“Industrialisasi Kelautan dan Perikanan sebagai Strategi Membangun Kelautan dan Perikanan Indonesia”

Press Release Kajian Rutin Perdana Kajian rutin perdana sebagai salah satu program Departemen KASTRAT BEM FPIK KABINET BIRU BERSATU pada tanggal 1 Maret 2012 dapat dilaksanakan di RK PINUS 1 FAPERTA dengan baik. Kajian ini dihadiri oleh sekitar 30 mahasiswa FPIK yang mewakili DPM, BEM, dan HIMPRO (HIMAKUA, HIMASFER, HIMASILKAN, HIMAFARIN, dan HIMATEKA). Sedangkan undangan yang dapat hadir pada kajian ini adalah Nasir (Ketua BEM FAHUTAN). Pada awalnya, kajian ini direncanakan dengan pembicara dari dosen, Pak Akhmad Solihin, S.Pi, MH dengan tema “Industrialisasi Kelautan dan Perikanan sebagai Strategi Membangun Kelautan dan Perikanan Indonesia”. Namun, ternyata beliau tidak dapat hadir karena ada agenda akademik yang mendadak. Akhirnya kajian ini di-setting dengan model Focus Discussion Group (FDG) antar mahasiswa yang diawali dengan penyampaian isu dan data terkait industrialisasi kelautan dan perikanan yang sudah dipersiapkan pak Akhmad Solihin, S.Pi, MH. Penyampaian materi ini dilakukan oleh Muhammad Riandi (Ketua BEM FPIK) dan pemandunya Rahmad (Ketua Kastrat BEM FPIK) sampai kajian selesai. Setelah itu, Kusmana selaku Koordinator Kajian membuka diskusi dengan menyampaikan bahwa dalam bicara perikanan perlu membandingkan dua hal antara lain: (1) kebijakan perikanan sekarang dan sebelumnya; dan (2) Perikanan negara kita dengan negara lain. Selain itu, disampaikan pula bahwa tantangan perikanan Indonesia dapat dilihat dari tiga aspek kegiatan ekonomi meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi. Ketiga hal tersebut harus berjalan harmonis dalam pembangunan industrialisasi kelautan dan perikanan. Diskusi pun dapat berjalan dengan baik karena peserta kajian ini antusias dalam menyampaikan pendapatnya. Pada kajian ini peserta berdiskusi tentang perikanan dan kelautan secara umum atau tidak secara langsung membahas industrialisasi kelautan dan perikanan sehingga output kajian ini kurang spesifik dan relevan dengan tema. Ini menjadi evaluasi untuk kajian-kajian perikanan dan kelautan berikutnya yang lebih baik. Adapun rekomendasi dari kajian ini antara lain: (1) perlu adanya penguatan (Reinforcement) pengawasan terhadap kegiatan operasi penangkapan ikan secara merata di WPP RI untuk mengurangi Ilegal fishing dan Ilegal, Unreported, unregulated (IUU) fishing; (2) perlunya sosialisasi secara jelas mengenai konsep kebijakan industrialisasi Kelautan dan Perikanan; (3) Sinergisasi berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pengelolaan kelautan dan perikanan. Koordinator Kajian Perikanan Kastrat BEM FPIK Kusm@n@ Rifq@h Pr@tiwi Kritik dan saran: kusmana.arrasyid@yahoo.com

Komentar

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer