“Sinergisasi Manajemen Sumberdaya Perairan dalam Industrialisasi Kelautan dan Perikanan dari segi : Ekonomi dan Ekologi”

Press Release Kajian Rutin dengan Himakua Kajian rutin bersama dengan teman-teman dari HIMASPER dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 April 2012 pukul 19.00 di Rk. Tanggut. Kajian ini dihadiri oleh 38 yang terdiri dari perwakilan dari HIMASILKAN, HIMITEKA, HIMAFARIN, HIMASPER, FKM-C, FDC, DPM-C, serta BEM-C dan Departemen Kastrat. Konsep kegiatan ini yaitu berbentuk forum diskusi dengan moderator yaitu Rifqah Pratiwi (BDP 46). Permasalahan yang diangkat dalam kajian kali ini yaitu bagaimana Sinergisasi Manajemen Sumberdaya Perairan dalam Industrialisasi Kelautan dan Perikanan dari segi : Ekonomi dan Ekologi. Dalam segi ekologi, banyak praktik-praktik budidaya dalam perairan yang dilakukan dengan tidak bersahabat dengan lingkungan, seperti pembangunan tambak-tambak di daerah mangrove sehingga merusak ekosistem mangrove dan juga over eksploitasi sumberdaya perairan sehingga terjadi over fishing dan praktik lainnya. Dari segi ekonomi, nelayan sulit dalam melakukan usaha peningkatan hasil tangkapan dalam rangka indusrialisasi perikanan. Hal itu dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keterampilan nelayan yang menyebabkan kurang dapatnya para nelayan dalam memanfaatkan sarana yang telah diberikan oleh pemerintah sehingga mereka tetap menggunakan cara yang telah mereka dapatkan secara turun-temurun. Jika dikaji lebih dalam wilayah perairan Indonesia belumlah mengalami over fishing karena wilayah perairan Indonesia sangat luas dan hasil ikan tangkapan masih rendah sehingga perlu dipertanyakan mengapa terdapat pernyataan tersebut. Data mengenai kondisi perairan Indonesia perlu dibenahi untuk menghasilkan data yang valid sehingga pemanfaatan sumberdaya perairan dapat merata dan tidak terdapat kondisi over fishing di suatu wilayah. Pemeliharaan wilayah pemijahan seperti mangrove juga penting untuk dilakukan demi kelestarian sumberdaya perikanan yang ada di alam. Salah satu langkah yang dapat dilakukan yaitu dilakukan pemetaan mengenai wilayah pemijahan di seluruh wilayah perairan Indonesia yang sangat luas. Saat ini eksploitasi sumberdaya perairan berpusat di wilayah perairan pulau Jawa oleh karenanya di beberapa wilayah perairan ini sudah mengalami over fishing, sedangkan di wilayah perairan di pulau-pulau lainnya masih memiliki potensi yang sangat besar yang belum tersentuh. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemerataan dalam kegiatan eksploitasi ini. Eksploitasi sumberdaya perairan perlu untuk dilakukan guna meningkatkan produksi ikan hasil tangkap namun kegiatan tersebut harus berdasarkan pada pondasi konservasi agar tidak terjadi over fishing. Peranan pemerintah juga perlu diadakan melalui perundang-undangan yang mengatur permasalahn ini, pengembangan konsep pembudidayaan dan manajemen wilayah perairan perlu dilakukan agar bisa dilakukan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang bersifat kontinu. Untuk memperbaiki kondisi ekonomi nelayan, perlu diadakan koperasi yang berasaskan konservasi, yaitu koperasi tersebut menyediakan layanan simpan pinjam dengan menggunakan sanksi untuk melakukan kegiatan konservasi seperti penanaman mangrove dan lain sebagainya. Kajian-kajian seperti ini perlu dilakukan dengan melibatkan seluruh bidang perikanan dan kelautan yang terdapat di Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB. Koordinator Kajian Perikanan Kastrat BEM FPIK

Komentar

Recommended Posts

randomposts

Postingan Populer