BISNIS PLEASE

C. Ringkasan Eksekutif
Mirasa Food Industry merupakan usaha kecil yang memiliki produk ekspor dan dapat ditujukan untuk segmen orang asing di Indonesia. Industri ini memproduksi baerbagai makanan ringan yang berbahan baku singkong.
Sejak awal berdiri, industri keripik singkong cap payung ini sudah menunjukkan prestasi tersendiri dalam hal pemasaran produk. Bahkan marketing yang dilakukan, kini telah merambah ke beberapa Negara besar di Eropa. Hal ini merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Mirasa Food Industri.
Memang benar, jika masyarakat menganggap ceriping singkong sebagai makaan yang biasa-biasa saja. Akan tetapi berkat usaha Muslich sebagai President Perusahaan, ceriping yang biasa ternyata bisa menjadi luar biasa. Selain renyah dan gurih bila digigit, ceriping ini juga memiliki variasi rasa yang beraneka ragam. Ada yang memiliki rasa asin, pedas, balado, barbeque, dan masih banyak lagi variasi rasa lainnya. Harganya pun relatif murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.
Kemudian, dari berbagai keunggulan yang dimiliki perusahaan Mirasa, kami berencana untuk sedikit mengembangkan bisnis tersebut. Yaitu dengan cara melakukan diversifikasi produk atau dengan kata lain menambah keberagaman dari produk yang dihasilkan. Kami berencana untuk menambah variasi rasa dari rasa-rasa yang telah ada. Selain itu karena terdapat banyak peluang dari faktor-faktor eksternal lingkungan dan kekuatan yang dimilki oleh perusahaan secara internal, maka kami berani untuk terusmengembangkan bisnis ini.
Kami juga berencana untuk memasarkan produk ke wilayah Asia bagian Timur Temah, khususnya Saudi Arabia. Kami memilih Saudi Arabia sebabgai sasaran pemasaran kami karena beberapa alasan, sehingga kami yakin bahwa produk kami akan laku keras dan para buyers bias merasakan kepuasan konsumen. Kita juga mengetahui bahwa Asia Timur Tengah merupakan tempat masuknya orang-orang dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh. Jadi secara otomatis jumlah calon konsumen tentunya akan bertambah.
Walaupun begitu, dalam melakukan bisnis pasti akan mendapatkan kendala. Dalam proses merealisasikan bisnis ini, kami telah memikirkan kendala-kendala yang mungkin dapat menghambat jalannya bisnis. Kendala tersebut dapat berupa tantangan yang muncul secara eksternal dari lingkungan dan dapat pula berupa kelemahan maupun kekurangan yang dimiliki oleh perushaan Mirasa itu sendiri.
Untuk meminimalisir kelemahan dan untuk meningkatka mutu perusahaan maka Mirasa Food kini tengah bekerja sama dengan 2 perusahaan multinasional terkemuka, yakni PT. Indofood dan Pt. Garuda Food. Akibat adanya korporasi inilah, kini keripik singkong telah menjadi sebuah produk yang memiliki cita rasa dan citra yang unik di kalangan masyarakat.
Bisnis ini memerlukan bahan baku berupa singkong dan tiap hari dapat mencapai 40 ton. Ketela segar ini sebagian besar didatangkan dari lahan-lahan petani setempat di Kabupaten Magelang. Selain singkong, bisnis ini juga memerlukan minyak goreng, plastik, dan lain sebagainya. Indstri yang terletak di Ambartawang, Mungkid ini kini telah menyerap 322 karyawan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki skill, attitude, dan knowledge yang luar biasa.
Selain proses pengolahan yang menerapkan prosedur operasional standar pengolahan pangan, usaha Muslich ini juga sangat peduli lingkungan. Sebab limbah atau sisa sampah hasil industri tidak dibuang begitu saja. Tetapi limbah tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin. Misalnya yang berupa kulit singkong diberikan ke masyarakat sekitar sebagai makanan ternak. Selain itu, sisa limbah lainnya dikirim ke wilayah Wonosobo untuk dilakukan prosesi pendaur ulangan.
Dari semua keunggulan yang dimiliki oleh Mirasa Food di atas, maka tidak heran kalau usaha ini tercatat sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM) berprestasi di Kabupten Magelang. Hal ini dibuktikan dengan adanya penghargaan yang diberikan oleh Bupati Magelang Ir Singgih Sanyoto pada tahun 2007 kemarin. Bahkan perusahaan ini juga pernah mendapatkan penghargaan primaniyarta dari Dinas Perdagangan Jateng dan Badan Pengembangan Ekspor Naional.

D. Informasi Umum Perusahaan
 Visi dan Misi Perusahaan
 Sejarah Perusahaan
Mirasa Food yang dikenal sebagai industri rumah tangga, berdiri pada tahun 1979 di tangan H Muslich. Sejak awal berdiri, Industri singkong cap payung ini telah menunjukkan prestasinya dalam hal pemasaran produk yang secara simultan terus meningkat dari tahun ke tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, Mirasa selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan produk-produk yag halal, higinis, dan lebih berkualitas sehingga produk yang dihasilkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
Awalnya ceriping singkong ini hanya didistribusikan ke daerah Jakarta. Namun karena cepatnya dan terus melonjaknya permintaan pasar maka industri ini terus menambah jumlah output/produk yang dihasilkan. Hingga akhirnya produk ini bisa menguasai pangsa pasar di Jakarta dan terus melebar hingga ke daerah sekitarnya. Hal ini merupakan jalan awal kesuksesan Muslich sebagai direktur industri ceriping merk Cap Payung ini.
Tidak terduga pertumbuhan demand menunjukkan peningkatan yang simultan, oleh karena itu industri ini berkompetisi untuk selalu meningkatkan mutu produk yang dihasilkan, baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas output yang dihasilkannya.
Untuk merealisasikan usaha tersebut, Mirasa bekerja sama dengan 2 perusahaan multinasional, yaitu Indofood Fritolay dan Garudafood. Kerja sama dengan 2 perusahaan besar ini, sebenarnya telah terjalin sejak tahun 1988. Setelah diterima baik oleh masyarakat, keripik singkong Cap payung mulai mengembangkan pangsa pasar pada level yang lebih tinggi, dengan cara menjamah market konsumen di Negeri Holland. Dengan mengingat visi dan misi yang dimiliki perusahaan ini, ”Meningkatkan kualitas dan mengembangkan wawasan karyawan” maka lingkup market Mirasa, kini telah meluas hingga ke Negara-negara besar baik di wilayah Asia maupun Eropa.
Adapun prosentase penjualan produk lokal dan Ekspor ditampilkan oleh tabel di bawah:

Memang benar bila dilihat dari kapasitas komoditi yang dihasilkan, jumlah produk yang terjual memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat jelas dari supplay singkong segar ke dalam pabrik. Tahun 1993 bahan baku singkong yang dipergunakan hanya sejumlah 5 ton per hari, namun saat ini telah mencapi 40 ton singkong segar per hari.
Selain itu bahan baku ini selalu didatangkan dari daerah sekitar Pabrik dengan maksud agar dapat menambah pendapatan masyarakat di daerah tersebut. Wilayah pemasok singkong yang berasal dari dalam kabupaten meliputi: Borobudur, Salaman, Kajoran, Sawangan, Windusari, Kalianggrek, dan Srumbung. Sedangkan daerah di luar kabupaten meliputi: Wonosobo, Purworejo, Sukabumi, Malang, dan Temanggung.
Jumlah tenaga kerja yang dipergunakan pun terus bertambah bahkan kini telah mencapai 322 karyawan dimana 99% berasal dari daerah Magelang itu sendiri. Jumlah produk yang dihaliskan juga semakin meningkat, bahkan kini setiap harinya dapat memproduksi 14.000 ton keripik singkong.
 Lokasi dan Fasilitas Perusahaan
PT. Mirasa Food Industri memiliki luas sekiiar 0.5 hektar dan terletak di Jalan Munggur No. 2 Kalangan Wetan, Ambartawang, Mungkid, Magelang. Pabrik ini terletak sekitar 500 meter dari jalan raya dan wilayah sekitar industri ini merupakan areal persawahan. Adapun nomor telepon perusahaan, yaitu (0293) 782614.
Perusahaan Mirasa tersebut berpusat di Jakarta, tepatnya di Jalan Kosambi Baru No 35 Cengkareng, Jakarta Barat. Telepon 021-5410351 dan Fax 021-54115460. Dengan E-mail Mirasafood@yahoo.co.id
Walaupun terletak di daerah pedesaan, akan tetapi industri ini telah berhasil menjamah pasar internasional dan telah dilengkapi dengan berbagai alat modern. Hal ini bertujuan unjtuk memberikan pelayanan yang cepat dan akurat sehingga tercapailah kepuasan konsumen.

E. Analisis Peluang Eksternal Internal Bisnis
 Peluang Bisnis
Kami memilih untuk mengembangkan rencana bisnis ini bukan tanpa alasan melainkan terdapat beberapa faktor eksternal yang dapat mendukung. Peluang-peluang tersebut meliputi:
 Keripik singkong kini telah menjadi sebuah produk yang memiliki citarasa dan citra tersendiri di kalangan masyarakat. Baik masyarakat dalam negeri dan bahkan masyarakat internasional. Oleh karena itu kami memanfaatkan produk dasar yang berupa keripik singkong, yang kemudian dimodifikasi dengan mengubah citarasa yang telah ada. Sehingga memunculkan keunikan rasa tersendiri dibandingkan keripik singkong yang masih tawar.
 Di dalam produk yang dihasilkan oleh Mirasa Food, sebagian besar mencerminkan citarasa bangsa Eropa, misalnya: keripik singkong rasa balado, rasa barbeque, dan chili. Tampak jelas sekali tidak ada satupun rasa yang mencerminkan karakteristik Indonesia. Oleh karena itulah, kami berencana untuk menghasilkan suatu makanan, yang mana juga dapat memperkenalkan citarasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ke dunia internasional. Produk makanan tersebut ialah ceriping singkong tetapi dihiasi dengan bumbu rendang. Rendang itu sendiri adalah suatu makanan tradisional yang terbuat dari daging sapi yang ditambah dengan penyedap yang berasal dari empon-empon. Walaupun hanya sebuah makanan tradisional tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mendunia.
 Tingginya permintaan umat muslim terhadap masakan rendang.
Hal itulah yang mendorong kami untuk merencanakan suatu bisnis ceriping singkomg rasa rendang. Kemudian kami berencana untuk memasarkan produk tersebut ke Wilayah Asia bagian Timur tengah, khususnya Negara Saudi Arabia, sebab orang yang sedang dalam perjalan haji atau umroh kemungkinan besar juga mencari makananmaupun masakan rending.
 Tantangan
Selain peluang bisnis yang kami temui, kami juga memperkirakan adanya beberapa tantangan yang mungkin dapat menghambat bisnis ini. Akan tetapi kami akan berusaha untuk mengatasinya dengan berbagai cara. Tantangan tersebut meliputi:
 Adanya perusahaan saingan.
Dengan munculnya perusahaan saingan tentunya akan mempengaruhi jumlah penawaran yang akan kami keluarkan. Dan pastinya jumlah penawaran akan mempengaruhi kuantitas barang yang terjual. Oleh karena itu kami mengantisipasinya dengan cara meningkatkkan kinerja Sumber daya yang dipergunakan di perusahaan Mirasa food tersebut. Baik peningkatan dari segi mesin yang dipergunakan maupun tenaga manusianya. Selain itu kami juga berupaya untuk mengikuti pameran-pameran maupun perlombaan untuk kategori Usaha Kecil Menengah (UKM). Semua ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi mengenai perusahaan maupun produk yang kami hasilkan Selain itu juga meyakinkan para konsumen bahwa produk yang kami keluarkan memiliki nilai yang lebih dalam hal kualitas. Sehingga otomatis para konsumen akan tertarik untuk mengkonsumsi produk ini.
 Daya beli konsumen yang rendah
Kita tahu bahwasanya sebagian besar perekonomian bangsa-bangsa di benua Asia masih tergolong rendah. Dengan rendahnya pendapatan yang dimiliki oleh para pembeli atau konsumen, tentunya juga akan menurunkan tingkat prmintaan. Padahal produk baru ini, akan kami distribusikan khusus ke wilayah Asia khususnya di bagian Timur Tengah. Oleh sebab itu kami akan berusaha mengatasinya dengan cara meminimalisir biaya produksi yang diperlukan, sehingga harga jual juga akan mengalami penurunan. Dengan harga jual yang rendah maka akan mempermudah masyarakat untuk mengkonsumsinya, khususnya bagi rakyat dengan ekonomi rendah.
Selain itu kami juga membagi produk makanan ini menjadi beberapa bagian. Yaitu ukuran jumbo, ukuran standard, dan ukuran kecil. Dengan begitu buyers bisa memilih produk makanan mana yang hendak dibeli sesuai keuangan yang mereka miliki.
 Kekuatan
Mirasa Food merupakan suatu industri yang dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Perkembangan ini tentunya tidak lepas dari kondisi internal perusahan. Adapun faktor-faktor sebagai penyebab Mirasa Food sebagai industri yang hebat:
 Sumber daya Manusia
Untuk mengolah bahan-bahan mentah dan mengatur jalannya perusahaan, Mirasa food kini telah memanfaatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sebagian besar tenaga kerja yang digunakan ialah tenaga kerja terdidik dan terlatih.
Prosentase keahlian tenaga kerja di Mirasa Food:

Mereka adalah orang-orang terpilih yang memiliki skill, knowledge, dan attitude yang cukup baik dengan terus-menerus berkreasi dan berinovasi (continuous improvement). Selain itu Mirasa juga berupaya untuk menciptakan suatu iklim agar setiap individu memiliki etos kerja yang optimal, kreatif, dan inovatif demi menuju proses perubahan kearah peningkatan.
 Sumer daya alam yang melimpah
Sebagai perusahaan yang terletak di wilayah Negara agraris, tentunya bahan mentah bukanlah suatu kendala. Tetapi sebaliknya, hal terseut merupakan salah satu kekuatan untuk bersaing dengan industri lain di lain daerah. Lebih lagi karena wilayah di sekitar Pabrik Mirasa merupakan daerah pertanian, maka dalam pengadaan singkong segar dapat dengan mudah diambil dari dalam kabupaten. Adapun daerah yang menjadi pemasok sigkong, yang meliputi daerah Borobudur, Salaman, Kajoran, Sawangan, Windusari, Kalianggrek, dan Srumbung. Selain diambil dari dalam, Mirasa Industri juga mengambil bahan baku dari daerah Wonosobo, Purworejo, dan Temanggung. Sehingga bagi Mirasa food sumber daya alam yang dimiliki sekarang merupakan sebuah kekuatan untuk mengembangkan industrinya.
 Pengalaman
Sebagai perusahaan industri yang telah berdiri sejak tahun 1979, tentunya telah merasakan asamnya garam dalam menjalankan bisnis mereka. Maksudnya ialah bahwa Mirasa food tentunya memiliki pengalaman yang lebih dibandingkan dengan industri lainnya.
 Kelemahan
Segala sesuatu pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Walaupun Mirasa telah dicap sebagai salah satu industri teladan di Provinsi Jawa Tengah, namun secara internal masih terdapat beberapa kelemahan yang dimiliki oleh para pengusaha di Mirasa food industri ini. Kelemahan-kelemahan yang mungkin dapat kami lihat, meliputi:
 Kemampuan Manajerial Sumber daya manusia
Sebagai industri yang bergerak di bidang usaha kecil menengah tentunya akan kuwalahan untuk memanage karyawan sebanyak 322 orang. Kesulitannya yaitu dalam hal pembagian kerja dan pengawasan terhadap karyawan. Namun kendala-kendala seperti itu dapat diantisipasi, yaitu dengan cara:
• Membagi seluruh karyawan menjadi 2 kelompok berdasarkan jam kerja.
 Kelompok I bekerja dari jam 07.00 - 15.00
 Kelompok II bekerja setelah jam 15.00 - 23.00
Dengan demikian pengawasan dapat lebih ditertibkan.
• Menggunakan mesin otomatis untuk mendata karyawan yang masuk kerja dan pulang kerja. Dengan menggunakan alat bantu berupa mesin, maka karyawan yang tidak masuk atau absent dapat didata oleh komputer secara otomatis.

F. Perencanaan Pemasaran
 Peluang Pasar
Kami berusaha memanfaatkan kebiasaan umat muslim pada bulan zulhijah, khususnya yang hendak melaksanakan ibadah haji. Seperti biasa, menjelang hari raya idul adha umat muslim menyiapkan bahan-bahan yang hendak dijadikan santapan setelah shalat idain. Begitu pula bagi umat muslim yang sedang melakukan perjalan ke Baitullah. Mereka berlomba-lomba untuk mencari masakan rending sebagai pengiring ketupat atau sebagainya. Akan tetapi masakan yang berupa rendang ini sulit sekali didapat di daerah Asia Timur Tengah. Padahal disinilah umat muslim melakukan prosesi ibadah haji. Dengan melihat keadaan seperti itu maka kami berencana untuk memasarkan keripik rasa rendang ke wilayah tersebut, khususnya di daerah Saudi Arabia. Kami yakin pemasaran di daerah ini, akan menarik banyak konsumen sehingga permintaan yang ada terus meningkat.
 Daerah pemasaran
Hingga tahun 2008 ini produk Mirasa telah merambah ke wilayah Asia Tenggara bahkan telah meluas hingga ke Negara-negara maju di benua Eropa, seperti Jerman, Inggris, dan Swiss. Kemudian kami berencana untuk menjadikan Asia bagian Timur Tengah menjadi daerah pemasaran selanjutnya. Alasan kenapa kami memilih Asia Timur Tengah telah dijelaskan di atas, yang mana Asia Timur Tengah merupakan sebuah peluang pasar untuk produk keripik rasa rendang.
Selain dijadikan komoditi ekspor, keripik ini tentunya juga akan dipasarkan di dalam negeri. Kami akan memasarkannya ke kota-kota besar di Indonesia.
 Pasar sasaran
Kalau masalah sasaran kami, kami akn menjadikan pasar lokal di dalam negeri menjadi salah satu sasaran kami, khususnya pasar lokal yng terdapat di kota-kota besar di Indonesia. Diantaranya: Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, sebagian Provinsi di Sumatra dan Kalimantan.
Sedangkan untuk lingkup internasionl kami akan menjadikan daerah dimana umat mulim kelur masuk Baitullah, sebagai sasaran kami selanjutnya. Daerah tersebut diantarnya Abu Dhabi dan Uni Emirat Arab.
 Volume dan harga penjualan
Sebagai produk yang masih baru mak kami akan memulai menjulnya dengan volume yng tidak terlalu berlebihan. Awalnya kami akan mengenlkan terlebih dahulu produk baru ini, kemudin setelah diterima baik oleh par konsumen mak kami akan menambah volume penjualan. Awalnya ceriping singkomg rendang ini, kami targetkan sebesar 5.000 kg setiap hari. Kemudian kami akan membagi produk ini menjadi beberapa kelompok berdasarkan ukurannya, yang terdiri dari: keripik rendang jumbo 250 gr, kripik rendang standar 150 gr, dan keripik ukuran kecil 18 gr. Kemudian keripik-keripik tersebut akan dijual dengan kisaran harga pasar dari Rp 500,00 hingg Rp 5000,00. Pembagian produk ini dilakukan dengan maksud agar memberikan kemudahan untuk menjangkaunya oleh para konsumen dari berbagi kalangan perekonomian.
 Persaingan
Dalam memasarkan keripik singkong, perushan Mirasa memiliki beberapa pesaing, yang ada di luar daerah. Namun ini tidak akan menjadi kendala besar. Sebab Mirasa kini telah memperluas produktivitasnya, baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi. Yaitu dengan meningkatkan skill yang dimiliki sumber daya manusia yang dipekerjakan. Selain itu Mirasa juga menambah dan memanfaatkan perkembangan teknologgi yang ada. Semua ini akan mendorong Mirasa menjadi yang terdepan dan menjadi pesaing terberat bagi industri makanan lainnya.
 Strategi Bersaing
Dalam menghadapi persaingan pasar, kami memiliki beberapa strategi, diantaranya:
 Menyebarluaskan mengenai kualitas perusahaan dan kualitas produk yang dihasilkan. Untuk merealisasikan hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengikuti perlombaan-perlombaan, baik di tingkat lokal, nasional, atau bahkan mancanegara. Dengan mengikuti perlombaan-perlombaan maka dapat mendorong kinerja karyawan di pabrik. Akibatnya kualitas produk yang dihasilkan meningkat. Setelah kualitas sudah baik maka para konsumen pasti akan tertarik untuk mengkonsumsinya.
 Pertumbuhan Pasar
G. perencanaan produk
 Bentuk Produk
Pada umur yang ke 28 tahun, Mirasa food Industri kini telah memiliki berbagai variasi rasa dalam keripik singkong mereka. Diantaranya rasa barbequ, balado, dan chili. Kebanyakan variasi rasa tersebut diambil dari selera yang dimiliki masyarakt Eropa. Oleh karena i\tu kami mencoba untuk membuat keripik singkong dengan rasa ala Indonesia. Yaitu keripik ketela yang dikemas dengan bumbu rendang.
Kemudian kalau masalah wujudnya, kami akan menciptakan keripik dengan bentuk spiral. Yaitu sebuah ceriping singkong berbentuk lingkaran tetapi berombak.
Jadi secara keseluruhan ceriping yang hendak kami buat berbentuk spiral dan diberi bumbu rendang.
 Manfaat produk bagi konsumen
Produk yang akan kamu buat didominasi oleh bahan singkong dan bumbu rendang. Jadi manfaatnya dapat dilihat dari faedah yang dimiliki bahan penyusun tersebut. Yang pertama singkong. Singkong merupakan makanan pokok di beberapa daerah di Inndonesia. Hal ini disebabkan karena kandungan karbohidrat yang tinggi. Selain singkong keripik ini juga dihiasi oleh bumbu rendang. Bumbu rendang terbuat dari daging sapi dan empon-empon atau toga, seperti jahe. Sehingga khasiat yang dimilikinya sangatlah banyak.
H. Perencanaan Produksi
 Proses pembuatan produk
Awalnya singkong segar dikupas kulitnya kemudian dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Setelah bersih singkong diiris tipis-tipis dengan menggunakan mesin potong (slicer). Setelah singkong menjadi potongan-potongan yang diinginkan (bentuk spiral), maka potongan ini akan masuk ke tumbler. Tumbler merupakan sebuah alat untuk melarutkan zat-zat tidak berguna yang terkandung di dalam singkong. Setelah itu potongan akan direndam selama 5 menit. Setelah lima menit berjalan singkong akan ditiriskan dengan menggunakan sebuah alat yang disebut sentrifeus. Setelah irisan singkong benar-benar kering singkong akan masuk ke mesin penggorengan (getfrier). Suhu yang digunakan untuk menggoreng sekitar 1700C. Setelah matang, maka seluruh isi getfrier akan dituang dengan mengunakan mesin dan kemudian diarahkan ke sentrifeus. Alat ini sama seperti sentrifeus yang awal, tetapi kali ini berfungsi untuk meniriskan minyak. Keripik akan dibedakan menjadi 2 kelompok. Yaitu keripik kualitas I dan keripik singkong kualitas II. Setelah terbagi, ceriping tawar akan dimasukkan ke mesin pengduk. Di dalam mesin ini keripik diberi bumbu sesuai yang diinginkan (Bumbu rendang). Setelah teraduk maka keripik akan berjalan menuju mesin pembungkus (packing).
 Lokasi Pembuatan
Lokasi pembuatan keripik rendang ini ialah di PT. Mirasa food Industri. Letaknya di Jalan Munggur No. 2 Kalangan Wetan, Ambartawang, Mungkid, Magelang.
 Mesin Peralatan
 Lay Out Proses
 Bahan baku
 Singkong : 40 ton tiap hari (termasuk singkong untuk produksi kripik rasa lain)
 Minyak : 20 ton tiap minggu (termasuk minyak untuk produksi kripik rasa lain)
 Bumu : 1 ton tiap bulan (khusus bumbu rasa rending)
 Plastik : 300-500 root tiap bulan
 Kapasitas produksi
 Secara keseluruhan kapasitas prouksi tertampang seperti tabel berikut:

 Tenaga kerja
Karena yang ingin kami kembangkan adalah Mirasa food industri , maka karyawan yang kami gunakan juga harus karyawan perusahaan tersebut. Kemudian karena Industri ini telah memiliki karyawan sebanyak 322 orang, maka menurut kami itu sudah cukup dan tidak perlu lagi menambah tenaga lagi.
I. Perencanaan keuangan
J. Perenanaaan manajemen

Komentar

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer