Menjadi Manusia Pembelajar

Menjadi Manusia Pembelajar

Sekolah dan universitas seharusnya dapat menciptakan orang yang benar-benar dapat menerapkan ilmu yang dipelajarinya dalam kehidupan nyata. Orang tersebut harus memiliki budi pekerti yang baik agar dapat memajukan Negara. Namun, kenyataannya sekolah dan universitas kita hanya memproduksi para sarjana dan doktor yang hanya bisa menjiplak karya orang lain. Sekolah dan universitas banyak menciptakan sarjana yang tidak yang tidak pernah menghasilkan karya tulis serius bahkan banyak diantara mereka hanya menjadi pengangguran. Bangsa kita masih menganggap bahwa pendidikan itu sekedar sekolah dan universitas, atau sekedar pengajaran dan pelatihan, bahkan hanya untuk meniadakan waktu senggang. Sehingga, pandangan masyarakat yang kurang tepat tentang pendidikan akan mengakibatkan rendahnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus.
Banyak sekolah dan universitas di Indonesia yang kurang produktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang berskill tinggi. Itu tidak lepas dati pandangan bangsa kita yang kurang tepat mengenai pengertian pendidikan yang sebenarnya. Mereka menganggap bahwa pendidikan itu hanya sekedar sekolah dan universitas. Padahal, pendidikan dilakukan sejak lahir hingga seterusnya. Pendidikan itu diawali dari lingkungan keluarga, dimana peran orang tua sangat besar agar seorang anak dapat menghadapi lingkungan yang selanjutnya seperti lingkungan masyarakat, sekolah dan sebagainya. Pendidikan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, tentunya faktor yang berperan penting adalah orang itu sendiri. Terciptanya sarjana yang kurang mandiri atau hanya bisa menjiplak karya orang lain merupakan suatu akibat dari antagonisme pendidikan. Dimana peran guru sangat dominan; guru mengajar, murid belajar; guru tau segalanya, murid tidak tau apa-apa; guru berpikir, murid dipikirkan; guru bicara, murid mendengarkan; guru mengatur, murid diatur guru memilih dan memaksakan pilihannya, murid menuruti; guru bertindak, murid membayangkan bagaimana bertindak sesuai dengan tindakan gurunya; guru mengacaukan wewenang ilmu pengetahuan dengan wewenang profesionalismenya, dan mempertentangkannya dengan kebebasan murid-murid; guru adalah subyek proses belajar, murid adalah obyeknya. Hal itu menyebabkan tidak ada hubungan yang seimbang antara guru dan muridnya. Sehingga, murid kurang mandiri, dan mereka tidak terbiasa berfikir kreatif karena semuanya datang dari guru dan murid tinggal memperhatikannya. Maka dari itu. Setelah mereka selesai sekolah dan universitas, mereka kurang dapat berfikir kreatif bagaimana mereka dapat menerapkan ilmu yang dipelajrinya dalam kehidupan nyata.
Pandangan masyarakat yang kurang tepat mengenai pengertian pendidikan yang sebenarnya memang sulit diubah dan itu telah membudidaya pada masyarakat kita. Namun, proses pembelajaran dalam sekolah dan inoversitas dapat diubah menjadi lebih baik. Dimana siswa dituntut untuk berfikir kreatif. Siswa sekarangtidak lagi menjadi obyek dan mereka perannya dominan dalam proses pembelajaran. Siswa dituntut lebih aktif, mereka bebas menyampaikan gagasannya dan tidak dipaksakan pilihannya oleh guru. Dengan begitu disimpulkan bahwa ilmu itu datang dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. Sehingga siswa terlatih untuk mandir, dengan begitu siswa mempunyai mental yang baik untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya dan dapat menerapkan hal-hal yang dipelajarinya dalam kehidupan nyata, tentunya dilandasi dengan moral dan budi pekerti yang baik dan luhur.
Masalah mengenai sekolah dan universitas di Negara kita banyak menciptakan sarjana bahkan doktor yang hanya menjiplak karya orang lain merupakan masalah yang mendasar. Karena itu mengakibatkan kualitas sumber daya menusia selanjutnya mengakibatkan sumber daya alam tidak dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak solusi untuk mengatasi masalah tersebut, diantaranya adalahmenuntut sifat berfikir kreatif dan mandiri, siswa tidak lagi menjadi obyek tetapi sebagai subyek. Dimana siswa juga diberi kebebasan untuk menyampaikan gagasannya.
Dengan demikian, sekolah dan universitas mampu memproduksi orang yang benar-benar dapat menerapkan ilmu yang dipelajarinya dalam kehidupan nyata, tentunya dilandasi budi pekerti yang baik dan luhur. Maka, ubahlah pandangan anda yang menyamakan pendidikan hanya sekedar sekolah dan universitas. Pendidikan bisa dilakukan dimana saja dan faktor penentunya diri kita sendiri.

Komentar

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer