Wajah Baru Atheis (Agnostik)

Sebelumnya saya sudah memperingkatkan akan lahirnya atheis namun dengan wajah baru. Mendengar kata atheis tentunya tidak asing lagi bahkan cap untuk mereka ada diluar kepala kita.

Sebelum kita memahami betul kemunculannya, abaikan dahulu cap itu. Dengan mengetahui sejarah kemunculannya kita akan lebih waspada setiap arahan yang menuju kearah itu, karena bentuk-bentuk baru itu tidak seperti apa yang kita kenal sebelumnya. Dan adanya fakta-fakta yang disuguhkan kepada kita apabila kita tidak mencermati betul secara tidak sadar kita akan turut membenarkannya. Jangan sampai terjadi lagi menolak bungkusnya tapi menerima isinya.

Apabila kita memahami betul sifat2 yang digambarkan oleh Al-Qur'an terutama sekali karakter yahudi, majusi dan agama terdahulu mau berubah menjadi apapun niscaya kita dapat mengenalinya dengan baik. Sayang sungguh sayang apabila Al-Qur'an lepas sebagai peta hidup. Sungguh miris apabila dihadapkan kepada pertanyaan 'apakah ayat ini masih berlaku?'.

[25 Al-Furqan 30]. Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan".

Kadangkala kita perlu untuk buta istilah untuk memahami betul bentuk/objek yang dituju. Kebenaran objektif bukanlah pada bendanya namun pada karakternya atau singkatnya pemahaman kita sendirilah sebagai objek berpikirnya melalui hal-hal yang dapat kita pahami/dapati. Sehingga keterpakuan kepada istilah yang seringkali memicu perbedaaan pendapat yang tak berujung dapat diminimalis dan tidak memabatasi diri kita untuk paham atau mengetahui maknanya dengan baik. Begitu juga fenomena amal yang terus berubah tidak mengecoh kita.

Kita yakin bahwa Islam adalah benar tapi memvisualkan kebenaran itu sendiri agar orang memahami bukanlah perkara mudah. Karena Islam adalah jalan yang harus dilalaui /dijalankan bagi orang yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya.

Mengacu kepada visualisasi atau perwujudan inilah yang dituntut zaman sebagai bukti kongkrit atas kengeyelan yang ada dan fitnah yang merajalela. Inilah amanah hidup kita, yang bukan sekedar menyambung nyawa dengan bertahan dan beranak biak. Yaitu jihad semua orang untuk memasrahkan hidup dan matinya secara bersama meninggikan kalimatNYA. Baik suka maupun tidak kita semua akan kembali kepadaNYA dan alangkah baiknya perjuangan kita diridhoiNYA, sehingga kehidupan ini tidak sia-sia/merugi.

Kembali kepada atheis, jika saudara sudah membaca artikel saya sebelumnya niscaya bisa memahami artikel ini, bagi yang belum bisa baca pada tautan topik diskusi ini >http://www.facebook.com/topic.php?uid=141491420957&topic=20752

Pada dasarnya orang atheis adalah orang-orang yang keras dalam mencari entitas (adanya) Tuhan namun tidak memahami keterbatasan dirinya dan kesalahanya dalam berpikir akhirnya kesimpulan akhirnya antara ada dan tiada (kebingungan). Dalam hal ini saya menghimbau kepada semuanya, bahwasanya gairah spiritual semua orang memilikinya. Namun apa pula yang merasa cukup dan tidak perlu pusing apalagi menyangkut adanya Tuhan cukuplah yakin yang ada dalam dirinya. Dan kecondongannya adalah menjadi jumud (tidak berkembang), dan selebihnya yang mencoba memaksakan diri untuk mengetahui rahasia-rahasianya jatuh pada dugaan dan ada pula yang mabuk cinta.

Jika Karl Marx yang sejatinya adalah filsuf juga, tentunya perhatiannya tidak lepas dari keadaan disekelilingnya yang mana ia sempat berapa kali berpidah agama. Namun tetap tidak menemukan oksigen justru buah pikirannya mengarahkan orang menjadi tidak percaya pada Tuhan. Dan berbagai polemik menyusul karena ketidakpuasan kalangan bawah yang selama ini diperas oleh kaum kapitalis/penguasa, yang mana pada waktu itu agama dijalankan sebatas legalitas yang memaksa agar mereka tetap loyal pada kekuasaan atau tidak lebih sebagai alat politik.

Inilah indahnya karakter sejarah yang tercermin pada peradaban Timur dan Barat. Dan yang sekarang menggejala pada paham agnostik adalah mengagungkan sains sebagai pelarian ketidakpastiannya. 

Sangat disayangkan memang apabila pengetahuan dipisahkan dari sumber pengetahuan itu sendiri. Ibarat lautan mereka hanya melihat ombak saja mempermainkan bayang-bayang (angan) mereka sendiri. Dan imbasnya banyak orang yang menafikan kekuatan akal dalam mencerna segala sesuatu. Sekali lagi penodaan terhadap Ilmu Pengetahuan terjadi, karena tidak ditempatkan pada tempat semestinya.

2 Al-Baqarah 251. ... Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia atas semesta alam.

23 Al-Mu'minun 71. Andai kata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

Sungguh dramatis jika orang merasa menjadi sesak dadanya bagai mendaki langit tatakala memahami ilmu agama atau mengangkat rahasiaNYA. Dan sedikit saja yang justru sebaliknya menghirup udara segar merengguk nikmatnya iman dalam din yang sempurna (Islam). Do you?

Yang DIA kehandaki adalah kepatuhan dalam menjalankan perintah-perintahNYA yang dicontohkan Rosululloh saw.

Untuk mengenal agnostik lebih jauh silahkan tanya mbah google >http://gentole.wordpress.com/2008/01/14/anda-mengaku-agnostik/

Semoga bermanfaat, Insya Alloh akan dilanjut pembahasan selanjutnya. Tetaplah waspada ... jangan terima alasan selain daripada rujukannya mengacu kepada Al-Qur'an. Bisa jadi mereka membela diri dan berbagai isu dimunculkan walaupun mengatasnamakan ilmiah nyatanya masih sebatas dugaan. Pada sumber mana lagi kita harus percaya?

Mengenai tata surya zaman Firaun pun sudah mulai mencari keabadian pada ufuk yang tinggi (langit). Tembuslah kalau bisa.

[55 A R - R A H M A A N 33] Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. 

[17 Al-Isra' 37] Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

Komentar

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer