contoh bisnis plan
BAGIAN I
Latar Belakang dan Tujuan Bisnis
A.Latar Belakang Bisnis
Salah satu jenis usaha yang potensial untuk dikembangkan adalah usaha yang bergerak di bidang pengolahan bahan pangan. Produk bahan pangan yang dihasilkan dapat menambah keanekaragaman produk dan memberi nilai tambah bagi bahan pangan tersebut. Produk yang dihasilkan adalah Star Juice yang dikemas dalam kemasan.
Belimbing (Averrhoa Carambola L) merupakan buah daerah tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Sebagai salah satu jenis buah-buahan, bellimbing mempunyai banyak manfaat untuk dikonsumsi. Belimbing manis (Averrhoa Carambola L) merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Kandungan gizinya cukup tinggi sebagai sumber vitamin A dan vitamin C. Berbagai perbaikan budidaya tanaman ini telah dilaksanakan oleh para petani, namun demikian masih perlu adanya upaya bimbingan dan penyuluhan yang lebih intensif agar produktivitas dan kualitasnya meningkat.
PT. STARFRUIT SEJAHTERA merupakan perusahaan yang memproduksi minuman jus belimbaing dalam bentuk kemasan botol. Bentuk badan usaha dari perusahaan tersebut adalah PT (Perseroan Terbatas). Perusahaan ini merupakan perusahaan minuman jus belimbing siap minum dalam kemasan pertama di Indonesia. PT. STARFRUIT SEJAHTERA mengedepankan peningkatan nilai tambah belimbing sebagai minuman praktis yang disukai oleh masyarakat di segala kalangan.
B.Visi dan Misi Perusahaan
a.Visi : Menjadikan PT Starfruit Sejahtera sebagai sentral perusahaan minuman jus belimbing yang dapat menguasai pasar lokal dan internasional.
b.Misi :
1.Meningkatkan daya saing produk minuman Star Juice dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
2.Meningkatkan daya saing minuman jus terhadap produk minuman lain dengan inovasi produk.
3.Memperluas jaringan pemasaran di dalam dan di luar negeri.
4.Menjaga dan mempertahankan kualitas mutu produk yang dihasilkan.
5.Mencapai kepuasan kerja secara menyeluruh
6.Menghargai integritas, peduli terhadap komunitas dan lingkungan
7.Memperpanjang target pertumbuhan keuntungan dan menjamin penghargaan terhadap tenaga kerja.
BAGIAN II
Deskripsi Produk
A.Deskripsi Produk
Produk yang akan dihasilkan dengan buah belimbing ini merupakan sari buah murni yang diekstrak secara mekanis dan sistem pengawasan produksi yang higienis serta dikemas dalam botol plastik polietilen tereftalat (PET) 1000 ml dan 500 ml dengan merek dagang “STAR JUICE”. Dalam cairan sari buah belimbing ini dalam diperkaya dengan soft fiber dari daging buah belimbing tersebut sehingga konsumen benar-benar merasakan keaslian juice buah belimbing.
Gambar 1. Kemasan Star Juice
B.Cara Pengolahan
Bahan – bahan untuk membuat Star Juice ini terdiri dari buah belimbing yang tidak termafaatkan sebagai buah meja sehingga diolah menjadi minuman buah praktis yang kaya manfaat. Selain itu bahan-bahan lain adalah gula, pengatur keasaman dan natrium benzoat tanpa pewarna.
Gambar 2. Proses Produksi Sari Belimbing Star Juice
C.Keunggulan Produk
Keunggulan Star Juice yaitu Kandungan gizinya cukup tinggi sebagai sumber vitamin A dan vitamin C. Selain sebagai suplemen vitamin dan mineral, belimbing juga terbukti sebagai suplemen pencegah penyakit hipertensi dan kolesterol. Penyajian yang praktis langsung minum (Ready to Drink) dan rasa yang enak (Tasty Product).
BAGIAN III
Perencanaan Organisasi
A.Lokasi Usaha
Dari hasil penentuan dengan AHP (Analytical Hierarchy Process ) berdasarkan keperluan produksi, bisnis dan pemasaran, didapat bahwa pabrik akan didirikan di daerah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan Cibinong, Kabupaten Bogor sebagai lokasi produksi merupakan pilihan tepat. Selain dekat dengan pusat bahan baku (Depok dan Kota Bogor), Ketersediaan air bersih sangat memadai karena air tanah yang bermutu baik. Bogor juga merupakan daerah strategis untuk transportasi dan distribusi, merupakan derah transit Jakarta-Depok-Tengerang-Bekasi dan juga mempunyai akses cepat jalan tol (Jagorawi) ke beberapa daerah di jawa barat.
B.Manajemen dan Karyawan
Dalam menjalankan usaha atau bisnis perusahaan, harus didukung oleh manajeman sumber daya manusia yang pembagian tugas yang baik. Berikut adalah struktur organisasi perusahaan.
Gambar 3. Struktur Organisasi Perusahaan PT. STARFRUIT SEJAHTERA
Tabel 1. Jabatan dan Deskripsi Pekerjaan
No.
Jabatan Fungsional
Job Description
1.
CEO
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan usaha, menjaga kerja sama dengan investor dan bekerja sama dengan pihak eksternal
2.
General Manager
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan operasional perusahaan dan mengawasi serta mengontrol sisi manejemen
3.
Bagian Produksi dan keteknikan
Bertanggung jawab penuh untuk menghasilkan produk yang merupakan usaha utama dari perusahaan yang bersangkutan dengan memperhatikan aspek kelancaran produksi, kualitas proses serta hasil produksi dan pengendalian biaya-biaya produksi. Terdiri dari operasi memproses bahan baku menjadi produk, yang terkait dengan proses perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan produksi, kualitas produksi dan pemeliharaan sarana produksi.
Selain itu, bertanggung jawab untuk menjamin persediaan energi bagi operasional pabrik (steam, air, angin, AC, dan elektrik), menjamin kelancaran operasi mesin produksi, mesin-mesin utility dan melakukan perawatan seluruh bagian pabrik, termsuk bangunan dan lingkungan
4.
Bagian Quality Control
Bagian ini berperan penting dalam mempertahankan dan meningkatkan mutu produk dan prosesnya, terutama dalam inovasi dan pengembangan produk-produk baru yang akan diluncurkan ke pasar sehingga lini produksi dapat terus berjalan dengan kebutuhan (tuntutan) pasar yang selalu menjadi prioritas.
5.
Bagian PPIC dan Purchasing
Bagian ini bertanggung jawab atas pengadaan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi. Tahap awal yang dilakukan adalah menentukan supplier dan melakukan forecasting untuk menentukan jumlah produksi untuk bulan-bulan mendatang. Setelah melakukan supplier dan forecasting, kemudian menentukan jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi sebelum melakukan pemesanan bahan baku.
6.
Bagian Keuangan
Bagian ini bertanggung jawab dalam menyusun budget penerimaan dan pengeluaran perusahaan untuk periode waktu mendatang, kemudian menganalisa perbedaan antara angka anggaran dan kenyataannya, mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan perusahaan dan melakukan pengawasan terhadap budget yang dianggarkan dan membuat langkah perbaikannya. Disamping itu, manajer keuangan juga bertanggung jawab kepada direktur terhadap pemenuhan kebutuhan dana dan pengendalian atas pengalokasian dana.
7.
Bagian Sales dan Pemasaran
Bagian ini bertugas untuk membina terbentuknya produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, memperoleh informasi mengenai kondisi pesaing, memasarkan dan menjual produk-produk dan sasaran yang ingin dicapai sesuai dengan perencanaan bisnis.
Usaha promosi untuk Star Juice terbagi dalam dua bagian, yaitu program desentralisasi dan program sentralisasi. Program desentralisasi direncanakan dan dilaksanakan dengan melihat budget yang telah ditetapkan. Program sentralisasi dilaksanakan dengan dua cara, yaitu above the line (iklan, majalah, dan sebagainya) dan below the line (point of sales and consumer promo national).
Bagian Personalia
Bagian ini bertugas untuk menjamin tersedianya sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan baik dari segi kuantitas maupun kualitas SDM. Selain itu, juga konsistensi terselenggaranya program-program pelatihan secara terpadu bagi semua karyawan yang kegiatannya berhubungan dengan kualitas produk, sehingga dapat menghindari kegagalan produk yang disebabkan oleh ketidakahlian karyawan
Untuk awal perusahaan, jumlah manager adalah 7 (tujuh) orang, dimana CEO dan General Manager dipegang oleh satu orang dan bagian fungsional lain dipegang oleh masing-masing satu orang.
Alokasi gaji manajemen dan tenaga kerja adalah sebagai berikut.
1.CEO dan General Manager : Rp. 1.500.000,-
2.Manager Fungsional Bagian : Rp. 1.250.000,-
Nilai nominal di atas untuk periode awal pelaksanaan usaha dengan alasan modal yang disediakan akan mencukupi semua kebutuhan (tidak hanya gaji manajemen dan karyawan). Modal yang disediakan sangat terbatas. Untuk periode berikutnya, akan ada sistem kenaikan gaji dengan prosentase yang ditentukan oleh manajemen dan pemilik perusahaan. Jam kerja adalah 8 jam sehari dengan 5 hari kerja tiap minggu.
BAGIAN IV
Pasokan Bahan Baku dan Suppliers
A.Bahan Baku
Bahan baku yang diperlukan untuk membuat produk StarJuice ini adalah sebagai berikut.
1.Buah Belimbing Segar
Dalam proses pembuatan jus buah, dibutuhkan bahan segar sehingga kelengkapan vitamin dan kesegaran produk tetap terjaga. Belimbing yang digunakan sebagai bahan baku adalah belimbing manis yang merupakan grade reject 60% sehingga pengoptimalan bahan pertanian tercapai. Sifat bahan pertanian yang mudah rusak dan pasokan yang tidak kontinu menjadi penghambat dalam proses ini. Bila terjadi kelebihan pasokan belimbing, maka akan dibuat konsentrat jus belimbing pekat yang disimpan di freezer pada suhu minus dan dapat digunakan sewaktu-waktu bila diperlukan.
2.Gula
Pemilihan gula rafinasi karena tingkat kemurniannya yang tinggi dan memang diperuntukkan dalam penggunaan skala industri sehingga tidak mempengaruhi warna dari minuman Star Juice yang akan dihasilkan.
3.Air
Air yang digunakan berasal dari sumur dengan kedalaman 250 – 300 meter yang disebut sumur artesis. Dengan kedalaman tersebut air sangat sedikit mengandung bahan – bahan pencemar yang dapat mengurangi kualitas air. Selain itu air tersebut mengalami berbagai tahap pemurnian dan pengolahan untuk mendapatkan air yang memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan sehingga aman digunakan sebagai bahan baku untuk minuman Star Juice.
4.Bahan Pengawet
Jenis bahan pengawet yang digunakan adalah asam sitrat dan natrium benzoat. Asam sitrat dan natrium benzoat banyak digunakan dalam industri pangan dan farmasi karena mudah dicerna, mempertahankan rasa asam yang menyenangkan, tidak beracun dan mudah larut dalam air. Selain itu juga dapat menonaktifkan enzim peroksida dan mencegah terjadinya perubahan warna, sebagai pengawet dan memberikan rasa dingin.
5.Bahan Pembantu
Bahan pembantu adalah bahan kimia yang digunakan saat proses produksi. Pada proses pengolahan buah belimbing digunakan beberapa bahan pembantu yaitu, kaustik soda dan HCl untuk pencucian botol, NaOH dan CaOCl digunakan untuk perendaman mesin-mesin produksi.
6.Bahan Pengemas
a.Bahan Pengemas Primer
Kemasan yang digunakan untuk Star Juice adalah botol plastik PET dengan kapasitas 500 ml. Kemasan botol ini dilengkapi dengan tutup plastik yang mudah dibuka dan meminalisir tumpahan jika botol terjatuh. Pemilihan botol plastik sebagai kemasan karena botol plastik dianggap paling sesuai untuk minuman juice karena kuat, tahan lama, murah dan dapat diterima secara estetika.
b.Kemasan Sekunder
Kemasan sekunder yang digunakan pada industri Star Juice ini adalah outer yang terbuat dari kardus.
B.Perencanaan Produksi
Kapasitas produksi merupakan jumlah produk yang harus diproduksi untuk memperoleh keuntungan yang optimal, yang biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran per satuan waktu. Perencanaan kapasitas produki sangatlah penting bagi suatu pabrik atau industri karena kapasitas produksi erat kaitannya dengan ketersediaan bahan baku dan kemampuan pasar untuk menyerap produksi pabrik baik pasar lokal maupun pasar internasional.
Kapasitas produksi yang direncanakan dari produk Star Juice adalah 1000 liter/hari atau setara dengan 2000 botol Star Juice per hari. Untuk dapat memenuhi kapasitas yang telah direncanakan maka diperlukan bahan baku seperti dalam tabel berikut.
Tabel 2. Keperluan Bahan Baku dalam Satu Hari Produksi
C.Supplier
Reputasi atau peforma pemasok selama ini dan pengalaman pemasok pada masa lampau. Pemasok harus jelas domisilinya, mudah dihubungi dan tanggap untuk menerima komplain. Untuk pemasok belimbing segar, kami lebih memilih untuk bermitra bersama persatuan petani belimbing di Depok, Lampung dan daerah Bogor di mana dengan jumlah lahan besar diharapkan dapat menjamin kesinambungan pasokan. Selain itu secara bertahap kami juga akan mengembangkan lahan milik sendiri di daerah Bogor.
Kebutuhan bahan baku diperoleh dari pemasok-pemasok yang telah mengalami penyeleksian terlebih dahulu. Perusahaan akan melakukan perjanjian dengan pemasok berupa kontrak selama waktu tertentu untuk bahan baku yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Pemesanan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan beberapa waktu tertentu namun penyerahan barangnya dilakukan secara bertahap. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dan ketersediaan bahan baku agar dapat memenuhi kebutuhan pemakaiannya. Daftar supplier dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. Daftar Nama Suplliers Untuk Produksi Star Juice
D.Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Persediaan sangat penting artinya bagi suatu perusahaan karena berfungsi menghubungkan antara operasi yang berurutan dalam pembuatan suatu barang kepada konsumen. Pengendalian persediaan dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan untuk menentukan tingkat dan komposisi persediaan komponen bahan baku dan barang hasil atau produk, sehingga perusahaan dapat melindungi kelancaran produksi dan penjualan serta kebutuhan pembelanjaan perusahaan dengan efektif dan efisien.
Untuk dapat mencapai tujuan persediaan diperlukan suatu model pengendalian persediaan yang tepat. Salah satunya adalah dalam bentuk MRP (Material Requirement Planning) yang merupakan sistem perencanaan dan penjadwalan kebutuhan material untuk produksi yang memerlukan beberapa tahapan proses atau fase atau dapat dikatakan sebagai suatu rencana produksi untuk sejumlah produk jadi yang diterjemahkan ke bahan mentah (komponen) yang dibutuhkan dengan menggunakan waktu tenggang. Sistem MRP memainkan peranan penting dalam menjawab pertanyaan tentang bahan-bahan dan komponen yang harus dibuat atau dibeli, berapa jumlah yang dibutuhkan dan kapan dibutuhkan.
Beberapa hal yang harus diketahui untuk menghasilkan MRP diantaranya yaitu jadwal produksi induk/Master Production Schedule (MPS) yaitu yang berkaitan dengan apa yang harus dibuat dan kapan, spesifikasi daftar bahan atau Bill of Material (BOM) yaitu yang berkaitan dengan kebutuhan produk, persediaan yang tersedia/Inventory Availability yaitu apa yang disimpan, perjanjian pesanan pembelian atau Purchase Order Outstanding yaitu pemesanan yang sedang berjalan, dan Lead Time yaitu berapa lama yang dibutuhkan untuk memperoleh barang – barang.
Penentuan perencanaan produksi akan dibuat dengan menggunakan metoda Time Series setelah 12 bulan kegiatan produksi berjalan. Berdasarkan data penjualan yang dikeluargan oleh pihak pemasaran, maka dapat dibuat suatu perhitungan perkiraan produksi. Kenaikan penjualan yang diharapkan per tahun adalah 3% sehingga perencanaan produksi dibuat mengikuti perkiraan ini.
Jumlah bahan baku minimum yang harus tetap tersedia di gudang adalah 10% dari jumlah total per bahan baku. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terhambatnya proses produksi bila terjadi kelangkaan bahan baku di pasaran.
Pembuatan konsentrat dilakukan bila terjadi kelebihan pasokan bahan baku sehingga penjadwalannya dilakukan sewaktu waktu melihat kondisi para pemasok belimbing segar. Mekanisme pembuatan dan penggunaan konsentrat dapat dilihat pada gambar berikut ini. Minimal konsentrat yang tersisa adalah 10% dari total volume awal konsentrat dalam penyimpanan.
Gambar 4. Skema Mekanisme Produksi Konsentrat Untuk Produksi Star Juice
BAGIAN V
Aspek Pasar dan Pemasaran
A.Kondisi Pasar Dan Tingkat Persaingan
Pasar jus di Indonesia relatif besar, akan tetapi pasar tersebut tertutupi oleh persaingan industri-industri besar. Dibutuhkan upaya besar untuk mendobrak pasar dengan keunggulan produk yang ditawarkan. Dalam meluncurkan produk jus belimbing ini ke pasar dibuat beberapa keunggulan dari jus lainnyasehinggga produk ini dapat bersaing dengan produk jus sejenis. Keunggulan tersebut diantaranya adalah jus belimbing dapat digunakan sebagai obat hipertensi disamping rasanya yang segar dan unik serta kemasan yang praktis.
Terdapat beberapa produsen minuman jus yang telah dikenal pasar, diantaranya adalah buavita, nutrisari, dan usaha kecil menengah lokal. Dengan keadaan seperti ini akan sangat sulit memasuki pasar yang telah didominasi oleh produk-produk terdahulu. Tetapi dengan keunggulan dan keunikan yang diberikan oleh Star Juice memungkinkan produk ini dapat memasuki pasar-pasar yang telah dikuasai oleh kompetitor.
B.Strategi pemasaran
Pemasaran produk jus belimbing harus dilakukan secara efektif sehingga target perusahaan dicapai dengan cepat. Dalam hal ini strategi pemsaran yang akan dilakukan yaitu segmentasi pasar, target konsumen dan posisi produk
a.segmentasi pasar
Segmentasi pasar merupakan upaya untuk menyederhanakan target konsumen yang ingin diraih perusahaan. Segmentasi yang tepat akan meningkatkan profit perusahaan. Dalam memasarkan produk ini, perusahaan menitikberatkan segmentasi pasar berdasarkan pada keadaan demografis, psikografis dan tingkah laku.
Kondisi demografis membagi konsumen berdasarkan kriteria usia dan gender, sedangkan untuk kondisi psikografis membagi konsumen berdasarkan tingkat pendapatan (ekonomi kelas atas, ekonomi kelas menengah dan ekonomi kelas bawah) dan yang terakhir adalah kondisi tingkah laku.
b.Target Pasar
Target utama pemasaran produk jus belimbing ini adalah end user yang dibagi menjadi beberapa kategori menurut segmentasi pasar yang dilakukan. Dari kondisi demografis, target pasar yang dipilih adalah untuk semua usia diatas tiga tahun dengan tanpa pengecualian untuk jenis kelamin. Dan untuk target pasar berdasarkan kondisi psikografis yang dipilih oleh produk jus belimbing adalah ekonomi kelas menengah ke atas. Karena pada tingkat pendapatan yang telah diatas normal, konsumen lebih tertarik kepada produk yang unik, high kualitas dan sehat. Kriteria produk ini yang diterapkan oleh produsen jus belimbing
c.Posisi Produk
Pemposisisan produk merupakan salah satu upaya yang ditempuh untuk merebut hati konsumen sehingga tertarik untuk mencoba produk perusahaan. Posisi produk sangat menentukan untuk menimbulkan dorongan bagi konsumen untuk mengkonsumsi Starjuice. Starjuice diposisikan sebagai jus buah belimbing yang memanfaatkan komoditi lokal, ekonomis, tanpa pengawet, tanpa pewarna, dan berkhasiat sebagai obat hipertensi.
C.bauran pemasaran
Bauran pemasaran merupakan analisis mengenai seperangkat alat pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Bauran pemasaran diperlukan untuk mengimplementasikan pemasaran dengan tepat sesuai strategi pemasaran.
a.produk
Produk yang akan dihasilkan dengan buah belimbing ini merupakan sari buah murni yang diekstrak secara mekanis dan sistem pengawasan produksi yang higienis serta dikemas dalam botol plastik polietilen tereftalat (PET) 1000 ml dan 500 ml dengan merek dagang “STAR JUICE”. Dalam cairan sari buah belimbing ini dalam diperkaya dengan soft fiber dari daging buah belimbing tersebut sehingga konsumen benar-benar merasakan keaslian juice buah belimbing.
b.harga
Harga adalah satu-satunya unsur dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan. Harga memegang peranan penting dalam pembelian produk oleh konsumen maupun oleh pedagang perantara. Strategi penetapan harga perlu dilakukan sebelum produk dilemparkan ke pasaran. Dalam hal ini perusahaan menetapkan harga dengan menganalisis harga-harga produk pesaing. Mengingat minuman Star Juice yang akan ditawarkan merupakan produk baru, maka minuman ini harus dapat bersaing dalam hal harga dengan produk lain yang telah dikenal tanpa menganggu posisi produk tersebut.
Penetapan harga juga dilakukan berdasarkan analisis biaya produksi. Biaya produksi adalah biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk sampai produk tersebut siap dipasarkan. Perhitungan biaya produksi tergantung pada beberapa variabel, antara lain biaya bahan baku termasuk bahan kemasan, tenaga kerja dan peralatan produksi (investasi alat).
Di mata konsumen harga berkorelasi positif dengan mutu. Oleh karena itu, penetapan harga yang lebih tinggi dari beberapa merek lain dari industri kecil bertujuan untuk mendukung citra produk sebagai produk bermutu tinggi yang mudah terjangkau. Selain itu, penetapan harga yang lebih rendah dari produk industri besar bertujuan untuk merangsang konsumen sehingga konsumen bersedia untuk mengkomsumsi produk ini. Harga yang ditetapkan dari perusahaan untuk produk minuman Star Juice adalah Rp. 4000,- per botol.
c.metode distribusi
Tempat pemasaran merupakan tempat dimana konsumen dapat menjangkau produk. Tempat pemasaran diperlukan untuk menjajakan produk sehingga konsumen dapat menemukan dan membeli Star Juice. Kemudahan konsumen menjangkau tempat pemasaran menjadi sangat penting berkaitan dengan waktu yang digunakan konsumen untuk memperoleh produk. Semakin mudah menjangkau tempat pemasaran, maka diharapkan penjualan semakin meningkat. Metode yang akan diterapkan diantaranya adalah menjual produk Star Juice ke supermarket-supermarket ataupun melalui distributor.
d.promosi
promosi merupakan sarana pemasaran yang berfungsi mengenalkan dan membentuk image pada konsumen. Promosi harus disesuaikan dengan target konsumen sehignga tidak terjadi pemborosan biaya. Promosi yang dilakukan antara lain melalui pemberian informasi secara langsung dan tidak langsung. Pemberian informasi secara langsung dilakukan saat bagian pemasaran melakukan direct selling pada event-event khusus. Pemberian informasi secara tidak langsung dilakukan dengan pemasangan iklan di berbagai media elektronik seperti televisi, radio dan internet, juga pada media cetak.
D.Analisi SWOT
Kekuatan
- Jus belimbing merupakan jus alami tanpa pewarna dan pengawet
- Belimbing merupakan sumberdaya lokal
- Belimbing mempunyai khasiat sebagai obat hipertensi
Kelemahan
- Perusahaan merupakan perusahaan baru
- produk hanya satu jenis sehingga dapat menimbulkan kebosanan.
Peluang
- Adanya kecendrungan masyarakat untuk hidup sehat
- Belum adanya pesaing yang berkonsentrasi pada belimbing
Hambatan
- Masyarakat menganggap belimbing sebagai minuman yang tidak enak
- Entry barrier untuk industri baru masih banyak seperti perizinan
BAGIAN VI
Aspek Investasi dan Keuangan
A.Alokasi Modal dan Investasi
Modal dan biaya investasi digunakan untuk membangun sarana dan fasilitas produksi dan pabrik, seperti bangunan, alat-alat produksi dan lahan. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut.
Tabel 4. Rincian Alokasi Modal dan Investasi
Deskripsi
Jumlah
satuan
harga/ unit (Rp)
total (Rp)
A. Pengadaan Lahan
Tanah
300
m2
110,000.00
33,000,000.00
Sub Total
33,000,000.00
B. Bangunan
Ruang Produksi
80
m2
750,000.00
60,000,000.00
Ruang NonProduksi
49.5
m2
500,000.00
24,750,000.00
Fasilitas dan Prasarana
148.5
m2
450,000.00
66,825,000.00
Sub Total
151,575,000.00
C. Perlengkapan Kantor
Meja Kerja
2
buah
120,000.00
240,000.00
Kursi
4
buah
50,000.00
200,000.00
Telepon
1
unit
100,000.00
100,000.00
Alat Tulis Kantor
1
paket
200,000.00
200,000.00
Komputer
1
unit
3,000,000.00
3,000,000.00
Printer dan Fax
1
unit
1,000,000.00
1,000,000.00
Lemari Arsip
1
unit
400,000.00
400,000.00
Sub Total
5,140,000.00
D. Instalasi Penunjang
Instalasi Air
1
paket
650,000.00
650,000.00
Instalasi Listrik
1
paket
2,000,000.00
2,000,000.00
Instalasi Telepon
1
paket
500,000.00
500,000.00
Sub Total
3,150,000.00
E. Alat Produksi
Bak Pencucian
1
buah
5,900,000.00
5,900,000.00
Juice Storage Tank
1
buah
7,670,000.00
7,670,000.00
Crusher
1
buah
5,500,000.00
5,500,000.00
Homogenizer
1
buah
8,500,000.00
8,500,000.00
Trolley
2
buah
740,000.00
1,480,000.00
Stainless Steel Pipe
1
buah
10,850,000.00
10,850,000.00
Perlengkapan QC
2
buah
5,900,000.00
11,800,000.00
Packer + Capper
2
buah
12,500,000.00
25,000,000.00
Pasteurizer
1
buah
82,000,000.00
82,000,000.00
Sub Total
158,700,000.00
Total Investasi
351,565,000.00
B.Alokasi Biaya Operasional.
Tabel 5. Rincian Biaya Operasional Tiap Tahun Produksi
Deskripsi
Jumlah
satuan
harga/ unit (Rp)
total (Rp)
A. Biaya Tetap
Tenaga kerja
dari profit
6 orang
800,000.00
4,800,000.00
Perbaikan dan QC
investasi
0.10%
-
1,587,200.00
Penyusutan
1.00%
314,045,000.00
3,140,450.00
Sub Total
9,527,650.00
B. Biaya Variabel
Bahan Baku Belimbing
520,000.00
kg
3,000.00
1,560,000,000.00
Gula
9,400.00
kg
2,000.00
18,800,000.00
Karton Kemasan
26,000.00
Karton
400.00
10,400,000.00
Botol Kemasan+ tutup
520,000.00
botol
500.00
260,000,000.00
Asam sitrat+Na Benzoat
2,600.00
kg
1,000.00
2,600,000.00
Air
12,200.00
m3
300.00
3,660,000.00
Listrik
8,800.00
KWh
500.00
4,400,000.00
Sub Total
1,859,860,000.00
Total biaya operasional Rp. 1,869,387,650.00
C.Perkiraan Pendapatan
Pendapatan merupakan hasil penjualan produk. Dalam hal ini akan dihitung pendapatan berdasarkan penjualan produk yang dihasilkan selama satu tahun. Rinciannya adalah sebagai berikut.
Tabel 6. Rincian Pendapatan dalam Satu Tahun
Produk
Penjualan (Unit/tahun)
Harga Satuan
Total Pendapatan
Star Juice Botol 500 ml
520,000.00
4,000.00
2,080,000,000.00
D.Analisis Kelayakan
Analisis kelayakan usaha ini didasarkan pada beberapa parameter antara lain NPV (Net Present Value), Internal Rate of Return (IRR) dan PBP (Pay Back Period). Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan biaya investasi, biaya operasional dan pendapatan, didapat nilai parameter kelayakan sebagai berikut.
Tabel 7. Nilai Parameter Kelayakan Star Juice
NPV
953046712.4
Pay back period
3 tahun
IRR
13,2 %
B/C ratio
1.101915568
Berdasarkan nilai di atas, dapat disimpulkan bahwa produksi Star Juice mempunyai prospek yang baik dan layak untuk dikembangkan.
Tabel 8. Perhitungan Parameter Kelayakan Produksi Star Juice.
Tahun
Biaya
Penerimaan
B-C
DF 12%
DF (B-C)
Akumulasi PV
PV (B)
PV C
0
351,565,000.00
(351,565,000.00)
1
(351,565,000.00)
(351,565,000.00)
-
112,950,000.00
1
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.892857143
188,046,741.07
(163,518,258.93)
1,857,142,857.14
1,669,096,116.07
2
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.797193878
167,898,875.96
4,380,617.03
1,658,163,265.31
1,490,264,389.35
3
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.711780248
149,909,710.68
154,290,327.70
1,480,502,915.45
1,330,593,204.78
4
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.635518078
133,847,955.96
288,138,283.66
1,321,877,603.08
1,188,029,647.12
5
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.567426856
119,507,103.54
407,645,387.20
1,180,247,859.89
1,060,740,756.36
6
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.506631121
106,702,771.01
514,348,158.21
1,053,792,732.05
947,089,961.03
7
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.452349215
95,270,331.26
609,618,489.48
940,886,367.90
845,616,036.64
8
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.403883228
85,062,795.77
694,681,285.25
840,077,114.20
755,014,318.43
9
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.360610025
75,948,924.79
770,630,210.04
750,068,851.96
674,119,927.17
10
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.321973237
67,811,540.00
838,441,750.04
669,704,332.11
601,892,792.11
11
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.287476104
60,546,017.85
898,987,767.89
597,950,296.53
537,404,278.67
12
1,869,387,650.00
2,080,000,000.00
210,612,350.00
0.256675093
54,058,944.51
953,046,712.40
533,884,193.33
479,825,248.81
Jumlah
12,884,298,388.95
11,692,636,676.54