Maju Bersama IPB Baru: Menjadi Perguruan Tinggi Kelas Dunia Berbasis Riset dengan Kompetensi Utama Pertanian Tropika
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Maju Bersama IPB Baru 1
Makalah Singkat
RENCANA PROGRAM KERJA
BAKAL CALON REKTOR IPB 2012-2017
“Maju Bersama IPB Baru: Menjadi Perguruan Tinggi
Kelas Dunia Berbasis Riset dengan Kompetensi Utama Pertanian Tropika”
Oleh :
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Bakal Calon Rektor
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
08 Oktober 2012
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Maju Bersama IPB Baru 2
Motivasi
Pencalonan diri saya oleh unit kerja di lingkungan IPB saat ini merupakan kali kedua
yang saya terima, yang pertama kali pada pemilihan Rektor IPB periode 2007-2012.
Namun pada saat itu, dengan mempertimbangkan berbagai hal khususnya kapasitas diri
saya sebagai calon academic leader yang belum mumpuni, maka saya menyatakan
ketidaksediaan menjadi Bakal Calon Rektor. Kondisi saat ini, tentunya berbeda setelah
waktu berjalan 5 tahun dimana kapasistas diri saya telah mencapai jenjang kepangkatan
tertinggi sebagai salah seorang Guru Besar IPB sejak bulan Juni 2007, dan juga
keterlibatan saya dalam ikut andil memikirkan kebijakan pendidikan tinggi dimasa transisi
IPB menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) badan hukum sebagaimana amanat dari UU
No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk
menolak pencalonan diri saya sebagai salah satu Bakal Calon Rektor IPB periode 2012-
2017.
Motivasi saya mencalonkan diri menjadi Rektor IPB periode 2007-2012 adalah
mendedikasikan diri saya menjadi pemimpin IPB yang amanah untuk membawa perubahan
bagi kemajuan IPB sebagai perguruan tinggi kelas dunia berbasis riset dengan kompetensi
utama pertanian tropika. Harapan ini akan terwujud dengan memanfaatkan potensi
sumberdaya IPB khususnya sumberdaya manusia IPB yang handal dan belum
dimanfaatkan secara optimal melalui kebersamaan langkah dan pemikiran dalam
mewujudkan IPB baru.
Isu dan Permasalahan serta Tantangan Masa Depan
Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University) merupakan perguruan tinggi
yang memiliki mandat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi pertanian di Indonesia.
Mandat ini dicanangkan oleh Presiden RI Pertama Dr.Ir. Soekarno, ketika beliau
meletakkan batu pertama pembangunan Kampus IPB (dulu Fakultas Pertanian dan
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Indonesia) pada tahun 1954 (IPB, 2008). Sebagai
satu-satunya perguruan tinggi negeri pertanian di Indonesia, dalam perkembangannya IPB
telah menghasilkan lulusan lebih dari 100.000 orang yang telah mengisi berbagai lini
kehidupan di masyarakat dan telah menunjukkan kiprah yang menonjol dalam
pembangunan nasional, khususnya pembangunan pertanian. Peran IPB tidak hanya
menghasilkan alumni yang handal, tetapi juga telah memberikan kontribusi pemikiran
berupa konsep pembangunan pertanian dan pendidikan, sebagai contoh program BIMAS
dan sistem perekrutan mahasiswa baru (PMDK). Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir
ini IPB telah menjadi kampus paling inovatif berdasarkan banyaknya inovasi IPTEKS
yang dimuat dalam buku seri Inovasi Teknologi BIC Kementeriaan Riset dan Teknologi.
Capaian-capaian tersebut nampaknya belum dapat memenuhi mandat yang diberikan
kepada IPB dan juga belum dapat memenuhi harapan masyarakat yang terus bertambah,
serta belum dapat memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan nasional khususnya
pembangunan di bidang pertanian dalam arti luas dewasa ini.
Di masa mendatang IPB harus mampu menunjukkan peran dan kiprah yang lebih
nyata lagi dalam memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan bangsa.
Berbagai isu dan permasalahan bangsa akan terus berganti dari waktu ke waktu dan bahkan
semakin kompleks`seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan peradaban
masyarakat Indonesia. Dengan demikian IPB dituntut untuk terus dapat menghasilkan
SDM yang handal dengan kompetensi tinggi, menghasilkan riset dan inovasi moderen dan
tepat guna serta memasyarakat, dan secara cepat dapat menyesuaikan diri terhadap
perubahan kebijakan nasional khususnya terkait dengan tata kelola perguruan tinggi.
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Maju Bersama IPB Baru 3
Kesemuanya itu harus dapat direspons oleh IPB untuk mengantisipasi perkembangan isu
dan permasalahan secara cepat dan tepat melalui kontribusi pemikiran ataupun inovasi
IPTEKS hasil penelitian yang diaplikasikan dalam mengatasi permasalahan nasional
tersebut. Beberapa isu dan permasalahan utama yang menjadi concern dalam
pengembangan IPB kedepan adalah sebagai berikut:
(1) Ketahanan dan keamanan pangan
Meskipun Indonesia telah beberapa kali mencapai swasembada pangan (beras) yang
diawali dengan suksesnya program BIMAS pada masa orde baru, saat ini
permasalahan pangan masih sangat rawan, sehingga perlu segera dipecahkan.
Kerawanan tersebut disebabkan karena beberapa hal diantaranya penyusutan lahan
pertanian, membanjirnya impor produk pertanian dan rendahnya keberpihakan
kebijakan pemerintah. Belum lama ini permasalahan harga kedelai telah memicu
keresahan masyarakat industri kecil pengolahan tempe yang sangat tergantung dari
pasokan kedelai impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi. Begitu juga
membanjirnnya impor produk-produk pertanian lainnya di pasaran lokal seperti buahbuahan
segar dan impor ikan telah memberikan pengaruh yang besar terhadap produk
lokal karena kalah bersaing dalam harga dan mutu. Selain itu, produk pertanian kita
belum memiliki jaminan keamanan pangan yang baik. Kondisi ini dalam jangka
panjang akan memberikan tekanan terhadap sektor pertanian dalam arti luas yang
selanjutnya mengancam keberlanjutan pangan nasional. Oleh sebab itu, peran dan
kontribusi IPB dituntut untuk ikut serta memecahkan permasalahan bangsa yang
penting ini.
(2) Redahnya mutu dan nilai tambah produk pertanian
Sebagaimana yang telah diuraikan pada butir (1), mutu sebuah produk menjadi hal
penting dalam persaingan global. Kemajuan masyarakat akan diikuti dengan
peningkatan preferensi terhadap mutu produk pertanian yang akan dibelinya, sehingga
peningkatan mutu menjadi keharusan selain pembangkitan semangat nasionalisme
untuk memakai produk lokal yang akhir-akhir ini digiatkan oleh Kementerian
Perdagangan dan Perindustrian. Untuk menghasilkan sebuah produk pertanian yang
bermutu dan bernilai tinggi maka penerapan IPTEKS dari hasil riset anak bangsa
menjadi penting, khusunya hasil-hasil riset dan inovasi IPB.
(3) Pengadaan dan pemanfaatan energi terbarukan
Ketersediaan energi fosil telah diramalkan akan habis dalam beberapa dekade
mendatang. Sebagai alternatifnya adalah pengembangan energi terbarukan, yaitu bioenergi
yang dihasilkan dari tanaman pertanian. Berbagai penelitian tentang energi
alternatif terus dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian termasuk IPB, diantaranya
pemanfaatan biji jarak pagar, kelapa sawit, buah pohon nyamplung, singkong hingga
pemanfaatan rumput laut dan mikro algae untuk diekstraksi minyaknya. Penelitianpenelitian
ini harus terus digalakkan dan didukung secara konsisten sampai dihasilkan
teknologi ekstraksi yang dapat digunakan secara komersial sehingga produk bio-energi
dapat diproduksi massal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
(4) Globalisasi perdagangan dan pendidikan
Globalisasi perdagangan dan pendidikan menuntut setiap pihak termasuk dunia
pendidikan harus mampu bersaing merebut pasar, melalui persaingan mutu. Mau
tidak mau peningkatan mutu pendidikan menjadi hal yang penting untuk dicapai. Mutu
tersebut dapat dinilai dari tercapainya standar mutu tertinggi melalui akreditasi
nasional atau internasional. IPB sebagai perguruan tinggi pertanian terbaik di
Indonesia sudah seharusnya seluruh program studinya terakreditasi BAN PT dengan
Nilai A, dan bahkan untuk beberapa program studi unggul perlu terus didukung untuk
mendapatkan akrediatasi internasional sejalan dengan upaya mewujudkan world class
university. Meskipun pada kenyataannya saat ini masih dijumpai sebagian kecil
program studi di IPB yang terakreditasi BAN PT dengan Nilai “C” dan “B”.
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Maju Bersama IPB Baru 4
(5) Perubahan kebijakan pendidikan tinggi nasional
Perkembangan kebijakan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan tinggi
yang sangat dinamis telah memberikan implikasi terhadap proses transisi tata
kelola Perguruan Tinggi BHMN yang berkepanjangan. Ditetapkannya Peraturan
Pemerintah (PP) No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PP No. 17 Tahun
2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, belum sempat
mengantarkan perubahan tata kelola IPB sebagai PT BHMN menjadi Perguruan
Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah (PTP), karena Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) pada akhirnya
disahkan pada tanggal 10 Agustus 2012 oleh Presiden RI. Dengan demikian IPB
harus segera menyesuaikan tata kelolanya menjadi PTN badan hukum selambatlambatnya
hingga tahun 2014. Untuk itu diperlukan pengawalan dan kesigapan
IPB dalam mengikuti proses pembahasan RRP tentang Tata Kelola, RPP tentang
Statuta maupun RPP tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan yang dibahas
secara pararel di DPT DIKTI maupun yang dikoordinasikan oleh Setber 7 PT
BHMN. Melalui perubahan tata kelola ini, maka pemantapan IPB sebagai
perguruan tinggi kelas dunia berbasis riset dengan kompetensi utama pertanian
tropika harus dapat diwujudkan.
(6) Penurunan minat mahasiswa terhadap bidang ilmu pertanian.
Manuwoto et al. (2008) dalam bukunya berjudul “Fenomena penurunan peminat
perguruan tinggi pertanian Indonesia” menyimpulkan bahwa penurunan minat
mahasiswa terhadap bidang ilmu-ilmu pertanian yang ditawarkan oleh berbagai
perguruan tinggi disebabkan karena fakultas dalam lingkup bidang pertanian
menawarkan program studi yang lebih banyak daripada fakultas non-pertanian.
Dengan perkataan lain program studi pertanian mempunyai lingkup keilmuan yang
lebih spesifik daripada program studi non-pertanian. Berubahnya orientasi calon
mahasiswa di era kapitalis yang memandang bahwa bidang ilmu perguruan tinggi
yang dipilihnya harus dapat memberikan jaminan pekerjaan untuk menghasilkan uang
yang cepat dengan mengisi lowongan pekerjaan pada sektor-sektor ekonomi dan
industri di perkotaan, diduga merupakan salah satu penyebab turunnya minat
mahasiswa pada bidang pertanian. Disamping, semakin ketatnya persaingan untuk
merebut calon mahasiswa karena tumbuh dan berkembangnya universitas yang
menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu pertanian dalam arti luas. Penurunan minat
calon mahasiswa ini harusnya disikapi dan dicarikan solusi sebaik mungkin melalui
kebijakan yang tepat diantaranya melalui upaya peningkatan daya tarik bidang ilmuilmu
pertnian yang dilakukan secara terstruktur.
Visi dan Misi
Visi dan Misi sebagai Bakal Calon Rektor IPB periode 2007-2017 dirumuskan dengan
memperhatikan Visi dan Misi IPB yang tertuang dalam Rencana Strategis IPB 2020,
Rencara Strategis IPB 2007-20012, isu dan permasalahan serta tantangan masa depan yang
dihadapi pendidikan tinggi dan IPB.
Visi IPB 2008-2013:
Menjadi perguruan tinggi berbasis riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian
tropika dan biosains serta berkarakter kewirausahaan.
Visi IPB 2020:
IPB sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan
serta inovasi teknologi dan seni yang berkualitas internasional, khususnya dalam
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Maju Bersama IPB Baru 5
mewujudkan pembangunan pertanian berkebudayaan industri yang berkelanjutan dengan
tetap mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa dan kelestarian sumberdaya alam,
berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar1945.
Visi Bakal Calon Rektor:
Pemimpin IPB yang amanah untuk membawa perubahan bagi kemajuan IPB menjadi
perguruan tinggi kelas dunia berbasis riset dengan kompetensi utama pertanian tropika.
Misi Bakal Calon Rektor:
(1) Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berstandar internasional
(2) Mengembangkan kegiatan penelitian yang bermanfaat bagi umat manusia
(3) Mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan IPTEKS
dan inovasi hasil-hasil penelitian untuk kesejahteraan masyarakat.
(4) Mengembangkan kerjasama dan pemasyarakatan/komersialisasi hasil-hasil penelitian
untuk kemajuan IPB.
Rencana Program Kerja 2012-2017
Mengacu pada Visi dan Misi sebagaimana yang telah dirumuskan di atas dan dengan
mempertimbangkan capaian kemajuan IPB hingga saat ini serta memperhatikan isu,
permasalahan dan tantangan kedepan yang akan dihadapi IPB, maka rencana program
kerja yang diusulkan adalah sebagai berikut:
A. Akademik:
(1) Peningkatan daya tarik serta penguatan program studi berbasis pertanian
(commodity-based study program)
(2) Peningkatan prestasi akademik mahasiswa dan kelulusan tepat waktu
(3) Peningkatan prestasi mahasiswa dalam mengikuti kompetisi ilmiah/sains di
tingkat nasional dan internasional
(4) Peningkatan soft skill dan kewirausahaan mahasiswa
(5) Peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan melalui akreditasi nasional dan
internasional
(6) Peningkatan jumlah mahasiswa asing melalui penyelenggaraan program
pascasarjana international.
B. Kemahasiswaan dan Alumni:
(1) Memperpendek waktu tunggu lulusan saat pertama kali mendapatkan pekerjaan
(2) Pengembangan dan pembinaan kegiatan kemahasiswaan (ekstra kurikuler) untuk
menumbuhkembangkan karakter kebangsaan dan karakter kewirausahaan
(3) Mendekatkan mahasiswa dengan keilmuan dan fakta di lapangan melalui kegiatan
kuliah kerja mahasiswa/kuliah kerja profesi
(4) Penggalangan potensi alumni untuk turut berkontribusi dalam pengembangan IPB.
C. Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat:
(1) Penyusunan roadmap penelitian dan pengabdian pada masyarakat (PPM) 2012-
2017
(2) Peningkatan jumlah dan mutu penelitian/PPM dosen melalui pelatihan, dukungan
penulisan proposal, insentif pendanaan
(3) Peningkatan jumlah publikasi hasil-hasil penelitian di jurnal ilmiah internasional
untuk membangun reputasi, persepsi dan pencitraan IPB di level internasional
dalam bidang sains
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Maju Bersama IPB Baru 6
(4) Pengembangan desa binaan IPB melalui penerapan IPTEKS dan inovasi hasilhasil
penelitian
D. Kerjasama dan Bisnis:
(1) Peningkatan peran dan kiprah dosen IPB dalam kegiatan pembangunan nasional
maupun keterlibataannya dalam badan internasional
(2) Peningkatan kerjasama dalam negeri dan internasional
(3) Pengelolaan satuan usaha komersial untuk perolehan pendapatan bagi
pengembangan IPB.
(4) Pembangunan pusat pemasaran dan pengembangan pertanian terpadu.
E. Manajemen IPB dan Sumberdaya:
(1) Penerapan manajemen kepemimpinan yang berazaskan pada kejujuran, keadilan,
kebersamaan, obyektivitas, akuntabilitas, transparan dan mengayomi
(2) Memantapkan tata kelola IPB sebagai PTN badan hukum
(3) Mengembangkan organisasi IPB yang efektif dan efisien serta profesional
(4) Pembangunan agro-eco-edu-tourism campus yang merefleksikan perguruan tinggi
pertanian
(5) Peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan dan penelitian berstandar
internasional
(6) Pengembangan dan perbaikan prasarana gedung fakultas serta sarana dan
prasarana pendukung bagi mahasiswa asing
F. Kesejahteraan Sosial:
(1) Peningkatan kesejahteraan dosen/tenaga kependidikan melalui santunan musibah,
asuransi, THR, dan insentif lainnya.
(2) Penggalangan kebersamaan dalam keragaman Civa IPB melalui silaturahmi,
kegiatan keagamaan, olah raga, dll.
Program kerja dan target capaian (milestones) menurut waktu secara lengkap
disajikan pada Tabel di bawah ini.
Tabel: Program kerja dan target capaian (milestones)
No. Program/Capaian 2013 2014 2015 2016 2017
1. Akademk dan Kemahasiswaan
1.1 Minat calon mahasiswa di bidang ilmu-ilmu
pertanian meningkat
x x x x
1.2 IP mahasiswa dan kelulusan tepat waktu
meningkat
x x x x x
1.3 Prestasi mahasiswa dalam kompetisi sains di
level nasional/internasional meningkat
x x x x
1.4 Softskill, kewirausahaan dan kompetensi lulusan
meningkat
x
x x x
1.5 Mutu penyelenggaran pendidikan meningkat:
- Program studi terakrediatasi BAN PT (Nilai A)
- Program studi terakreditasi internasional
meningkat
x
x
x
x
x
x
x
1.6 Jumlah mahasiswa asing meningkat x x x x
2. Kemahasiswaan dan Alumni
2.1 Waktu tunggu lulusan saat pertama kali
mendapatkan pekerjaan lebih singkat
x x x x
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Maju Bersama IPB Baru 7
2.2 Karakter kebangsaan dan karakter kewirausahaan
mahasiswa meningkat
x x x x
2.3 Kompetensi lulusan dan profesionalisme
meningkat
x x x x
2.4 Kontribusi alumni dalam pengembangan IPB
meningkat
x x x x
3. Penelitian dan Pengambdian kepada
Masyarakat
3.1 Roadmap penelitian dan pengabdian pada
masyarakat (PPM) 2012-2017
x
3.2 Jumlah dan mutu penelitian/PPM dosen
meningkat
x x x x
3.3 Insentif pendanaan penelitian/PPM meningkat x x x x
3.4 Publikasi di jurnal ilmiah internasional meningkat x x x x
3.5 Desa binaan IPB bertambah dalam jumlah dan
kualitas
x x x x x
4. Kerjasama dan Bisnis
4.1 Peran dan kiprah dosen IPB meningkat x x x x
4.2 Kerjasama dalam/luar negeri meningkat x x x x
4.3 Satuan usaha komersial (SUK) dikelola baik x x x x x
4.4 Terbangun dan beroperasinya pusat pemasaran
dan pengembangan pertanian terpadu
x x x
5. Manajemen IPB dan Sumberdaya
5.1 Renstra dan Renop IPB 2013-2017 x
5.2 Terlaksananya good-governance IPB sebagai
PTN badan hukum
x x x x x
5.3 Manajemen tersertifikasi ISO 9001-2008 x x x x
5.4 Terwujudnya agro-eco-edu-tourism campus x x x x
5.5 Sarana dan prasarana pendidikan dan penelitian
berstandar internasional
x x x x
5.6 Prasarana gedung fakultas serta sarana dan
prasarana lainnya terawat dan bertambah
x x x x x
6. Kesejahteraan Sosial
6.1 Kesejahteraan dosen/tenaga kependidikan
meningkat
x x x x
6.2 Kebersamaan dalam keragaman Civa dan tenaga
kependidikan IPB meningkat
x x x x x
Penutup
Sebagai penutup saya ingin manyampaikan bahwa sebaik apapun rencana program
kerja yang diajukan, tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik tanpa adanya dedikasi dan
komitmen yang tinggi untuk melaksanakannya serta dukungan partisipasi aktif dari seluruh
warga IPB. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Majelis
Wali Amanat, Senat Akademik dan Panitia Pemilihan Rektor IPB 2012-2017 yang telah
memberikan kesempatan kepada diri saya untuk ikut berpartisipasi dalam proses pemilihan
Rektor IPB periode 2012-2017.
Akhir kata saya ingin mengutip sebuah kalimat motivasi sebagai berikut:
“Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself”
(Leo Tolstoy)
Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc
Maju Bersama IPB Baru 8
Komentar