laporan jepri poenya
KAJIAN PUSTAKA
A. Indikator Asam-Basa
1. Kertas Lakmus
Warna kertas lakmus Larutan
asam basa nertal
merah Merah Biru Merah
biru Merah Biru Biru
2. Indikator Universal
Indikator universal dapat menentukan tingkat keasaman dan kebasaan suatu larutan. Caranya dengan mencelupkan kertas indikator pada larutan lalu mencocokan dengan warna standar yang tertera pada box indikator.
3. Larutan Indikator
Indikator warna memberikan warna yang berbeda dalam keadaan asam maupun basa.
Indikator Laritan
Asam Basa Netral
Metil merah
Melil jingga
Bromtimol biru
Fenolftalein
Titrasi Asam Basa
Disusun oleh :
Jefry Ardian Hadinata
(XI IPA 3/14)
SMA NEGERI 1 MUNTILAN
2008/2009
Indikator Asam Basa
A. Tujuan
• Mengetahui sifat larutan
B. Alat dan bahan
a) Gelas kimia
b) Pipet tetes
c) Buret
d) Statip
e) Erlenmeyer
f) Corong
g) Larutan standar NaOH o,1 M
h) Larutan HCl 0,1 M
C. Prosedur Kerja
1. Memasukkan larutan HCl ke dalam 4 tabung reaksi masing-masing setinggi ± 2 cm.
2. Tabung ke 1 ditambah 1 tetes metil orange (MO), lalu mencatat perubahan warnanya.
Tabung ke 2 ditambah 1 tetes metil red (MR), lalu mencatat perubahan warnanya.
Tabung ke 3 ditambah 1 tetes brom metil blue (BMB), lalu mencatat perubahan warnanya.
Tabung ke 4 ditambah 1 tetes fenolftalin (PP), lalu mencatat perubahan warnanya.
3. Mengulangi langkah 1 dan 2 untuk larutan NaOH.
4. Mencelupkan Indikator Universal pada larutan HCl di Beker glas, lalu mencocokkan perubahan warnanya pada box indicator Universal kemudian mencatat pH-nya.
5. Mengulangi langkah ke-4 untuk larutan NaOH.
6. Mencelupkan lakmus merah dan biru dalam HCl dan mengulanginya pada NaOH
D. Hasil
1. Perubahan warna pada indikator warna
a) HCl
1. HCl + MO menjadi merah
2. HCl + PP menjadi putih tak berwarna
3. HCl + BTB menjadi ungu pekat
4. HCl + MR menjadi merah
b) NaOH
1. NaOH + MO menjadi kuning
2. NaOH + PP menjadi merah
3. NaOH + BTB menjadi biru
4. NaOH + MR menjadi kuning
2. Penentuan pH larutan dengan Indikator Universal
a) pH HCl = 12
b) pH NaOH = 1
3. Perubahan warna pada Indikator kertas lakmus
Lakmus NaOH HCl
Lakmus merah Ungu Merah
Lakmus biru Biru Merah
E. Pembahasan
Berdasarkan hasil percobaan dapat digambarkan 2 diagram sebagai berikut :
a. NaOH
0 2,9 4,0 4,2 6,3 7,6 8,3 10.0
pH NaOH di bawah 7
b. HCl
0 2,9 4,0 6,3 7,6 8,3 10.0
pH HCl di atas 7
F. Kesimpulan
HCl bersifat asam sedangkan NaOH bersifat basa.
Percobaan II
Titrasi Asam Basa
A. Tujuan
Menentukan konsentrasi larutan HCl dengan menggunakan larutan standar NaOH
B. Alat dan bahan
• Labu Erlenmeyer
• Pipet gondok
• Filler
• Buret
• Klem dan statif
• Larutan NaOH
• Larutan HCL
• Phenolftalein (PP)
C. Cara Kerja
• Mengisi buret dengan larutan NaOH 0,1 M hingga volume skala 0 ml
• Memasukkan larutan HCl ke dalam 3 labu Erlenmeyer masing masing 20 ml dengan menggunakan pipet gondok. Menambahkan masing-masing 3 tetes phenolftalein
• Menitrasi masing-masing larutan HCl dalam labu Erlenmeyer tersebut dengan larutan NaOH 0,1 M dari buret tetes demi tetes hingga terjadi perubahan warna. Mencatat volume NaOH yang diperlukan.
D. Hasil Pengamatan
No. Vol. HCl Vol. NaOH 0,1 M Rata-rata Vol. NaOH 0,1 M
1. 20 ml 25 ml 22,5 ml
2. 20 ml 23, 5 ml 21,75 ml
3. 20 ml 24 ml 22 ml
E. Pembahasan
1. Reaksi antara HCl dan NaOH HCL + NaOH →NaCl + H2O
2. Titik Ekuivalen adalah saat dimana pH asam dan basa equivalen(sama). Cara memnandainya yaitu dengan adanya perubahan warna yang konstan (apabila dikocok tidak akan kembali putih lagi).
3. Karena pada Indikator PP apabila diteteskan ke larutan HCl akan berwarna putih. Sedangkan apabila diteteskan ke larutan NaOH akan berwarna merah. Jadi perubahan ini warna ini merupakan yang paling mencolok. Sehingga dipilih indicator PP pada titrasi tersebut.
4. Percobaan I
Diket : [NaOH] = 0,1
VHCl = 25 ml
VNaOH = 20 ml
Ditanya : [HCl]..?
Jawab :
[OH-] = b. Mb
= 1. 0,1
= 0,1 M
mol OH- = mol H+
[OH-]. V NaOH = [H+]. VHCl
0,1 .20 = [H+]. 25
[H+] = 0,125 M
[H+]. = a. Ma
M = [H+]
a
= 0,125
1
= 0,125 M
Jadi molaritas atau konsentrasi dari HCl adalah sebesar 0,125 M
Percobaan II
Diket : [NaOH] = 0,1
VHCl = 20 ml
VNaOH = 23,5 ml
Ditanya : [HCl]..?
Jawab :
[OH-] = b. Mb
= 1. 0,1
= 0,1 M
mol OH- = mol H+
[OH-]. V NaOH = [H+]. VHCl
0,1 .23,5 = [H+]. 20
[H+] = 0,1175 M
[H+]. = a. Ma
M = [H+]
a
= 0,1175
1
= 0,1175 M
Jadi molaritas atau konsentrasi dari HCl adalah sebesar 0,1175 M
Percobaan III
Diket : [NaOH] = 0,1
VHCl = 20 ml
VNaOH = 24 ml
Ditanya : [HCl]..?
Jawab :
[OH-] = b. Mb
= 1. 0,1
= 0,1 M
mol OH- = mol H+
[OH-]. V NaOH = [H+]. VHCl
0,1 .24 = [H+]. 20
[H+] = 0,12 M
[H+]. = a. Ma
M = [H+]
a
= 0,12
1
= 0,12 M
Jadi molaritas atau konsentrasi dari HCl adalah sebesar 0,12 M
Berdasarkan ketiga percobaan di atas dapat diperoleh nilai rata-rata molaritas HCl, yaitu :
[HCl]rata-rata = 0,125 + 0,1175 + 0,12
3
= 0,3625
3
= 0, 120833…M
F. Kesimpulan
Rata-rata molaritas atau konsentrasi dari HCl adalah sebesar 0, 120833…M
A. Indikator Asam-Basa
1. Kertas Lakmus
Warna kertas lakmus Larutan
asam basa nertal
merah Merah Biru Merah
biru Merah Biru Biru
2. Indikator Universal
Indikator universal dapat menentukan tingkat keasaman dan kebasaan suatu larutan. Caranya dengan mencelupkan kertas indikator pada larutan lalu mencocokan dengan warna standar yang tertera pada box indikator.
3. Larutan Indikator
Indikator warna memberikan warna yang berbeda dalam keadaan asam maupun basa.
Indikator Laritan
Asam Basa Netral
Metil merah
Melil jingga
Bromtimol biru
Fenolftalein
Titrasi Asam Basa
Disusun oleh :
Jefry Ardian Hadinata
(XI IPA 3/14)
SMA NEGERI 1 MUNTILAN
2008/2009
Indikator Asam Basa
A. Tujuan
• Mengetahui sifat larutan
B. Alat dan bahan
a) Gelas kimia
b) Pipet tetes
c) Buret
d) Statip
e) Erlenmeyer
f) Corong
g) Larutan standar NaOH o,1 M
h) Larutan HCl 0,1 M
C. Prosedur Kerja
1. Memasukkan larutan HCl ke dalam 4 tabung reaksi masing-masing setinggi ± 2 cm.
2. Tabung ke 1 ditambah 1 tetes metil orange (MO), lalu mencatat perubahan warnanya.
Tabung ke 2 ditambah 1 tetes metil red (MR), lalu mencatat perubahan warnanya.
Tabung ke 3 ditambah 1 tetes brom metil blue (BMB), lalu mencatat perubahan warnanya.
Tabung ke 4 ditambah 1 tetes fenolftalin (PP), lalu mencatat perubahan warnanya.
3. Mengulangi langkah 1 dan 2 untuk larutan NaOH.
4. Mencelupkan Indikator Universal pada larutan HCl di Beker glas, lalu mencocokkan perubahan warnanya pada box indicator Universal kemudian mencatat pH-nya.
5. Mengulangi langkah ke-4 untuk larutan NaOH.
6. Mencelupkan lakmus merah dan biru dalam HCl dan mengulanginya pada NaOH
D. Hasil
1. Perubahan warna pada indikator warna
a) HCl
1. HCl + MO menjadi merah
2. HCl + PP menjadi putih tak berwarna
3. HCl + BTB menjadi ungu pekat
4. HCl + MR menjadi merah
b) NaOH
1. NaOH + MO menjadi kuning
2. NaOH + PP menjadi merah
3. NaOH + BTB menjadi biru
4. NaOH + MR menjadi kuning
2. Penentuan pH larutan dengan Indikator Universal
a) pH HCl = 12
b) pH NaOH = 1
3. Perubahan warna pada Indikator kertas lakmus
Lakmus NaOH HCl
Lakmus merah Ungu Merah
Lakmus biru Biru Merah
E. Pembahasan
Berdasarkan hasil percobaan dapat digambarkan 2 diagram sebagai berikut :
a. NaOH
0 2,9 4,0 4,2 6,3 7,6 8,3 10.0
pH NaOH di bawah 7
b. HCl
0 2,9 4,0 6,3 7,6 8,3 10.0
pH HCl di atas 7
F. Kesimpulan
HCl bersifat asam sedangkan NaOH bersifat basa.
Percobaan II
Titrasi Asam Basa
A. Tujuan
Menentukan konsentrasi larutan HCl dengan menggunakan larutan standar NaOH
B. Alat dan bahan
• Labu Erlenmeyer
• Pipet gondok
• Filler
• Buret
• Klem dan statif
• Larutan NaOH
• Larutan HCL
• Phenolftalein (PP)
C. Cara Kerja
• Mengisi buret dengan larutan NaOH 0,1 M hingga volume skala 0 ml
• Memasukkan larutan HCl ke dalam 3 labu Erlenmeyer masing masing 20 ml dengan menggunakan pipet gondok. Menambahkan masing-masing 3 tetes phenolftalein
• Menitrasi masing-masing larutan HCl dalam labu Erlenmeyer tersebut dengan larutan NaOH 0,1 M dari buret tetes demi tetes hingga terjadi perubahan warna. Mencatat volume NaOH yang diperlukan.
D. Hasil Pengamatan
No. Vol. HCl Vol. NaOH 0,1 M Rata-rata Vol. NaOH 0,1 M
1. 20 ml 25 ml 22,5 ml
2. 20 ml 23, 5 ml 21,75 ml
3. 20 ml 24 ml 22 ml
E. Pembahasan
1. Reaksi antara HCl dan NaOH HCL + NaOH →NaCl + H2O
2. Titik Ekuivalen adalah saat dimana pH asam dan basa equivalen(sama). Cara memnandainya yaitu dengan adanya perubahan warna yang konstan (apabila dikocok tidak akan kembali putih lagi).
3. Karena pada Indikator PP apabila diteteskan ke larutan HCl akan berwarna putih. Sedangkan apabila diteteskan ke larutan NaOH akan berwarna merah. Jadi perubahan ini warna ini merupakan yang paling mencolok. Sehingga dipilih indicator PP pada titrasi tersebut.
4. Percobaan I
Diket : [NaOH] = 0,1
VHCl = 25 ml
VNaOH = 20 ml
Ditanya : [HCl]..?
Jawab :
[OH-] = b. Mb
= 1. 0,1
= 0,1 M
mol OH- = mol H+
[OH-]. V NaOH = [H+]. VHCl
0,1 .20 = [H+]. 25
[H+] = 0,125 M
[H+]. = a. Ma
M = [H+]
a
= 0,125
1
= 0,125 M
Jadi molaritas atau konsentrasi dari HCl adalah sebesar 0,125 M
Percobaan II
Diket : [NaOH] = 0,1
VHCl = 20 ml
VNaOH = 23,5 ml
Ditanya : [HCl]..?
Jawab :
[OH-] = b. Mb
= 1. 0,1
= 0,1 M
mol OH- = mol H+
[OH-]. V NaOH = [H+]. VHCl
0,1 .23,5 = [H+]. 20
[H+] = 0,1175 M
[H+]. = a. Ma
M = [H+]
a
= 0,1175
1
= 0,1175 M
Jadi molaritas atau konsentrasi dari HCl adalah sebesar 0,1175 M
Percobaan III
Diket : [NaOH] = 0,1
VHCl = 20 ml
VNaOH = 24 ml
Ditanya : [HCl]..?
Jawab :
[OH-] = b. Mb
= 1. 0,1
= 0,1 M
mol OH- = mol H+
[OH-]. V NaOH = [H+]. VHCl
0,1 .24 = [H+]. 20
[H+] = 0,12 M
[H+]. = a. Ma
M = [H+]
a
= 0,12
1
= 0,12 M
Jadi molaritas atau konsentrasi dari HCl adalah sebesar 0,12 M
Berdasarkan ketiga percobaan di atas dapat diperoleh nilai rata-rata molaritas HCl, yaitu :
[HCl]rata-rata = 0,125 + 0,1175 + 0,12
3
= 0,3625
3
= 0, 120833…M
F. Kesimpulan
Rata-rata molaritas atau konsentrasi dari HCl adalah sebesar 0, 120833…M
Komentar