosphate Magnesium Sodium
sulfate sulfate
Dicalcium Ammonium phosphate Magnesium Potassium
phosphate carbonate sulfate
Calcium chloride
Sedang
P Monocalcium
phosphate
Tinggi
Ca
Dicalcium phosphate
Magnesium
sulfate
Calcium carbonate
Steamed bone meal Magnesium chloride
Limestone Defluorinated
Phosphate
Sodium tripolyphosphate
Rendah
Hijauan
Phosphate rendah F
S
Dolomitic limestone Unsur sulfur
Soft rock phosphate Hijauan, butiran
Tabel 2. Kebutuhan Mineral Sapi Perah Laktasi
Mineral
Ca
P
Mg
K
Na
Cl
S
Co
Cu
I
Fe
Mn
Se
Zn
1NRC
Satuan
%
%
%
%
%
%
%
ppm
ppm
ppm
ppm
ppm
ppm
ppm
Kadar dalam ransum
Rekomendasi
Maximum
0.43-0.77 (0.95) 3
2.0
0.28-0.49
1.0
0.20-0.25 (0.30) 3.4
0.5
0.90-1.00 (1.3-1.5) 4
3.0
0.18 (0.5) 4
-
0.25
-
0.20-0.25
0.4
0.10
10.0
10
100.0
0.6
50.0
50
1000.0
40
1000.0
0.3
2.0
10-60
500.0
(1989) ; 2 Berdasarkan sapi berbobot 590 kg dan 27 kg FCM dengan konsumsi BK harian 20 kg ;
Bermanfaat dalam kondisi cekaman panas.
3
Perkiraan
Jumlah/hari
116 g
75 g
41 g
184 g
37 g
51 g
41 g
2 mg
204 mg
12 mg
1020 mg
816 mg
6 mg
816 mg
Penting jika diberikan suplemen lemak ;
4
Kebutuhan Ca diperhitungkan berdasarkan
rataan kesediaan Ca.
Dari berbagai sumber Ca rataan
ketersediaannya 51%, butiran 43% dan hijauan
35%.
◦ Hijauan merupakan sumber Ca yang cukup baik
◦ Konsentrat merupakan sumber P yang lebih baik.
Bobot
hidup
Produksi susu dan komposisinya
Tingkat kebuntingan
NB: Kebutuhan tersebut diperlukan pada saat 4
minggu terakhir sebelum melahirkan atau pada akhir
masa periode kering untuk mengurangi terjadinya
milk fever.
Pemberian Ca diatas 0.39% BK bisa juga
menyebabkan milk fever
Periode
Kebutuhan Masa
Masa laktasi pada
Mineral kering
sapi berproduksi
tinggi
Ca
0.39% BK 0.80% BK
P
0.24 % BK 0.50 % BK
Ratio Ca dan P dalam ransum diupayakan pada
nilai 1.4 : 1 dan 2.5 : 1 agar kesehatan dan
produksi optimum selama periode masa kering
dan laktasi tercapai.
penurunan selera makan,
pertumbuhan yang lambat,
efisiensi pakan yang rendah,
penurunan produksi susu,
gangguan reproduksi
Kebutuhan Mg :
◦ pedet berumur kurang dari 3 bulan 0.10 %
◦ sapi perah berproduksi tinggi 0.25 – 0.30 %
Mg diperlukan pada awal laktasi, jika
suplemen lemak digunakan atau pada kasus
grass tetany.
Mg diberikan sebagai magnesium oksida
yang juga berfungsi sebagai buffer hingga
kadarnya mencapai 0.30% atau lebih
terutama jika digunakan ransum berbasis
alfalfa.
Mengurangi terjadinya pembengkakan
ambing (udder edema) jika diberikan pada
sapi dara 18 g per hari pada 5-6 minggu
sebelum melahirkan.
Suplemen seperti magnesium oksida (56%
Mg) atau dynamate (12% Mg) perlu
diberikan jika kadar Mg tanah rendah.
Defisiensi Mg dan Cu :
◦ Menurunkan kesuburan
◦ Anemia
◦ Menurunkan fungsi kekebalan tubuh
Kombinasi Cu dan Mg meningkatkan fertilitas
sapi. Namun umur dan tingkat produksi
dapat mempengaruhi respon tersebut.
Hijauan legum merupakan sumber K yang
baik
Kadar K dapat mencapai batas minimum
jika :
◦ Silase jagung sebagai hijauan utama dalam
ransum
◦ Ampas bir digunakan dalam jumlah besar
Jika cekaman panas merupakan masalah,
kebutuhan K perlu ditingkatkan hingga
mencapai 1.3-1.5% BK ransum.
Leguminosa & sumber protein lainnya kaya
akan sulfur.
Rasio optimum N : S = 10 : 1, sehingga jika
protein ransum 14%, perlu sulfur 0,15%.
Suplemen sulfur perlu jika ransum
mengandung urea, silase jagung atau hay
berkualitas buruk.
Sumber sulfur yang baik :
◦ Calcium sulfat (19% S)
◦ Sodium sulfat (10%)
◦ Methionine hydroxy analog (MHA)
Pemberian sulfur berlebih akan
meningkatkan kemungkinan terjadinya
toksisitas Mo dan gangguan penggunaan
Cu.
Kebutuhan sapi perah dapat dipenuhi
dengan :
◦ menambahkan garam sebesar 1% pada
konsentrat
◦ memberikan garam tambahan secara bebas ( free
choise) yang biasanya dalam bentuk garam blok
jilat.
Sapi laktasi membutuhkan 50 – 10 g garam
/ hari atau sekitar 25 g garam untuk setiap
15 kg produksi susu
Sapi kering membutuhkan 40 g garam/hari
Secara umum penambahan garam yang
diperkaya dengan mikromineral ke dalam
konsentrat ditambah dengan pemberian
garam jilat berikut mineral dalam bahan
pakan, telah cukup menjamin kebutuhan
ternak akan mineral mikro.
Kebanyakan ransum sapi perah tidak
memerlukan tambahan Co sebagai suplemen
Suplemen berupa garam atau sumber I lain
12 mg I / hari
Pemberian I lebih dari 50 mg, akan
meningkatkan kadar I dalam susu dan
menyebabkan toksisitas (keluar lendir dari
hidung dan mata berair).
Setelah pedet berumur 2 bulan, defisiensi Fe
sangat jarang ditemukan.
Kondisi normal ternak sapi mengkonsumsi Fe
lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Diperlukan suplementasi terutama pada sapi
berproduksi susu tinggi karena
kebanyakan hijauan, konsentrat dan
suplemen protein mengandung Mn dalam
jumlah terbatas.
Tidak perlu adanya penambahan Zn jika
bahan kering ransum masih mengandung
Zn antara 40-60 ppm, karena pemberian
berlebihan dapat mengganggu penggunaan
mineral mikro lain (Cu dan Fe).
Sumber Zn yang baik : Zinc sulfate dan zinc
oxide.
Pemberian Zn methionan meningkatkan
kualitas dan tingkat produksi susu.
Sapi kering disuplementasi 3-5 mg Se.
Sapi laktasi diberikan 6-8 mg / hari jika kadar Se
tanah sumber pakannya defisiensi Se.
Kecukupan Se meningkatkan efisiensi reproduksi
dan mengurangi terjadinya retained placenta serta
menurunnya kejadian mastitis.
Defisiensi Se:
◦ berkaitan dengan defisiensi vitamin E.
◦ mengakibatkan penyakit degenerasi pada tulang kerangka
dan jantung, nekrosis hati, infertilitas, kerdil, gangguan
metabolisme dari hormon tiroid,
◦ berkurangnya sistem imunitas tubuh sehingga mudah
terinfeksi virus.
◦ white muscle disease pada anak sapi.
Kadar Se yang tinggi mengakibatkan hilangnya
selera makan, rontok bulu sekitar ekor, tapak
mengelupas dan bahkan kematian.
Dapat meningkatkan performan dan
menurunkan somatic cell count susu.
Chelates Zn, Cu, Mn, I, Se dan Cr
menunjukan pengaruh yang bervariasi
terhadap produksi susu dibanding dengan
mineral organic.
Diserap di usus halus dengan bioavailability
dan penyerapan yang tinggi.
Mineral ini berhubungan dengan imunitas
dan respon reproduksi.
Menghindari timbulnya masalah palatabilitas,
variasi konsumsi harian dan variasi antar
ternak dan konsumsi suplemen mineral yang
berlebih.
Diberikan berdasarkan kadar mineral rumput
dan konsentrat serta produksi susu dan
diformulasikan dengan hati-hati dan
pemberian suplemen mineral yang terbaik
adalah pada pakan komplit.
mencampurkan mineral dengan komponen
konsentrat sebagai carrier (pembawa), tetapi
perlu dihindarkan penggunaan rumput atau
legum basah sebagai carrier mineral karena
dapat terjadi penurunan konsumsi hijauan
dan mineral.
Hanya garam bermineral mikro yang baik
diberikan free choice.
Sapi memilih suplemen karena menyukainya
atau belajar menyukainya karena rasa, bau
atau ukuran partikelnya.
Digunakan pada sapi dalam kandang atau
sapi diikat.
Diberikan sebanyak 100-300 g garam
bermineral mikro atau campuran vitamin dan
100-30 g sumplemen Ca dan P di atas
tumpukan ransum yang diberikan.
Vitamin larut dalam lemak: A, D, E, K
vitamin larut dalam air: seluruh vitamin B dan C.
Vitamin A, D dan E berperan dalam
mempertahankan tingkat reproduksi yang normal.
Kebutuhan sapi laktasi awal:
◦ 1450 IU/kg untuk Vitamin A,
◦ 450 IU/kg untuk vitamin D dan vitamin E diberikan cukup
tinggi.
ditemukan dalam bentuk carotene yaitu precursor vitamin A
yang dikonversi menjadi vitamin A dalam tubuh ternak, baik
dalam dinding saluran pencernaan atau dalam hati. (1 mg
carotene ≈ 400 IU vitamin A untuk ternak).
factor yang menurunkan/merusak Vitamin A
nitrat dalam pakan,
Pemanasan,
penyimpanan pakan jangka lama,
terkena udara dan sinar matahari,
oksidasi lemak dan lipid dalam pakan,
terbatasnya jumlah protein, P dan Zn dan ransum dan
interelasi dengan zat makanan lainnya,
kondisi cekaman dingin dan sakit meningkatkan kebutuhan
vitamin A.
◦ Degradasi oleh mikroba
◦
◦
◦
◦
◦
◦
◦
◦
Defisiensi : berpengaruh langsung terhadap struktur dan
fungsi kelenjar pituitary, gonad dan uterus, dapat
menyebabkan diare dan kehilangan nafsu makan.
diperlukan untuk hidup pokok, reproduksi,
laktasi, pertumbuhan dan kelayakan
pertumbuhan tulang.
memegang peran dalam penyerapan Ca dari
saluran pencernaan.
Defisiensi: gejala sama dengan defisiensi Ca
atau P yaitu kelemahan tulang dan retardasi
pertumbuhan.
Sumber: sinar matahari (D2) dan sterol ternak
(D3).
berhubungan erat dengan senyawa larut
lemak (tocopherol).
1 mg a-tocopherol = 1 IU vitamin E.
Sumber: hijauan, hay, tepung alfalfa, dan
minyak gandum.
berperan pada metabolik selenium
Defisiensi: white muscle disease, plasenta
yang tertinggal, mastitis dan penurunan
kemampuan reproduksi.
disintesis di dalam rumen dan usus halus.
esensial untuk mempertahankan koagulasi
darah normal dan dalam pembentukan
prothrombin yang berfungsi untuk
pembekuan darah.
disintesis di dalam rumen oleh mikroba
sebagai vitamin B komplek (tiamin/B1,
riboflavin/B2, niasin, piridoksin/B6, asam
pantotenat, biotin, asam folat, kolin dan
vitamin B12).
Niasin/asam nikotinik adalah koenzim
penting NAD dan NADP.
Dapat disintesis dari glukosa seperti reaksi
berikut:
D-glukosaD-asam glukoronikL-asam
gulonikL-gulonolaktonL-asam askorbat
(vitamin C)
berfungsi sebagai antioksi dan seperti
vitamin E.